Is'T Love Story

Is'T Love Story
#61



tak terasa sudah 2bulan ini livia menempati rumah kontrakannya yang baru. keakraban yang timbul dengan penghuni tetangga sebelahnya membuatnya memiliki keluarga baru, kehadiran 4 pria yang bertubuh gagah dan tampan itu membuatnya di lindungi. livia merasa memiliki seorang kakak yang dapat di andalkan.


wajar saja selama ini livia hidup menjadi anak tunggal. ia terkadang merasa iri dengan teman sebayanya yang memiliki kakak laki laki yang menjaga mereka. karna itu livia tak sungkan dengan keberadaan mereka saat ia membutuhkan bantuan.


bi nini juga memberikan perhatian kepadanya, memasakan sarapan untuk livia. dan terkadang juga ikut membantu livia bersih bersih rumahnya jika livia terlihat tak sempat membersihkannya waktu buru buru kuliah atau kerja.


hampir setiap pagi atau malam hari livia, dave, leo, ardan, veri dan tak lupa bi nini berkumpul di meja makan rumah bibi.


namun terkadang jika pria pria itu ada yang sibuk juga mereka tak berkumpul.


dave cukup merasa lelah karna harus bolak balik dari kota a ke kota m karna harus membantu pekerjaan bosnya. tentu saja dave menjalankannya walau banyak mengandung kekesalan dirinya.


hari ini rania dan kevin juga ikut bergabung dengan mereka. semakin hari mereka semakin akrab saja. kevin rania dan livia berkumpul untuk mengerjakan skripsi mereka agar selesai tepat waktu. walau masih di bab awal mereka dengan antusias mengerjakan berharap segera terselesaikan.


keesokan harinya livia mendapatkan kabar bahagia dari jonathan, karna jonathan akan menikahi sisi kekasihnya. jo berencana meminta livia untuk ikut serta di setiap acara wedding party yang akan di lakukan bulan depan.


dengan senang hati livia akan membantu jo nanti pada waktu nya.saat ini ia duduk di meja makan hanya dengan leo very dan ardan aja.


menikmati makanan yang di beli tadi oleh leo.


" kak lee.. bibi mana,?" tanya livia saat duduk di hadapan mereka.


" udah tidur tadi vi... liat noh jam berapa sekarang " jawab leo sambil mengunyah makanannya.


" hehehhe iya kak ... kak dave belum balik kak!! "


" bos masih di kota a. biasa waktunya laporan sama bos besar" jawab very dengan di angguki livia tanda mengerti.


mereka menyelesaikan makanan mereka masing masing dalam diam.


setelah itu mereka berbincang di ruang tv dengan santai.


" kak menurut kalian ni ya.. enak gak si kerja di perusahanan besar ka sandara tempat kalian." tanya livia sambil menatap 3 pria di hadapannya bergantian.


" enak gak enak si.... ya gak! " ucap ardan yang di angguki dua kawannya.


" mmmm... enak nya apa gak enaknya apa? " livia.


" enaknya ya gajinya gedhe, bonusnya lumayan dan yang penting fasilitas dan tunjangannya sip deh " ucap ardan kembali.


livia terlihat antusias saat mendengarkannya.


" tapi .. gak enak juga banyak vi " ucap leo tiba tiba.


" ow yaa. emang apa gak enaknya " via


" kamu tau vi... kerjaan kita itu antara hidup dan mati. " ucap very menakuti livia hingga ia mendapatkan pelototan dari dua rekannya di sebelahnya.


" hahahahah.. just kidding menn." ucap very dengan gurauan. livia sedikit ambigu dengan ucapan veri tadi,


" seriusan kak. gak enaknya apa, akukan juga ingin tau jadi bisa buat bahan pertimbangan nantinya aku kerja pas lulus" tanya livia dengan penasaran.


" tapikan bosnya kak dave jadi santai lah. kak dave kan gak nyeremin kayak bos bos yang di novel atau drama gitu. " livia.


" kata siapa bos gak nyeremin. kamu tau vi julukannya itu apa di dunia bisnis.?? " ucap very tak setuju.


" emang apa kak... aku tak pernah liat kak dave marah. ia baik dan sering senyum saat bicara " livia.


" devil angel atau biasa di sebut devangel " ucap mereka bersamaan.


" haaa.. " livia melonggo tak percaya.


" bos dave itu copy paste yang bos besar, bahkan lebih nyeremin dave dari pada tuan muda anggara " ucap leo.


" masak iya kak dave yang tersenyum seperti malaikat bisa gitu kejam sama orang "


" kamu belum paham si... mereka itu bukan orang sembarangan. kalau ada yang mengusik kehidupan mereka siap siap aja jadi makan hewan pelihatan mereka di sana" ucap ardan sambil meminum teh yang ia baru bikin.


" aah.. udah jangan bikin livia tambah ngeri ntar. yang penting dia adalah penolong kita guys.. inget itu. " ucap leo yang langsung di angguki mereka.


" dah malem. kamu tidur vi, besok aku anterin ke kampus oke " ucap leo kembali.


" tapi kak aku masih penasaran " protes livia.


" udah anak kecil gak boleh bobok malam malam. ayook aku anterin balik " ucap leo sambil mendorong dorong pelan livia agar mau berjalan pulang. livia terlihat kesal karna masih penasaran dengan cerita mereka yang mengantung. tapi mau tak mau ia pun menuruti leo untuk tidur karna besok livia harus menyerahkan tugasnya ke dosen pembimbingnya di pagi hari.


saat leo sudah mengantar livia dan akan kembali livia menarik tangan leo yang membuat leo akhirnya berbalik menatap livia. jantung leo berdetak tak beraturan dan dengan wajah yang memanas saat menatap livia di dekatnya dan mengandeng tangan nya. namun livia tak menyadari perubahan leo menatapnya.


" kak... janji ya! " kata livia tiba tiba.


" apa.... " leo mencoba menetralkan dirinya.


" janji nanti kalau aku lulus bantu aku agar bisa masuk kerja di sana." ucap livia dengan memberikan senyum terbaiknya. leo gugup di buat nya ia melepaskan genggaman tangan livia.


"...." tak ada jawaban dari leo.


" kak.. pliiiss ya. kak lee harus bantu via nanti." ucap livia mengenggam tangan leo memohon.


" ia ia adik kecil. kak lee janji, sekarang tidur ya " ucap leo melepas tangan nya dan mengacak acak rambut livia gemes.


livia mendengus kesal karna rambutnya berantakan. tapi berikutnya ia tersenyum saat mendengar janji leo padanya.


" siap kapten " livia memberi hormat layaknya seorang prajurit. leo bergegas meninggalkan livia setelah membalas hormat yang di tunjukan untuknya.


saat leo berjalan menjauh leo mendengar teriakan livia di depan pintu rumahnya.


" kak leeelee... makasiih. " ucap livia sambil melambai lambaikan tangan nya. leo gemes melihat tingkah livia, namun ia sadar ia tak bisa memiliki livia. namun ia berjanji pada dirinya akan menjaga gadis kecil itu dan selalu ada saat ia membutuhkan.


karna waktu sudah menunjukan tengah malam mereka pun bergegas untuk segera tidur karna esok mereka harus beraktifitas kembali.