
terlihat para dosen dan rektor menyambut kedatangan dua pria berbadan tegap penuh wibawa dan berkarisma.
dave dan kai duduk di kursi yang di sediakan di dpan ruang rektor sebelum memasuki aula.
mereka berbincang bincang dengan penuh sanjungan yang di teruntukkan sang ceo.
dari jendela ya memang terlihat di depan kai dan dave. nampak 3mahasiswa yang melintasi ruangan mereka. kai yang melihatnya trus menatap hingga ia tak memperhatikan ucapan seseorang di depan nya, hingga ke 3 kawan itu tak terlihat lagi dari ujung jendela. kai tersadar saat dave menyikut lenggan nya pelan.
dave berbisik ke telingga kai saat ia telah sadar.
" fokuslah bos " kata dave.
kai pun berdiri dengan wajah datar nya.
" mari bisa kita mulai hari ini " ucap kai tegas.
para dosen dan rektor menunjukan jalan untuk kai menuju aula. bodyguard berjejer di depan pintu aula untuk tetep melindungi bos mereka.
" berlebihan sekali" ucap livia saat pandangan nya melihat bodyguard yang berjejer di luar dan sebagian di dalam aula.
" sultan ma bebas vii" jawab kevin.
rania hanya terdiam menatap penuh kagum ke arah seseorang yang sedang memulai berbicara di dpan sana. sma halnya denga. gadis gadis yang lain di sana.
kai berbicara dengan santai namun juga tegas. iya berwajah datar namun terkadang juga memberikan sedikit senyuman di selah selah bicaranya.
sama hal nya dave, ia juga menjadi sorotan para gadis muda di sana. dave memiliki wayah yah tampan sama dengan bosnya.
sesaat mereka break sejenak. dengan di selingi kata kata dari petinggi kampus.
dave berbisik ke kai.
" kayak nya kita bakal buka fansclub bos" ucapnya.
" maksud mu.... " kai tak mengerti dengan aa yang di ucapkan dave.
" banyak gadis yang melihati kita " nooh lihat lah " kata dave penuh arti.
kai pun tak mengubris ucapan dave.
kini tatapan nya tertuju pada seorang gadis yang terlihat tak menghiraukan nya sedari tadi.
livia memang tak terlalu memperhatikanya yang telah ia jelaskan. livia terlihat lebih asik dengan kedua sahabatnya. dan juga di sebelah livia terlihat pria yang mendekati livia. mereka se akan saling melempar senyum.
kai cukup kesal dengan respon livia.
***
" ini untuk mu... " sambil seuntai bunga ke arahnya
" untuk apa?? " jawab kevin yang melihat kejadian itu.
" liii... bolehkah aku dekat dengan mu. " ucap pria itu. tanpa mengubris kevin.
livia tersenyum ke pria itu.
" maaf ya kita berteman saja. " ucapnya selembut mungkin.
kevin segera berdiri untuk mengubah duduk nya berganti dengan livia.
" makasih yaa bunga nya cantik. tapi maaf temen ku tak membutuhkan kekasih" ucap rania yang melihat sedari tadi.
pria itu pun pergi dan mereka bertos ria dengan suka cita, sambil tertawa puas.
" ayoo kita cabuut... udah mau selesai juga " ajak rania.
mereka pun meninggalkan tempat dan menuju taman untuk bersantai sambil menikmati minuman dan snake yang ia beli saat di kantin.
***
acara sudah berakhir seluru mahasiswa pun peninggalkan aula. kai dan dave hendak menuju meninggalkan tempat, namun di hentikan salah satu bodyguard nya yang bertugas menjaga livia jika di luar rumah.
" bos... " bodyguard itu mendekati dave.
" ada apa" ucap dave.
bodyguard itu membisikan sesuatu dan memberikan sebuah benda kepadanya.
sesudah nya ia pun bergegas pergi untuk melanjutkan tugasnya.
kai mengerutkan keningnya menatap dave dan benda yang ia pegang.
kai rebut benda itu dari dave.
dave berbisik sesuatu. senyuman pun timbul di sudut bibir kai.
" ada kesematan untuk ku menemuinya" ucapnya lirih.
mereka pun pergi meninggalkan tempat itu. di ikuti para penjaganya.
***