Is'T Love Story

Is'T Love Story
#63



pasangan calon pengantin ini sibuk mempersiapkan segala sesuatunya agar di acara pernikahannya nanti terlihat sempurna untuk keduanya.


livia pun di buat sibuk membantu mereka sesuai ke inginan mereka.


siapa lagi kalau bukan sisi dan jonathan yang selalu merecoki livia agar memberikan sarannya. kini jo mengajak livia tanpa sepengetahuan sisi agar dapat memberikan kejutan untuk calon istrinya.


" ay... yang ini bagus ndak... " tunjuk jo kearah sepasang cincin saat mereka berada di toko perhiasan.


" no kak. yang ini aja. simpel tapi elegan seperti kak sisi. " ucap livia memperlihatkan cincin yang ia pilih. cincin yang terlihat elegan dengan kilau berlian biru di tengahnya.


" oke... aku pilih yang ini" ucap jo pada pelayan itu.


" nona memilih perhiasaan yang tepak tuan. ini cincin desain yang baru launcing 3 hari yang lalu. semoga kalian di berkati tuhan " ucap pemilik toko itu saat menemui Mereka dengan tersenyum tulus.


pemilik toko itu berfikir bahwa livia adalah pasangan jonathan.


" maaf tuan, gadis disebelah ku ini adik saya" kata jo menerangkan.


" maaf tuan saya sudah salah... "


" tidak apa. ow ya tolong pilihkan salah satu perhiasan terbaik kalian untuk adik kecil ku juga " bisik jo didekat tuan pemilik itu.


" baik tuan. "


jo menempelkan telunjuknya di bibirnya sendiri. tanda agar tuan itu tak memberitaukan perintahnya tadi. ia pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


livia duduk menunggu jo yang masih melakukan pembayaran di kasir. livia mendapat pesan dari leo.


" viii.. sepertinya aku agak lama di sini" leo


" kak lee.. apa ada masalah" livia


" bukan masalah besar, di mana kamu sekarang" leo


" kak lee yakin trus kenapa tidak kembali. aku bersama kak jo sekarang" livia


" kalau sudah beres aku akan kembali vii. maaf ya tak bisa mengantarmu sementara ini" leo.


" iya kak.. tenang aja ada kak ar dan kak ry kog di sini " livia.


agak lama leo tak membalas chat livia lagi. livia mengalihkan pandangannya dari ponselnya saat jo ada di hadapannya.


" ay.. kenapa..??" tanya jo saat melihat livia manyun.


" gak papa kak. sudah kah?? " tanya livia sambil tersenyum ke arahnya.


" sudah yuk. balik " ucap jo sambil mengulurkan tangannya ke arah livia.


saat di mobil jo. jo menanyakan ke livia.


" ay.. kamu juga harus hadir di acara pemberkatan nantinya."


" tapikan kak..."


" nanti acaranya outdoor kog. gak di dalam gereja, yaa jadi kamu jangan protes. kamu harus ada di sana "


" heheheh baik lah kak. aku akan menyaksikan janji suci kalian nanti "


terdengar ponsel livia berdering di dalam tasnya. ia pun mengambil nya.


" haloo kak lee...? "ucap livia saat mengangkat telp leo.


" vii apa kau masih bersama jonathan "


" iya kak. kenapa?? "


" bagus lah. berikan ponselnya"


livia memberikan ponselnya ke jo.


" halo... "


" co nathan. .. ......."


" hmmm... "


"......."


" hemmmmb... " ucap jo saat mendengarkan leo Berbicara. livia mengerutkan dahinya binggung karna jo mendadak serius saat ini.


jo pun tersenyum ke livia dan memberikan ponselnya kembali.


" leo mau ngomong ay "


" ya kak lee. "


" vi jaga dirimu ya. aku mungkin sedikit lama di sini. kalau kemana mana minta antar ardan aja ya. yang penting kemana pun kamu jangan sendirian. oke"


" ada apa ini kak. .."


" gak ada apa apa. hehehe. aku hanya kasian aja jika kamu sendirian " leo mencoba menghibur livia agar tak curiga.


" kak leele berlebihan. aku bukan anak kecil lagi "


" iya kak leele tau. tapi inget pesen kakak ya. mungkin kak lee gak bisa temani kamu saat pernikahan co nath. ajak ardan kevin dan rania barengan oke "


" aneeh deh.. iya iya aku tau "


" inget jaga dirimu. aku tutup dulu ya. bye livi... "


" iya kak. byee "


livia yang masih curiga menatap jo tajam agar jo mau memberikan apa yang sebenernya terjadi.


" kak... jelasiin ada apa "


" ada apa nya si ay... "


" kaaak joooo.... "


" hahahah jangan teriak ay hahahahh. gak ada apa apa. leo juga bilang maaf karna mungkin pas acara gak bisa datang. dia juga bilang dave dan kai juga gak bisa datang. gitu aja kog.


livia terlihat berfikir. tapi ia pun mau tak mau percaya aja. karna memang jo terlihat meyakin kan walau sebenernya jo menyimpan sesuatu yang ada di pikirannya kali ini.


jo masih fokus menyetir mobilnya hingga sampai di rumah livia. di sana terlihat mobil kevin yang lebih dulu memasuki halam rumah.


livia turun dengan di ikuti jo.


" kalian di sini " tanya livia melihat kevin dan rania. "


" iya vi.. emang gak boleh kita di sini. "


livia mengandeng rania memasuki rumahnya kini tinggalah kevin dan jo berdiri di samping mobil kevin.


mereka memulai percakapan saat melihat livia masuk di dalam pintu rumahnya.


" co tadi tuan dave telp. katanya di sana mereka masih belum bisa kembali "


" iya vin. tadi leo juga bilang gitu. masalahnya masih belum beres disana, sekarang aja very juga di tarik ke sana"


" trus livia gimana co"


" masih ada ardan di sini. ada kita juga kan "


kevin menganggukkan kepalanya.


jo masih terlihat binggung antara berfikir tentang kai di sana yang tak kunjung kembali dan livia yang akan bertemu adik sepupunya saat di pesta nanti. namun ia hanya diam tak mampu berbicara dengan siapa pun.


" coco tenang aja. kalo co nathan sibuk, biar aku yang di sini sementara waktu. rania juga akan menginap di sini beberapa hari " kevin pikir jo menghawatirkan livia yang tak ada yang menjaganya.


" baiklah kalau gitu. aku balik dulu ya. ada yang harus aku lakukan. bilangin livia ya aku balik dulu.


kevin menganggung dan jo pun pergi untuk mengurus persiapan penikahannya 2 minggu lagi.


" viin mana kak jo.? " tanya livia saat melihat hanya kevin yang masuk.


" co nathan pamit duluan. kan dia sibuk buat pernikahannya nanti. kamu gimana si " kata kevin sambil duduk di sebelah rania.


livia yang mengerti tersenyum.


" kalian jadi nginep di sini kan. "


" iya li.. nanti aku tidur sama kamu ya. biar kevin nanti di rumah bi nini. " kata rania.


" kog di rumah bibi si. kan di sini ada kamar tamu. kamu tidur di situ aja vin. "


" gak vi.. itu bukan tempatku "


" haa.... " livia tak mengerti ucapan kevin.


" maksudku. kan di sana ada kak ar. jadi biar aku ada temennya " jawab kevin. ia sebenernya tak berani untuk menempati kamar di depan kamar livia karna kamar itu hanya di peruntukan tuan muda kai. jadi ia tak berani memasukinya.


" iya juga ya. biar kalian gak mesum di rumah ku " kata livia sambil menatap rania dan kevin yang cengar cengir saat ini.