
livia duduk di ruang keluarga bersama kedua orang tua nya. berbincang bincang setelah acara makan malam nya, kini orang tua livia ingin mengetaui kehidupan di sekolah anak mereka, hingga membahas tentang teman deket livia.
"via papa dan mama ingin kamu cerita, apapun yang terjadi pada mu," ayah livi mulai berbicara.
" seperti apa laki laki itu via" mama ikut menanyai livia, karna livia tak menjawab apapun sedari tadi.
" maksud mama bill ya maa?? "livia menunduk murung akan masalah kaliini.
"kata mama kamu lagi dekat dengan nya,.... bukan nya dia berbeda viii??" ayah livia mulai menegas ke anak tersayangnya.
"iya yah. kita berbeda.... tapi dari mana mama tau " sambil menatap mamanya.
mama mendekati anaknya di usap punggung tangan anaknya.
" mama sudah tau sayang, kami tak melarang atau membatasi mu untuk berteman dengan siapa saja. tapii kamu harua tau apa yang kami kawatirkan nak" ... ucap mama lembut.
" aku tau maa... tapi ijin kan aku tetep berteman dengan nya. " mata nya mulai berkaca kaca seolah meminta pembelaan dari sang mama.
" tapi jangan terlalu ada cinta livia, kamu masih sekolah, biar ini untuk menjadi motivasi mu jadi lebih rajin sekolah" kata papa.
livia tertunduk ingin menangisi kisahnya yang banyak pertentangan. namun iya tahan. orang tua livia tau dengan apa yang terjadi dengan ank nya. mereka tau bahwa anak nya mulai merasakan yang nmanya cinta., namun mereka harus sedikit lebih tegas karna perbedaan keyakinan yang mereka anut, sesuai agama mereka.
sama halnya dengan di keluarga billy. mereka sama sama menentang anak mereka. lebih parahnya lagi billy bahkan akan di pindagkan sekolah jika tetep pada komitmen nya untuk olivia.
bill pun membuat sebuah perjanjian dengan orang tua nya hingga dia tidak akan lagi di ancam pindah sekolah orang tua nya.
bill tetep menjalani kisah nya dengan olivia dengan penuh kejutan, kenang indah, kebahagian, kata kata sayang, namun tak ad janji di setiap yang mereka laku kan. seakan billy mebuat semua indah untuk mereka dapat kenang hingga akhirnya waktu nya tiba.
livia di buat bahagia tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di kemudian hari. billy sangat menyayangi livia, begitu pun sebalik kan. seluruh guru atau murid di sekolah pun tau akan kisah dan cerita indah mereka. di setiap sudut sekolah pasti ada kenangan di dalam nya.
pikiran livia walaupun mereka berbeda keyakinan, namun tak mempengaruhii kisah mereka. bahkan mereka sama sama mendukung dan saling mengingat kan saat waktu nya untuk ibadah dan tanggung jawab sesuai agama mereka. bagi livia dan billy apapun agama yang mereka anut walau berbeda namun tetep sama tujuan nya.
banyak yang salut akan kisah mereka. mereka begitu kuat dengan perbedaan tersebut. nmun di balik ke tangguhan dan ke bersamaan mereka, akan ada temboh pemisah untuk mereka berdua. dan livia tak tau akan itu.
billy bimbang dengan keputusan yang akan iya pilih. di lain sisi dia sudh berjanji kepada kedua orang tua nya. nmun iya juga terlalu menyayangi livia, ia sadar akan hal itu.
setiap hari nya bill semakin memperlihatkan perasaan sayanh nya ke livia. mereka lebih sering untuk berjumpa di setiap waktu di sekolah atau pun saat libur sekolah. hampir setiap hari mereka akan bertemu. bill lebih sering untuk membuat livia tersenyum agar dapat iya kenang sampai kapan pun. sama hal nya livia. semakin bnyak cinta yang ia rasakan setiap hari nya.
hingga acara kelulusan pun terjadi, bill semakin bimbang tak bisa untuk menghindari nya. bill tak mau ini cepat berlalu.
.
.
.
maafkan aku lili......