Is'T Love Story

Is'T Love Story
#58



jonathan mencoba menghubungi livia malam ini. ia baru mendapat kabar jika livia pindah ke rumah barunya, karna selama beberapa hari ini jo ke luar kota untuk menemui sahabatnya.


"hallo kak... " ucapan livia saat mengangkat pangilannya.


" ay.. kamu kog gak bilang kakak kalau pindah rumah sih "


" iya kan. maaf aku pikir kakak masih sibuk ke luar kota. aku mau bilangnya pas kak jo pulang aja "


" kan bisa telpon kakak ay. kakak kan jadi gak bisa bantu kamu pindahan. "


" hehehhe maaf kak. udah gpp semua udah beres kog tadi juga di bantu kevin sama rania "


" syukurlah kalau gitu. kakak udah kembali, kalau kamu lelah besok off aja dulu ay"


" gak kog kak. besok aku masuk aja, emang kak jo gak kangen gitu ketemu adek kecilnya "


" egh siapa bilang. kangen lah seminggu gk ketemu, tapi kakak kan bisa berkunjung ke rumah barumu dek "


" heheheh... gampang itu kak. owh ya gimana kak sisii,aku kangen omelannya kak "


" baru aja aku nganterin sisi pulang. dia juga kangen kog, bahkan mborong oleh oleh buat mu juga. "


" wah asik nii..makasih ya kak. owh ya kak jo tau dari siapa aku pindahan"


" ..... tadi kevin yang bilang kok" ucapan jo gugup.


" yadah.. cepet tidur ay. udah malam"


" igh dasar si kevin mulutnya ember."


"oke kak. aku istirahat dulu ya, besok aja di toko kita ngobrol lagi kak"


" ya adekku yang bawel. good night, bye bye. "


" bye bye kak. "


livia menidurkan tubuhnya di kasur ukuran sedang yang cukup empuk dan nyaman. sangat berbeda dengan kosannya dulu. ia bersyukur seakaan kehidupannya saat ini lebih menyenangkan dengan adanya orang orang di sekelilingnya.


" ayah.. mama via seneng via tak sendiri lagi, masih banyak orang orang yang mau membantu via di saat via membutuhkan, via juga senang kurang 6 bulan lagi via lulus yah. doa kan via supaya bisa segera menyelesaikan kuliah dengan baik. aku menyayangi kalian " livia tertidur dengan memeluk guling dan foto keluarganya di dekapannya.


pagi harinya livia terbangun saat mendengar ketukan pintu dari luar rumahnya. livia berjalan dengan mengucek matanya


" pagi non.. sudah bangun!" ucap bi nini saat melihat wajah kas bangun tidur livia.


" iya bi... ada apa ya bi...? " tanya livia.


" ini non... bibi habis masak tadi trus kebanyakan, ini untuk non livia sarapan sekalian. mubajir kalau di buang kan "


" ow... makasih ya bii, beneran gpp bi. buat kakak2 di rumah bibi aja. takutnya kurang"


" ngak non di rumah masih banyak. ini non "


livia menerima rantang 3 susun yang di serahkan bi nini.


" makasih ya bii.. "


" iya non. sudah ya saya pulang dulu. keburu mas masnya berangkat kerja. "


" haa kerja... " ucap livia namun tak di dengar bi nini karna ia sudah pergi.


" alhamdulillah... ada sarapan hari ini, jadi gak perlu menahan laper lagi " livia bergegas membersihkan dirinya dan memakan sarapan yang di bikin bi nini tadi.


ia terburu buru karna waktu sudah menunjukan pukul 8.30 .


livia mengambil tas nya dan bergegas keluar rumah. saat ia akan memangil ojek online untuk mengantarkan nya ke kampus. ia terkejut saat mendapati leo memangil namanya.


"via... "


" ya kak leo. mau berangkat kerja ya"


" iya ni. kamu mau kemana?? " tanya leo pura pura tak tau.karna sedari tadi memang leo sudah menunggu livia untuk mengantarkannya ke tempat tujuan.


" mau kampus kak... "


"owh kebetulan, aku antar ya vi"


" gak usah kak. aku naik ojol aja deh "


" udah ayuk.. sini aku anterin sekalian berangkat kerja"


" tapi kak.. "


" udah yuk.. buru telat nanti"


akhirnya livia pun mau di anterin leo.


" gak ngerepotin ni, kak leo nanti telat jika nganterin aku dulu" ucap livia saat di bonceng leo.


" udah tenang aja. aku santai kog vi... "


" kak leo kerja di mana si "


" owh itu di ka sandara. "


" wah itu kan perusahaan yang besar itu kak, terus kak very sama kak ardan kerja di mana kak? "


" sama vi.. kita bertiga kerja di sana "


" wah hebat. pasti kak leo pinter deh makanya di terima kerja di sana, kan di sana tes dan seleksinya ketat banget kak. gak sembarang orang bisa masuk di perusahaan itu"


" gak juga si vi. mungkin karna kami beruntung aja di terima di sana, emang kamu mau kerja di tempatku "


" mau banget kak. mw nya ya nanti aku lulus aku mau ngelamar kerja di sana kak. kan di sana bayarannya lumaya gedhe kak. "


" iya makanya kuliah yang rajin. nantik jika lulus aku bantu deh biar bisa masuk di sana "


" igh makasih lo kak leo baik deh "


tak terasa motor yang di kendarai leo telah sampai di depan kampus livia.


" vii.. yakin di sini aja, gak masuk sekalian ke fakultas mu"


" gak papa kak. di sini aja. buruan nantik kak leo telat,di marahin bos lo, "


" hahaha kamu bisa aja. ya udah aku pergi dulu ya vi. "


" iya kak.. maksih ya kak leo " ucap livia sambil melambaikan tangan nya.


leo nampak berkeringat dingin sedari tadi. ia takut akan kemarahan bosnya yang terlalu berdekatan dengan gadis incaran bos besarnya.


" mampu gue. bisa habis di bedil ni kepala kalau sampai bos liat "


" sumpah emang gadis bos manis banget, hampir aja gue pdkt in. tapi inget ancaman bos, susah amat ya jadi anak buah. gk ngejalani perintah kena semprot, tapi jika perintahnya suruh nganterin ngini terus bisa cepet melayang ni nyawa." ucap leo sambil menuju kantornya.