Is'T Love Story

Is'T Love Story
heboh



suasana kampus ramai cukup memekik kan telinga. di kampus heboh akan kehadiran salah satu pembisnis muda yang telah sukses di usia mudanya.


kasak kusuk mahasiswi mengosipkan nya, kekaguman dari ketampanan dan kekayaan tuan muda itu sudah ramai di perbincangkan sedari pagi. suasana aula sudah ramai di padati para mahasiswa, terutama kaum hawa yang ingin menyaksikan secara langsung penampilan tuan muda itu.


di rumah


jam menunjukan pukul 9 pagi livia bergegas berangkat memulai hari nya.


" maa yaah.. aku berangkat yaa" pamit livia.


" tunggu vii... " ayah menghentikan langkah anaknya.


" papa dengar rekan kerja ayah akan menghadiri seminar dikampus mu" tanya ayah.


" siapa yah.... "


" owh iya hari ini ada seminar yah "


" ayah mengenalnya" tanya livia.


" iya itu salah satu rekan bisnis ayah.. nanti kamu akan bertemu dengan nya " ucap ayah.


" apa dia juga setua ayah wkwkwkwkw" ucap livia sambil tertawa lepas...


" ow tidak sayank,, kamu akan terpesona melihatnya nantik " jawab ayah nya sambil tersenyum penuh arti.


" masaak... " ucap livia sambil menyungingkan mulutnya mengejek ayah nya.


mama tersenyum melihat interaksi ke duanya.


" baik lah aku berangkat dulu.. telat nantik " pamit livia sambil menciumi tangan dan pipi kedua orang tuanya.


saat livia bergegas ayah meneriaki anaknya yang sudah agak berjauhan.


" jika ketemu, kirim salam dari ayah ya viii.... " teriak ayah yang tak di jawab livia.


orang tua livia saling menatap dan tersenyum penuh arti.


" akhir dia mulai menunjukan dirinya maa"


" semoga anak kita bahagia ya ma.. "


ucap ayahnya tersenyum ke arah istrinya.


***


pintu apartemen berbunyi menandakan seseorang memasuki kode untuk masuk ke dalam.


" bos bos.... " panggil dave pada bosnya.


tak ada sautan dari dalam.


dave membuka pintu kamar bosnya, namun tak terlihat sosoknya. dave melihat ke arah kamar mandi yang bergemericik air.


" pasti semalam dia pusing nii" ucap dave.


dave duduk di ranjang bosnya itu sambil memainkan ponsel, menatap laporan laporan dari emailnya.


" kebiasaan.. "


" ayo cepatlah... kau lelet sekali! " dengus dave dan berlalu meninggalkan kamar bosnya.


15menit cukup untuk kai merapikan penampilannya.


dia terlihat tampan penuh karisma.


" wah waah.. kalau aku jadi perempuan sepertinya aku akan terpesona melihat penampilan mu hari ini bos " ucap dave melihat bosnya yang sudah rapi.


" udah bosan hidup kau dave" kai menatap tajam sahabat sekaligus asistennya.


" baiklah tuan muda.. mari kita beraksi " ajak nya sambil mendorong tubuh kai agar segera berangkat.


" mulai besok jangan masuk apartemen ku seenak nya dave" kai memperingkatkan dave.


" anda terlalu lama untuk membuka tuan " jawab dave sambil melajukan mobil nya.


" jika ada gadis di dalam, kau akan menakutinya dave" eyel kai.


" mana ada gadis yang mau dengan orang dingin sepertimu bos " ejek dave tanpa takut dengan tatapan bosnya.


kai menatap kesal ke arah dave di dpan nya.


dave tertawa di balik kemudi nya.


" daveeeee... " bentak kai saat melihat asistennya menertawakan nya.


dave terdiam dan mulai serius menatap jalan di depan nya.


suasana menjadi hening hingga kai mulai pembicaraan kembali.


" dia sudah datang dave??? " tanya nya


" sudah bos, namun iya belum berada di aula." ucap dave cepat.


kai pun diam kembali.


***


suasana aula padat penuh peserta yang ingin menghadirinya.


livia rania dan kevin masih berada di kantin karna mereka ingin bersantai sebelum acara di mulai.


"lo tau gak... kampus kita heboooh banget yank" ucap kevin menatap rania.


" bener itu yank. katanya si ceo itu ganteng banget " rania membalas kevin..


" awas mata jangan jelalatan " ucap livia ke arah rania. .rania mendengus menatap livia dan kevin saat mereka tertawa mengejek rania. .


" awas kamu yank" ancam kevin


" oke honey" jawab rania.


livia geleng geleng melihat tingkah rania.


" yuuk guys let's gooo... " ajak rania menarik tangan kevin dan livia.


***