Is'T Love Story

Is'T Love Story
#59



dave benar benar memperkerjakan ketiga anak buahnya di kantor bagian CMO (chief marketing officer). namun mereka punya keistimewaan dari bos mereka, untuk bekerja di luar lapangan dengan tujuan menjaga livia secara bergantian. namun mereka tetep di beri kewajiban menyelesaikan tugas kantornya.


kini dave menjadi pemimpin sementara yang di tunjuk oleh bos besarnya. dave memerintahkan sekertaris nya untuk memanggilkan leo saat ini.


tak butuh waktu lama leo pun menghadap tepat di depan dave. dengan wajah santainya dave meneliti setiap ekspresi yang di tunjukan leo. berbeda dengan leo yang berdiri dengan ketegangan.


" kenapa diam... apa laporan hari ini, bukannya kamu yang mengantar livia?? " tanya dave menelisir.


" iya bos. nona livia sudah berada di kampusnya"


" kenapa.... ??"


" apa bos..? "


" kamu leo... apa kesalahan mu!"


" tidak bos. saya tidak.... "


" lalu kenapa kamu tegang.. "


" tidak bos"


" apa kau mulai terpesona dengannya"


" .... ha.. maaf bos, aku takkan berani"


" hahaha... sudahlah tak usah se kaku itu. aku tau kamu yang paling antusias jika menyangkut livia. " leo tak berani menjawab ucapan dave saat ini.


" aku tau livia manis kan. aku juga pernah dulu kayak dirimu. sudahlah. aku tak mempermasalahkan yang penting kamu tau batasan mu. kamu harus inget leo tugasmu hanya menjaganya, "


" aku mengerti bos."


" oke kembalilah berkerja. nanti kalian pulang aja dulu. aku akan pulang telat. kasih tau bi nini ya "


" siap bos.. aku pergi dulu "


dave mengangukan kepalanya, leo pun meninggalkan ruangan dave kala itu.


sesampainya di ruangan nya leo di cerca beberapa pertanyaan dari very dan ardan.


" he leo.. kenapa lemes gitu keluar dari ruangan bos " tanya ardan.


" lemes gue kalau terus gini... "


" santai bro... kita juga sama kog. " jawab very.


" livia kaan. gue juga takut khilaf men" ardan.


" sumpah bos dapet dari mana lagi tu cewek. manis banget" leo.


" iya.. dia itu lucu, gemesin hahahah" very


" cantik lagi" leo


" udahlah inget aja tugas kita kalau mau selamet " ardan


" hahahah. ini ni kalau kita kelamaan jomblo "


mereka bertiga tersenyum kecut mendengar ucapan leo.


" udah udah. kerja lagi. udah siang men"


***


sore ini livia kembali bekerja di toko milik jonathan. ia memilih datang lebih awal sebelum jam kerjanya karna ia ingin menemui bosnya itu.


tok... tokk..


" masuk. "


" kak joo.... " livia masuk ke ruangan jonathan.


" lo kog udah datang ay. " tanya jonathan saat melihat jam tangannya yang menunjukkan jam 2.


" heheheh. gpp kak. sekalian dari pada bolak balik. capek akunya"


" heemb bilang aja pingin cepet cepet minta oleh olehnya kan."


" heheh kakak tau aja."


" tuu.. sekerdus punya mu ay" jo menunjukkan dus di pojok dekat pintunya


" waah ini buat aku aja kak "tanya livia tak percaya.


" iya dek.. itu buat lo semua. ... " jo menyakinkan livia.


" kak... kenapa banyak banget... apa gak pemborosan namanya "


" tenang aja ay.... hehehehe" jo tak merasa pemborosan. karna jo tak mengeluarkan uangnya sama sekali saat membelinya. itupun tak sengaja.


" makasih ya kak.. iya dek. ow ya nanti kalau ada temen kakak datang suruh masuk langsung aja ya. "


" oke kak siap, kak aku ke ruang karyawan aja ya, mw istirahat di sana aja sekalian ngerjain tugas kampus. biar cepet kelar"


" siap bos. hehehhhe" livia memberikan hormat layaknya seorang prajurit.


jo tersenyum melihat tingkah livia yang lucu.


saat livia pergi ia menatap punggung livia hingga menghilang di balik pintu. banyak hal yang ada di benaknya.


lo tau ay. aku seneng ternyata lo itu manis banget. tak heran pria kaku itu bisa jatuh hati padamu. jika saja kita seiman aku akan merebutmu darinya, aku harap dia bisa menjagamu, membahagiakan mu, tak seperti bocah bodoh itu.


kata jo dalam hati.


tepat pukul 6 sore pintu minimarket itu terbuka.


" selamat sore. selamat datang ada yang bisa saya bantu " ucap livia saat seorang pria tepat di hadapannya. pria tampan dengan memakai kacamata hitam terkesan cuek tapi cool. dengan kemeja hitam yang terbuka di bagian kancing atas,dengan lengan yang di gulung sebatas siku.


terlihat pria itu tersenyum melihat kearahnya.


" kak.. ada yang bisa saya bantu,,? " tanya livia lagi saat tak mendapat jawaban darinya.


" saya mau ketemu nathan. apa ia ada nona"


" ada kak. mari ikut saya keruangannya" livia berjalan dengan di ikuti pria itu.


tok tok...


" iya masuk... " jo


" kak.. ini temennya udah datang " livia berkata dengan mempersilahkan pria itu masuk


" silahkan kak.. "


" makasih nona manis "


livia hendak pergi namun jo menghentikan langkahnya.


" ay.. tolong bikinin minum ya "


" oke kak. "


tak butuh waktu lama livia kembali dengan membawa dua gelas minuman dan cake untuk tamunya jo.


" silahkan kak. "


livia pergi dengan keheranan karna sedari tadi pria berkacamata hitam itu menatapnya dengan senyuman manis.


" aneeh.. senyum senyum gak jelas. gila kali ya," ucap livia di balik pintu luar ruangan jo dengan geleng geleng kepala.


di dalam ruangan jo berbincang dengan temannya itu.


" udah buka tu kacamata. eneg gue liatnya,"


" resek lo " kai melepasnya.


ya memang pria itu kai dia juga temen deket jonathan dulu waktu kuliah.


" kenapa si lo gak langsung samperin aja, malah main umpet umpet gak jelas"


" tunggu dia lulus aja nat.. lo tau sendiri hidup gue rumit., dia juga sempet Menerima imbas dari kehidupan ku"


" iya juga si. tapi lo gak takut gitu livia di ambil orang kalau kelamaan"


" hahahah. tak akan terjadi itu nat. masih ada dave dan kawannya yang menjaga gadisku"


" sialan lo. untung aja aku tak jadi saingan lo "


" maksud lo "


" hahah slow men. jangan ngegas. gue bercanda. gue masih ada sisi lo tau itu kan "


" gila loo.. "


" ow ya kai. lo kapan balik lagi"


" nanti malam gue balik. makanya ingin liat walau sekilas. "


" susah emang ya jadi big boss. banyak musuhnya "


tak lama telpon di atas meja jo berdering.


" iya ay. kenapa? "


" kak ini ada yang nyari kakak lagi "


" suruh masuk aja ay. gak usah di anterin. kamu kembali kerja aja "


" oke kak".


tak lama ketukan pintu yang langsung jo persilahkan masuk.


" hai haii.... long time no see bro" ucap seseorang menyapa mereka.