Is'T Love Story

Is'T Love Story
# 68



livia berjalan ke arah leo dengan tetesan air mata yang sedari tadi livia tahan. terlihat kak leele mendekatiku dan tersenyum merangkulnya untuk berjalan keluar dengan di ikuti kak ar.


leo membawa livia masuk mobil duduk di kursi belakang. saat ia akan pindah kedepan untuk mengemudikan mobil. livia menarik lengannya mengeleng tanda jangan pergi.


" oke.. aku panggil ardan dulu "


" dan lo yang nyetir ya... " ardan pun menoleh ke arah livia dan tersenyum ia pun berbalik untuk mengemudikan mobil untuk mengantar pulang.


kini livia duduk dengan kak leo di sampingnya. ia mengusap kepalanya agar lebih tenang.


" kak.. jangan melihatku " ucap livia membelakangi nya.


" tak apa. sini... " kak leo membalikan tubuhnya menghadap luar dan ia pun menyuruh livia untuk bersandar di belakangnya.


ardan yang melihat dari kaca spion ia pun mendapat tatapan tajam dari kak leo.


" dan. nyetir yang bener. "


" iya iya. "


aku merasa lelah. aku capek, akupun hanya memejamkan mataku.


tak lama mobil yang di kendarai pun sampai di rumah.


" vii udah sampai. viii.... "


tak terasa livia tertidur dalam punggung leo


" sepertinya dia ketiduran le.. "


" waduh bisa gawat ini dan. lo angkat deh, aku tak berani " keluh leo.


" aku si mau aja le. tapi ogah sayang nyawa gue "


"heemb. oke. oke buruan bantu gue buka pintu " leo pun membawa livia dalam dekapannya.


dengan ardan yang membukakan pintu agar leo dapat masuk dengan mudah.


saat leo meletakkan tubuh livia di ranjangnya. livia pun membuka perlahan matanya yang sebam.


" kak leee... "


" kamu butuh sesuatu vi, kenapa bangun heemmmb? " tanya nya lembut di depannya.


" kak.. makasih, "


leo tak membalas ucapan livia. leo hanya tersenyum dan mengelus puncak kepalanya.


" kak ... apa aku terlihat bodoh dan menyedihkan, "ujar livia dengan menundukkan kepalanya.


" egh kata siapa. hanya orang bodoh yang menyia nyiakan mu vi "


" udah gak usah di fikirkan lagi, kau jauh lebih bahagia sekarang "


" heheh makasih ya kak. "


" iya. gitu dong senyum. ngini kan cantik " ucap leo menggoda livia.


" sekarang tidur lagi ya. kakak balik dulu "


" tunggu kak. kog pakean kak leele baju pelayan di pestanya kak jo "


leo baru sadar ia masih memakai baju pelayan sedari tadi.


" owh itu hehehehe. aku... kerja sambilan vi heheeh" ucap leo gugup.


livia mengerutkan keningnya tak percaya.


"hehehe, udah jangan melihatku seperti itu. istirahatlah. " ucap leo pergi meninggalkan livia di kamar.


" huuft. ada yang aneh di sini, kak leele bukannya ada di kota a dan gak bisa pulang, trus tadi kog tiba tiba datang itu aja pkek baju pelayan lagi, kak ardan juga sepertinya marah banget liat billy. oowh maksud tuan muda itu siapa ya?? "


sudahlah biar esok aja aku tanya. ucap livia.


livia pun masih mengingat kejadian tadi saat berdua bersama billy.


" bill... aku melepasmu. aku harap kau juga bisa bahagia di sana. walau kita tak bisa memiliki aku tetep menyayangimu. " tangis livia membasai pipinya dengan mendekap guling di sampingnya ia pun perlahan tertidur kembali karna merasa lelah menangis.


leo yang sedari tadi tak benar benar pergi. ia mendengar ucapan livia saat ia di balik pintu kamar livia yang tak tertutup rapat.


