
kini suasana di ruangan yang ada di lantai 2 cukup ramai dengan bisik bisik para karyawan di toko jonathan.
" sudah semua sell....? " tanya jonathan.
" sudah co."
seketika suasana jadi sunyi saat jonathan akan mulai brifing di sore hari ini.
" oke. sore semuanya.. aku di sini ingin menyampaikan beberapa hal , mulai besok akan ada karyawan baru yang aku tempatkan di kasir. " ucapnya yang masih menggegam tangan livia sedari tadi.
" dek kenalin gih... " ucapannya yang menatap livia.
" aah ia kak. .. "
" ehmm... perkenalkan kakak nama saya ayesha olivia.. kakak smua bisa pangil saya livia aja. salam kenal, dan kedepannya mohon bantuan nya kak" ucap livia sambil tersenyum.
" ow ya dan livia ini akan berkerja hanya di shif 2 aja nya tiap harinya karna ia masih kuliah di pagi harinya, besok livia akan mulai bekerja, jadi tolong semua bisa membantu livia untuk berkerja dengan baik di sini.
" ia co.. " sahut beberapa pegawainya.
" oke itu aja dari saya. kalian bisa kembali bekerja.
semua karyawan pun mulai meninggalkan tempat itu setelah berkenalan dengan livia satu per satu.
beberapa karyawan ada yang bergosip mlihat tingkah bosnya yang tak seperti biasanya terhadap karyawan baru.
" sell... sini deh.. " tanya nila temen sella.
" apa aan? "
" gadis itu siapa nya coco sih kog kayaknya deket banget sama si bos. sikapnya juga berbeda."
" aku juga gak tau. udah jangan gosip terus. kasih tau yang lain nya jangan bikin ulang sama anak baru. bisa gawat klo coco tau ada yang bikin masalah. "
" iya iya... ngerti gue.
kini tinggal livia dan jonathan di ruangan atas.
" ay ini seragam kerja buat besok."
" siap kak ..!"
" owh iya kak jadi besok aku jam 3 ya kerja nya "
" betul banget.. " ucap jo sambil menoel hidung livia.
" igh kak jo resek.. , nah sekarang aku boleh pulang kan kak. "
" siapa bilang.... ayuk ikut aku " lagi lagi jonathan menarik tangan livia untuk mengikuti langkahnya.
livia menarik narik tangannya yang di genggam jonathan sambil berjalan.
" udah diem aja.. berisik banget si lo. "
mereka pun meninggalkan tempat menuju mobil jonathan yang terpakir di depat tokonya.
" ay masuk dulu" kata jo saat membukakan pintu penumpang untuk livia.
" kita mau kemana?"" kata livia saat mobil sudah melaju ke jalan.
" gue tau lo belum makan... kita makan dulunya. "
" tapi kak... "
" sudah gak usah bantah kakak. lo harus temenin aku makan. "
livia pun mengalah mengikuti ke inginan jonathan.
kini mereka duduk di meja yang tersedia di sebuah rumah makan.
" ay.. kamu makan apa?? "
" hmm aku samain aja sama punya kakak"
segera jo memesankannya. .
mereka menikmati makanan yang tersaji sambil berbicara ringan. terlihat jonathan yang terus bertanya tentang kehidupan yang di jalani livia. hingga jo merasa sedikit terharu mendengar cerita yang di alami livia hingga akhirnya ia memilih kerja sambil kuliah untuk menghidupi kebutuhannya sehari hari.
" jadi sekarang loo kos sendiri ay.. gue salut lo dek. bisa kuat gitu ngadepi semuanya. "
" mw gimana lagi kak. aku udah janji sama ayah mama agar jadi kuat lagi, agar mereka tak kecewa saat melihat aku di atas sana. "
ada sedikit rasa sesak yang di rasakan livia jika menggingat orangtuanya. namun ia menekan rasa sedihnya agar tak cengeng lagi.
" lo tenang aja dek.. sekarang ada aku, kamu bisa berbagi segala keluh kesahmu ke aku. "
" hehhe makasih kak. udah di terima kerja aja aku udah syukur banget kenal kakak "
ada sedikit perasaan senang dalam diri jo saat mendengar ucapan livia. ia bertekat untuk selalu membantu livia, ada saat livia butuh seseorang untuk bersandar.
" ay... aku gak tau kenapa saat aku melihatmu waktu itu. ada perasaan yang hangat saat melihat mu tersenyum" batin jo dalam hatinya menatap livia yang asik menikmati makan sorenya..
" ahhh.. kenyang nya alhamdulillah.. "
" udah kenyak dek.. ayuk aku anterin pulang. "
" lo makannya kak jo kan belum habis. "
" aku udah kenyang liat kamu makan. udah yuk buruan "
" tunggu kak bentar" teriak livia sambil berlari kecil mengikuti langkah lebar jonathan.