
***
2 hari berlalu, livia terlihat cemas dan binggung, livia terus menatap memainkan ponselnya. menghubungi seseorang di sana.
ayah mama livia cemas melihat anaknya resah seperti itu. mereka mulai mengerti dengan keadaan livia saat ini. karna mereka juga ikut dalam rencana antara bill dan kedua orang tuanya.
" maaa aku pergi dulu " ucap livia sambil berlarian dari lantai atas untuk keluar rumah.
" kamu mau kemana?? tanya mama nya.
namun tak di jawab oleh livia.
livia terus berlalu menuju halte yang ada di dekat rumah nya.. di sana livia terburu buru untuk menyetop taksi yang sedang melaju.
taksi pun berhenti. livia memberitau kan tujuan nya. dan sang sopir pun mengantarkan livia.
sesampai nya livia di tempat itu. livia terus menerobos gerbang pintu yang tak di kunci.. di lihatnya pintu rumah mewah itu. di ketuk lah terus meneruh hingga memanggil manggil pemiliknya.
ia berdebar debar karna tak ada satu orang pun yang membuka nya. pikiran nya mulai kalut dengan segala macam prasangka.
ia terngiang ngiang akan kata kata bil terakhir ketemu.
trus saja ia gedor pintu itu dengan memanggil manggil keras.
satpam kompek yang sedang keliling melihat livia dan medekati livia.
" ada apa neng... neng nyari siapa" ?? tanya pak satpam.
" pak... bpak tau pemilik rumah ini ke mana??? tanya livia.
" ow mas bill too... udah pergi neng 3hari yang lalu.. " jawab pak satpam
" kemana pak???? " tanyya lagi livia.
" waktu itu bpak lihat mas bill sama orang tua nya pergi keluar kota neng.. pas bapak tanya katanya papanya pindah gitu neng. "
" kemana pak" livia
" saya kurang tau neng... "
livia mulai lemas dengan penuturan yang pak satpam katakan.
" neng baik baik saja... ?? " tanya pak satpam.
pak satpam pun meninggalkan livia karna tugas kelilingnya yang tertunda.
livia terdiam melihat pintu rumah yang kosong itu. air matanya menetes dalam diam nya. ia seakan engan untuk pergi dari sana.
sesaat ia mengenang segala tentangnya.
livia beranjar berdiri.. ia melihat ponsel nya kembali yang sedari tad berbunyi.
banyak sekali panggilan di sana, mama nya beberapa kali menghubungi nya.. ada juga dari rani dn kevin sahabatnya. namun pandangan nya tertuju di salah satu pesan singkat dadi seseorang yang ia cari.
" maafkan aku.. jaga dirimu... tetep tersenyum.. " itu lah pesan nya.
ia menangiis di buat nya. ia pun mencoba menghubungii bill lagi. namun kali ini nomernya sudha tak bisa di hubngi.
dunia nya seakan menghilang.
dari kejauhan terlihat seseorng yang tenggah mengawasi livia dari kejuhan. ia ingin mendekati nya namun ia tak bisa melakukan apa apa.
lama menunggu seseorang datang menghampiri nya. ia adalah rania
" ayoo kita pulang vii... " ucap rania pada sahabatnya. ia iba melihat kisah temen nya. dengan di bantu rania dan kevin ia pun menuruti kedua temen nya.
livia terdiam di dalam mobil yang di kendarai kevin ia saat ini berada di pelukan rania namun ia seakan engkan untuk berbicara.
tatapan kosong yang menyiratkan sakit hati nya.
perlahan ia melepaskan pelukan rania.
" kenapa??? " ucapnya memandang keluar jendela mobil kevin.
kedua nya terdiam tak menjawab pertanyaan livia.
memang sedari tadi kedua orang tua livia cemas saat anak nya keluar rumah dengan tergesa gesa. hingga mama memangil rania dan menceritakan segala nya. dan akhirnya rania juga kevin yang mengetaui mencari livia. mereka tau sekarang livia di mana dan pasti yakin adanya.
mereka bertiga telah sampai di rumah livia.
tak ada yang berani bersuara. livia terus saja berjalan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas dalam diam tanpa menghiraukan panggilan sekelilingny yang cemas akan ke adaan nya.
###