" vii. lupakan dia, walau kau bukan untukku tapi aku takkan diam saja saat ada yang menyakitimu siapapun itu, antara billy dan tuan muda nanti, atau siapapun itu aku akan melindungimu vi. " ucap leo dalam hatinya.


leo tak peduli dengan siapapun itu jika ada yang nyakitinnya akan menjadi musuhnya. leo menyukai livia namun ia sadar ia hanya penjaga livia, ia tak dapat memilikinya.


" malam bos "


" di mana.... "


" di kamarnya bos. "


" nona sudah tidur " ucap leo dan kai pun melangkah ke kamarnya.


leo dan dave pun menutup pintu dan bergegas pergi menuju rumah bi nini.


yang sudah ada ardan se dari tadi menunggu mereka.


kai lihat pintu kamar yang masih terbuka dan kai lihat gadis manis dengan sedikit sisa air mata di pipinya. dalam tidurnya terlihat ia gelisah tak nyaman.


kai menyelimuti tubuh mungil livia dengan selimut. namun tangannya tertahan saat livia mengengamnya dan terlihat matanya yang masih tertutup.


" ayah... jangan pergi.... jangan pergi. " gumaman livia dalam tidurnya.


kai mendekatinya ikut naik ke atas ranjangnya dan masuk kedalam selimut yang ia pakai.


dalam satu tarikan ia balikkan tubuhnya agar menghadap kai. dengan lembut kai berikan usapan di pipi yang masi basah itu.


" aku di sini... tenanglah vi. tidurlah yang nyenyak " kai usap kepalanya dan di cium rambut halusnya.


perlahan livia terlihat tenang dalam pelukannya.


namun kai tetep terjaga memeluknya. mengobati rasa rindunya yang lama tak melihatnya. menatap wajah yang selama ini ia inginkan.


" tunggu sebentar lagi vi. aku akan membawamu bersama ku"


kai tak berniat untuk memejamkan matanya. ia ingin menikmati sediam moment saat ini. wajah livia terlihat damai dalam dekapan tubunya. hingga tiba waktunya sang mentari menerbitkan sinarnya di pagi hari. kai mendengar langkah seseorang yang smakin mendekat.


" bos. kau jadi pergi sekarang " tanya dave di balik pintu kamar livia.


kai pun tanpa menjawab ucapan dave, ia mengangkat sedikit kepala livia perlahan, untuk membenarkan posisi tidur livia. kai pun duduk dengan terus menatapnya.


" aku pergi dulu ya vi. tunggu sebentar saja. " bisik kai dengan mencium kening livia.


kai pun menyelimuti livia memberikan kehangatan di pagi hari. dengan tenangnya livia masih tertidur dengan damai.


kini kai membuka pintu yang tepat di depan dave.


" kau berisik sekali dave."


ia pun berjalan mendahulu i dave untuk segera kembali.


leo dan ardan berdiri di depan pintu untuk menyapa bos mereka.


" pagi bos " ucap mereka serempak.


" biarkan via tidur, jangan menggangunya, "


" dan kau leo, aku harap kau tau batasanmu dalam menjaganya "


" jaga dia. aku pergi dulu"


ucap kai yang langsung pergi meninggalkan mereka dengan di ikuti dave di belakangnya.


ardan menatap leo yang tegang.


" hahaha.. untung aja mulut yang berbicara masih selamat le. hampir aja melayang tu nyawa jika pistolnya yang berucap"


" sialan loo. nasib deh jadi jongos gini banget ya " ardan menertawakan leo yang kesal mengerutu.


" sudah sudah. yuk kita sarapan dulu " ardan mengajak leo kembali ke rumah bi nini.


di kamar livia merasakan aroma parfum yang membuatnya tenang dan nyaman.


livia menghirup dalam guling yang ia dekap. masih terasa parfum kai yang menempel di sana. dengan perlahan livia membuka matanya dengan senyuman di pagi hari.


" hemmmb.. enak banget " livia mengendus endus gulingnya.


" looo.. siapa ya, aku berasa ada yang memelukku, dan parfum ini.... seperti aku pernah menyiumnya "


livia mendudukan tubuhnya di ranjang dengan pikirannya yang mencari tau.


leo pun membuka pintu kamar livia dengan membawakan segelas coklat hangat kesukaan livia.


" sudah bangun vii... " sapa leo berjalan ke arahnya