
***
pagi ini livia terbangung dengan wajah lelahnya, merasa sedikit pusing namun di abaikan nya. livia lebih memilih diam di kamar merebahkan tubuhnya untuk menghilangkan sedikit rasa pusingnya.
mama livia memanggil untuk mengajak sarapan bersama.
" viii... " di bukanya pintu kamar anak nya.
mama melihat livia sedang rebahan sambil menonton film di laptopnya.
" sarapan dulu nak" ucap mama.
" nanti aja maa... via masih kenyang.! " livia menolak.
" jangan telat makan nanti lambungnya kambuh lagi " bujuk mama.
"mama tenang aja, nanti via turun makan kog, mama sama ayah aja dulu " kata livia yang masih menonton filmnya.
" baiklah... ow ya reuni nya nantik jam berapa nak?? " tanya mama
" jam 7 malam ma, nantik aku bareng sama rania dan kevin ya ma" livia menampilkan senyumanya.
mama menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan kamar livia.
***
kai
" kosongkan jadwal nantik siang hingga malam hari" ucapnya pada asistennya
" mau kemana bos" tanya dave padanya.
" hubungi tuan vian, katakan aku akan berkunjung ke rumahnya" terang kai.
dave bengong sesaat mencerna penuturan kai padanya.
" maksud mu ayah livia " tanya dave dan di balas anggukan oleh kai.
" kamu yakin bos, kau akan menujukan dirimu kali ini " tanya dave tak yakin.
" lakukan lah dave.... " tegas kai saat dave meragukan nya.
dave pun segera melaksanakan perintah tuan mudanya.
***
rumah livia.
siang ini livia melakukan video call dengan rania.
" viaa... aku nantik datang pukul 7 ya" ucap rani di sana.
" oke kalo gitu... menurut mu apa mungkin.... " ucap livia mengantung obrolannya.
" tak usah di pikirkan, oke ada aku dan kevin nantik" ucap ran.
mereka pun asik saling berbicara hingga lamanya.
setelah keduanya mengakhiri obrolannya, livia berjalan ke arah lemari nya, memilih milih gaun apa yang akan ia kenakan nantik. ia memilih salah satu gaun yang pas untuknya.
.
.
.
" viii.. " panggil mama.
" masuk aja ma... " sahut livia dari dalam.
"nantik sore ada rekan kerja ayah akan datang"
" nantik kamu bisa kan ikut menyambutnya " tanya mama duduk di samping ranjangku.
" tapi ma kevin jemput aku jam 7" ucap livia.
" nantik klo kevin belum datang, mau kan nak ikut menyambut tamu, tak sopan jika kau tak terlihat nak" bujuk mama.
" oke ma, tuan putri livia yang cantik ini akan melaksanakan perintah yang mulia ibu ratu.. " celoteh livia membuat mama tertawa riang.
livia mempersiap kan dirinya, ia bergegas untuk membersihkan tubuhnya dan segera mempercantik wajahnya dengan make up yang natural untuk nya.
##
pukul 7 malam. tamu vian tiba di kediaman nya.
" selamat malam tuan vian dan nyonya.." sapa vian dan dave saat vian dan zoy menyambutnya.
" malam... silahkan tuan muda." sapa vian ayah livia.
kedua orang tua livia mempersilahkan tamu nya masuk duduk di ruang tamu.
" ada kepentingan apa tuan muda sampai datang ke rumah pria tua ini" tanya vian sambil sedikit candaan.
" tuan tak perlu memanggil ku seperti itu, kai aja tuan " ucap kai sambil tersenyum.
vian dan zoy tersenyum melihat pria tampan di depannya.
" kalau begitu jangan panggil tuan juga nak kai " ucap mama livia.
" baiklah om tante, dengan senang hati" ucap kai mengakrabkan dirinya.
kai menjelaskan kedatangan nya ke mari untuk membahas bisnis yang mereka jalin.
kai memberikan berkas laporan dari pembangunan yang akan mereka laksanakan.
ayah livia menatap istrinya dan berbisik untuk memanggil livia untuk menemui rekan bisnisnya. namun belum sempat mama livia berdiri terdengar klakson mobil menandakan kedatangan seseorang.
tak lama terdengar langkah sedikit berlari dari lantai atas yang dapat kai dan dave pandang.
perlahan livia menuruni tanga dengan sedikit terburu buru.
kai menatap ke arah livia dengan pandangan mata tak berkedip, kai terpesona melihat gadisnya memakai mini dress berwarna putih yang sedikit mengekspos pundak dan punggungnya, rambut panjang terurai indah, di tambah make up natural,bibir tipis yang berwarna pink, yang membuatnya sempurna.
dave pun ikut terpana melihat livia saat turun.
dave berbisik membuyarkan lamunan kai.
" bro... ada bidadari turun dari khayangan " ucap dave di telinga kai.
kai pun tersadar dan menatap tajam ke arah dave.
" tutup mata mu curut" ucap kai sedikit teriak.
vian dan zoy menatap kai dan dave kaget.
kedua nya tersenyum melihat pria di depannya.
****