Is'T Love Story

Is'T Love Story
orangemart



rangga kelimpungan dengan perintah kai yang ingin mengembalikan ingatannya secara mendadak. pasalnya metode untuk penyembuhan nya tidak seinstan yang di inginkan kai. akan ada resiko saat memaksakan untuk kinerja otak kai pasca kecelakan.


namun ia mencoba segala metode untuk penyembuhan kai. walau butuh waktu yang cukup lama namun perlahan hasilnya terlihat kemajuan nya.


dave pusing saat ini karna tak dapat mendapatkan kabar tentang bodyguart nya yang memang ia tugaskan untuk menjaga livia. seakan anak buahnya itu menghilang entah kemana.


" what the.... shiiit!! " saat ia menghubungi seseorang untuk menyelidiki livia.


" secepatnya kalian cari nona muda, bila perlu cari di seluru penjuru kota"


dave terlihat kesal karna informasi yang ia dapatkan.


2 bodyguard menghilang. orang tua livia meninggal bahkan kini livi tak menempati rumah itu, malah perusahan ayah livia sudah beralih kepemilikannya.


" apa yang terjadi sebenarnya " ucap dave menghela nafas berat.


" gila kalau kai tau bisa di ajar habis habisan gue. untung dia lupa ingatan "


" ada kesalahan yang kau buat dave, sampai aku harus menghajar mu" tanya kai saat masuk dan mendapati gumaman dave.


" shiiit.. kau mengagetkan ku bos"


" kau mengumpatku dave "


" tidak bos... " dave segera membenarkan posisi berdirinya saat melihat tatapan tajam yang di tunjukan untuk nya.


" ayo temani aku makan siang" kai berlalu meninggalkan ruangan dave dengan di ikutinya.


dave merasa lega karna kai tak curiga padanya. dengan segera kai dan dave berjalan menuju mobil yang sudah tersedia di depan lobi. mereka bergegas untuk pergi karna waktu nya makan siang.


***


orangemart*


" permisi kak... " sapa olivia kepada salah satu pegawai di sana, saat di dalam mini market.


" iya... ada yang bisa saya bantu!! "


" saya mau bertemu dengan kak jonathan. apa saya bisa bertemu dengannya"


" apa sudah buat janji sebelum nya, "


" sudah kak."


" tunggu sebentar ya"


karyawan itu meninggalkan livia untuk menyampaikan pesan kepada bosnya.


tok... tok


" masuk... " titah pria di dalam ruangan.


" co ada yang nyari di depan. katanya sudah buat janji "


jonathan yang asik sedang memeriksa laporan penjualan pun. menatap suara karwayannya itu.


" siapa... "


" maaf co aku lupa tak tanya namanya tadi... "


ucapnya sambil menunduk karna kesalahan nya.


jonathan pun berdiri dari kursinya untuk mencari tau siapa yang mencarinya.


" adek kecil... kamu sudah datang " ucapnya saat melihat kehadiran gadis yang ia jumpai kemaren.


livia kaget dengan tepukan di bahu nya dari belakang saat ia tengah asik memperhatikan para pekerja di sana.


" astaga.... kakak... ngagetin aja. untuk gak copot ni jantung. "


sesampainya di ruangan jo. livia mengedarkan pandangannya yang menatap setiap sudut ruangan yang tertata rapi dengan desain klasik. cocok untuk jonathan.


" dek duduk dulu.. " jonathan tersenyum melihat kepolosan livia .


" ah iya kak.


" oke... sekarang bahas pekerjaan langsung atau ngobrol santai nii "


"kerja dulu deh kak "


" oke... gini kamu bisa kerja di shif 2 ya.. itu di jam 3 sampai jam 10 malam. nantik akan ada beberapa karyawan yang akan mengajari mu. kapan kau siap mulai siap kerjanya. "


" besok aku udah bisa kak mulai kerjanya "


" sip... jadi besok kamu aku tempatkan di kasir ya."


" kak... makasih yaa.. tapi aku sedikit takut kak "


" kenapa...? "


" heheh.. ini pertama kalinya aku kerja. jadii..... "


" tenang aja di sini semua baik kog... kan ada aku juga. klo ada masalah yang gak kamu tau jangan malu bertanya"


" heheh oke kak. "


jonathan dengan sabarnya menjelaskan apa aja yang harus di kerjakan livia saat kerja hingga pembahasan masalah gaji.


hingga kini mereka mulai mengobrol santai di ruangan itu dengan canda tawa. bahkan beberapa karyawan yang melewati ruangan itu sampai bisa mendengar gelak tawa mereka.


" ow ya kak.. karna sekarang kamu bosku aku harus pangil pak atau tuan nii..


" enak aja lo.. gue masih muda seger gini di pangil pak.. "


" hehehhe.. terus harus pangil apa dong"


" seperti biasa kamu pangil aja dek.. senyaman kamu. oke "


" tapi kak.. nantik klo yang lain liat kan gak enak "


" dedek cantik... semua di sini juga manggil nya coco kog.. jadi gak usah kawatir. "


" heheh siap co,"


" kog aneh ya jika kamu yang panggil.. seperti biasanya aja dek klo panggil.


" oke kakak. .. tp jangan pangil aku adek dong. gak enak ni sama yang lainnya. pangil nama aja ya kak. "


hmmmm.. terlihat jo sedang menimang nimang ucapan livia.


" oke aku pangil ay aja ya "


" noo noo.. itu bukan namaku. "


" bukannya nama lo ayesha... "


" haaa.. iya si kak. tp kan... " jo menyela ucapan livia.


" udah gak usah protes.. yuk ikut aku"


livia pasrah saat jo menarik tangannya ikut keluar menuju beberapa karyawan yang ada di depan.


" sella.... kumpulkan semua di ruang brifing. sisakan beberapa untuk menjaga toko sebentar."


ucap jo pada pegawainya sambil naik tangga untuk ke lantai dua dengan mengandeng tangan livia.