Is'T Love Story

Is'T Love Story
amnesia



***


" kaii... apa kau bisa melihat ku, kau bisa mendengar ku..... " ucap rangga sambil memeriksa.


" hmmm aku tak buta dan tuli bodoh " ucapan lirih kai yang lemah dengan nafas berat saat mendengar pertanyaan dokter itu.


***


kai perlahan melepas alat bantu pernafasan yang menutup hidung nya.


dengan memegang kepalanya ia berusaha duduk di ranjang pasien nya. rangga pun tak mampu melarang kai yang tak mau berbaring.


" kai jangan banyak gerak. tubuhmu masih lemah"


" aku masih mampu membunuh mu di sini, dave aku kenapa??" tanya kai tak menghiraukan rangga.


" bos kau mengalami kecelakaan saat akan kembali ke indo" ucap dave menghampiri kai.


" memang ini di mana?? "


" kita di pulau king bos, aku membawa mu untuk memulihkan lukamu dan bersembunyi "


" sembunyii..... kau pikir aku siap dave! "


"bukan nya kita akan membuka cabang di australi, bahkan aku mw membeli pulau ini"


ucap kai panjang lebar.


dave menatap rangga yang sama terbinggung mendengar kai. bahkan ia sudah menjalani bisnis di australi selama 3tahun dan pulau ini kai yang memiliki. bagaimana bisa ia tak tau tentang itu.


rangga pun bergegas memeriksa.


" kai.. kau ingat siapa aku??"


" kau.... dokter curut yang **** itu lah.. bagaimana bisa aku lupa"


" apa yang kau ingat terakhir kamu lakukan"


" kita baru menghabisi ******** yang merebut alicia, ow yaa apa alicia baik baik saja. apa ia mencariku "


" haaaaaa..... " ucap dave tegang. bahkan kejadian itu sudah terjadi 4 taun lalu.


" bos kau tau tahun berapa sekarang "


" 02 november 2010"


kai nampak pusing, segera rangga membantu kai untuk berbaring. ia memeriksanya.


setelah itu rangga pun mendekati dave


" dave, bos mu mengalami amnesia retrograde, itu sejenis kehilangan memori untuk peristiwa yang baru terjadi"


" tapi kenapa kai masih menginggal soal alicia"


" sebagian memorinya yang beberapa taun terakhir sementara hilang itu akibat kecelakaan itu "


" gimana biar bisa mengingatnya lagi"ucap dave bingung dengan kondisi bosnya saat ini.


" itu butuh waktu,kita tidak bisa memaksanya untuk mengingatnya karna akan membuatnya kesakitan"


" baiklah... aku akan mencoba berbicara"


dave pun mendekati lagi bosnya itu.


" bos dengarkan aku, saat ini awal taun tahun 2015. dan pulau king ini sudah menjadi milikmu selama 3 tahun ini, kita juga sudah menjalankan perusahaan di australi.


" apa yang terjadi dave, " kai semakin pusing mendengar ucapan dave.


seakan ia melihat potongan puzzle di memorinya.


rangga pun menghentikan dave saat ingin memaksa memberi tau keadaannya.


" kau istirahatlah dulu.... " dave pun meninggalkan rangga dan kai di sana. ia pergi karna ingin menyejukkan pikiran nya yang terlalu banyak beban.


dave merasa ada yang ia lupakan, namun ia tak mengingatnya. ia pikir pekerjaan nya sudah terurus semuanya.


dave bergegas menemui bodyguard nya untuk memeriksa pekerjaanya.


***


seminggu berlalu


saat ini rangga dan kai duduk berdua.


kai sudah membaik. walaupun smpai saat ini ia masih belum mengingatnya.


" nga.... "


" hmmm, apa kau masih pusing?? "


kai pun menggelengkan kepalanya.


" apa yang sebelum nya terjadi dengan ku "


rangga mencoba menatap pasien di depannya.


" kai aku akan bercerita, tapi jika kau tak mampu mengingat atau merasa pusing, tolong jangan di paksa. "


" hmmm, aku akan coba"


" kau mengalami kecelakaan saat membawa mobilmu tanpa pengawalan, saat itu kau akan kesuatu tempat yang dave dan lain nya tak mengetaui nya, kau bersi keras tak boleh ada yang mengikuti mu "


kai terlihat terdiam.


rangga pun melanjutkan ucapanya


" saat kau mengalami kecelakaan itu, dirimu koma selama 4 minggu, aku sudah berusaha semampuku"


" apa ada masalah serius sebelumnya "


" aku dengar dave bilang kalau ada orang yang ingin mencelakai mu, "


" nga... bagaimana dengan alicia"


" setau ku dulu kau tak ingin lagi mengenalnya. bahkan kau tak mau ad yang menyebutkan nama nya lagi "


" kau yakin itu aku"


rangga pun mengangguk yakin.


" apa kau pusing "


" sedikit"


" jangan di paksa"


terlihat dave menghampiri ke 2 sahabatnya itu.


" bos kau sudah baikkan "


" hmmm... kapan kita kembali dave "


" besok pagi kita kembali bos"


" tapi kita tak bisa menetap di kota m lagi. kita akan menetap di kantor pusat kota a bos"


" waaoow... sepertinya aku sudah menjadi pria sukses ya, sampai kita buka cabang di kota m "


" bos. kau harus ingat bahwa kini kau adalah pengusaha sukses yang berpengaruh di negaramu "


***