Is'T Love Story

Is'T Love Story
#66



kai anggara.


1 bulan kini perusahaan mendapatkan beberapa masalah yang dapat membuat kerugian yang cukup besar. sebelum terlalu jauh kerugian itu, aku pun menarik dave untuk kembali ke kantor pusat untuk membantuku saat itu.


tak cukup di situ aku pun di haruskan memanggil leo dan very anak buah dave. ku rasa ada seseorang yang ingin menjatuhkan ku, dan aku tau siapa orang itu.


namun dengan ke cerdasan leo ia mampu menggagalkan rencana mereka untuk mencuri data di perusahaan. dave juga iku membantunya. very ku perintahkan untuk mengawasi gerak gerik seseorang yang memang aku curiga ii.


dan masalah pun terselesaikan tanpa


menimbulkan kerugian yang besar. dan aku pun kembali ke kota m dengan leo dan dave. namun tidak untuk very karna ia harus tetep mengawasi seseorang agar tak melakukan serangan dadakan.


di kota m.


aku menghadiri acara pernikahan sahabatku. saat ini aku memerintahkan dave agar menuju ramah livia. sesampainya di sana aku cukup senang karna sepertinya gadisku hidup dengan baik.


ku siapkan sebuah gaun beserta pelengkapnya untuk ia kenakan di pesta nanti malam.


setelah aku mengitari setiap sudut rumah itu. kuputuskan untuk pergi ke rumah bi nini untuk beristirahat.


di pesta betapa terkejutnya aku saat aku melihat very. aku menatap tajam ke arahnya.


leo yang tau arah pandangku pun bergegas untuk menyelidiki. tak lama ia kembali dengan membawa kabar bahwa uncle ada di dalam pesta.


" aah... sial. " keluh ku. dalam hatiku ingin sekali menemui gadis itu malam ini. aku pun harus menahannya. leo dan very menyamar menjadi pelayan di sana.


" dave. suruh mereka waspada. aku tak mau paman curiga itu akan membuat ia tau tujuan ku ke sini. "


" ia bos. lebih baik kita di sana saja. aku tak ingin livia mengenaliku waktu di sini. "


aku pun menemui rekan bisnis ku dengan dave. aku mencari cari keberadaan gadis ku sedari tadi yang tak kunjung datang.


dave berbisikan


" bos. livia datang. " ku ikuti arah pandangan nya menuju pintu utama. aku tersenyum melihat penampilannya, bangga karna pilihan ku membuatnya sempurna.


namun aku kesal karna tak bisa mendekatinya. aku pun merelakan anak buah dave untuk menemaninya.


aku pun kini fokus menemui pamanku.


" uncle kau di sini juga " ku berikan senyuman sinis untuknya.


" kai.. kau di sini juga. wah ku kira kau sibuk di kantor pusat" katanya.


" hahaha tentu saja aku di sini. aku harus menghadiri pesta teman kuliahku uncle"


sudut bibirku menyeringai.


" uncle tak perlu kawatir tentang perusahaan. sandara grub masih memilik ku. "


" kau pintar juga ya membalikan keadaan "


kami saling memberikan tatapan tajam dan senyuman sinis.


" baiklah aku harap uncle menikmati pesta malam ini " ucapku pergi meninggalkannya.


dengan dave aku terus saja berkumpul dengan kawan kuliahku dulu.


" wah wah. tak menyangka akhirnya bisa melihat mu lagi kai " ucap beberapa teman kuliahku dulu.


kami berbincang bincang dengan mereka.


namun aku terkejut saat leo berlari dengan membisikan sesuatu di telinga ku.


namun aku tak bisa berbuat apa apa. karna pamanku seperti terus mengawasiku. aku pun memerintahkan leo untuk terus mengawasi livia di ujung sana.


" dave... bisa gila aku di sini. "


" tenang dulu bos. livia baik baik saja karna leo pasti akan menjaganya. kita di sini aja"


tak lama dave juga menemui kevin dan kevin pun pergi entah kemana.


" bos livia sudah kembali "


ku anggukkan kepalaku mendengar bisikan dave.


aku pun tetap berada di pesta hanya dengan dave, dan very yang masi menyamar menjadi pelayan.


nathan menghampiri kai yang tengah duduk di sofa yang di sediakan.


" kai... kau tak ikut pergi. pergilah jika ingin menemuinya "


" kau gak liat di sana ada siapa. sungguh aku gila jika menahannya seperti ini terus "


" iya aku tau. bersantailah di sini. aku tau orang mu bekerja dengan baik di sana. "


" ini semua gara gara sepupu mu itu nath. jika aku tak di awasi udah ku habisi di sini"


" maaf. kau tau sendiri kan dia juga saudara ku. aku yakin semua sudah berakhir sekarang. "


pesta pun tetep berjalan hingga larut. dan acarapun usai dengan para tamu yang telah meninggalkan tempat.


kai dan dave berpamitan dengan jo dan sisi.


" bro aku balik dulu ya. selamat ya atas pernikahannya dan bahagia selalu "


ucapku dan dave.


" makasih ya kai dave sudah datang. " ucap sisi.


aku berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan dave di lobi. di dalam mobil


" kita kemana bos "


" antar aku ke rumah livia. "


dave melajukan mobilnya sesuai perintahku..


" kapan kau akan kembali ke kantor pusat bos."


" besok pagi antar aku ke bandara "


" baik bos. "


sesampainya di rumah livia. ku lihat pintu rumahnya masih terbuka dan ku lihat leo berdiri menyambutku.


" malam bos "


" di mana.... "


" di kamarnya bos. "


" nona sudah tidur " ucap leo dan aku pun melangkah ke kamarnya.


leo dan dave pun menutup pintu dan bergegas pergi menuju rumah bi nini.


yang sudah ada ardan se dari tadi menunggu mereka.


ku lihat pintu kamar yang masih terbuka dan ku lihat gadis manis dengan sedikit sisa air mata di pipinya. dalam tidurnya terlihat ia gelisah tak nyaman.


ku selimuti tubuh mungilnya dengan selimut. namun tanganku tertahan saat ia mengengamnya dan kulihat matanya yang masih tertutup.


" ayah... jangan pergi.... jangan pergi. " gumaman livia dalam tidurnya.


aku mendekatinya ikut naik ke atas ranjangnya dan masuk kedalam selimut yang ia pakai.


dalam satu tarikan ku balikkan tubuhnya agar menghadap ku. ku usap pipi yang masi basah itu.


" aku di sini... tenanglah vi. tidurlah yang nyenyak " ku usap kepalanya dan ku cium rambut halusnya.


perlahan livia terlihat tenang dalam pelukku.


namun aku tetep terjaga memeluknya. mengobati rasa rinduku yang lama tak melihatnya. menatap wajah yang selama ini ku inginkan.


" tunggu sebentar lagi vi. aku akan membawamu bersama ku"