
***
2 tahun kemudian.
di kampus livia menjadi gadis idaman para mahasiswa. tak hanya kecantikan nya namun juga kepribadiannya yang selalu ceria dan ramah kepada siapa saja. livia juga termasuk mahasiswi yang smart, ia semakin terlihat dewasa.
livia mengemudikan mobil nya menuju halaman parkir, perlahan ia pun menuruni mobil nya menuju taman untuk bertemu rania dan kevin. dari jauh rania melambaikan tangan nya saat melihat kedatangan livia.
" viiaaa... " teriak rania dari kejauhan.
" udah dari tadi kalian" tanya livia saat sudah di hadapan kedua nya.
" baru aja kog... " ucap kevin.
" ayuuuk... bentar lagi kelas mulai.. " ajak livia.
mereka bertiga pun berjalan bersama. meskipun rania dan kevin sepasang kekasih, tapi tak membuat livia minder akan hubungan mereka. mereka selalu bisa saling menghargai, sama sama menyayangi sesama sahabatnya. bahkan meski livia ada di antara rania dn kevin tak membuat livia canggung dengan kemesraan mereka.
banyak tatapan mahasiswa yang memuja livia. namun tak ada satu pun yang berhasil menaklukan hati nya, livia seakan menutup hatinya rapat rapat. ada yang mencoba mendekatinya namun livia selalu menolak secara halus, dengan berbagai alasan. ia seakan menghindar dari yang nama nya cinta.
dalam hati livia, ia hanya ingin menunggu dan menunggu. walau sakit ia tak pernah membenci masalalunya.
***
di lain tempat, seorang pria sedang menatap tumpukan dokumen yang harus segera iya kerjakan, ia pun memulai nya dengan segera mungkin. agar bisa meluangkan waktu untuk urusan pribadi nya.
tok... tok.. suara pintu di ketok dari luar.
" masuk " ucap kai dari dalam sana.
" bos... hari ini sepertinya anda akan sibuk. " ucap sang asisten santai.
kai menatap tajam ke arah nya. dave pun seakan tw dengan kekesalan bos nya.
dave pun membicarakan semua jadwal pertemuan yang akan di hadiri hari ini.
kai hanya menghela nafas nya dalam dalam saat mendengarkan dave berceloteh.
" gimana kabarnya....? " tanya kai dengan tajam.
" via.... seperti biasa ia ada di kampus nya"
" dan tetep cantik seperti biasa nya " ucap dave menggoda bosnya.
" pergilaah... tetap lakukan seperti biasa" perintah kai tegas.
" oke oke.... " dave pun berlaku meningalkan kai dengan tumpukan pekerjaan nya.
" baiklah.... tunggu hingga 2 atau 3 hari lagi. " jawab dave.
" terlalu lama dave" sangah kai.
" lihatlah tumpukan dokumen di depan mu masih banyak. bagaimana bisa kamu meninggalkan tugasmu. " omel dave pada kai.
" baiklah atur secepat nya " kai pun menutup sepihak telp nya.
kai membuka laptop yang ada di dpan nya. ia sesaat melihat foto yang ada di dalm layar itu dengan senyun mereka. di liatlah gadis pujaannya.
"baiklah..... sebentar lagi kita akan bertemu via" gumam nya.
setelah nya ia pun memulai aktivitas nya agar segera terselesaikan.
***
kevin dan rania saat ini duduk berdua di banggu taman kampus. mereka seakan dalam keadaan tegang akan apa yang mereka bahas.
" yank... bill kemarin hubngin aku. " ucap kevin lirih.
rania pun melotot ke arahnya, ia menoleh ke kanan ke kiri takut livia mendatangi mereka.
" ngapain lagi tu cowok" ucap kesal rania saat mendengar kevin menyebut nama nya.
" dia nanyai kabar via... " jawab kevin.
" trus kamu jawab apa" tanya rania kesal.
mereka berbica dengan keadaan berbisik sambil melirik lirik takut ketauan.
" aku bilang dia baik baik sajaa... dan sudah bahagia. " ucap kevin sambil menatap rania.
" lebih baik jangan cerita via tentang nya. .. jangan sampek ia menyakiti nya lagi "
" cowok *****... gilaa... males aku bahasnya " ucap rania emosi.
" kmu ngatain aku yank!!!! " selidik kevin.
" bukan kamu yank... iii kamu gk ngerti banget sii " ucap rania cepat. takut kevin ngambek.
" siapa yang ***** ran??? " tiba tiba livia mengagetkan kedua kekasih itu.
***