Is'T Love Story

Is'T Love Story
penjaga livia



livia membuka matanya perlahan memandang sebelahnya. serasa kehilangan sesuatu yang membuatnya nyaman.


livia tak bisa menemukan siapa pun di sana. tapi livia merasa ada yang aneh dengan diri nya. livia perlahan beranjak untuk ke kamar mandi, namun kepalanya berdenyut merasakan pusing. pelan pelan ia terduduk di sandaran ranjangnya dengan memegang kepalanya nyeri.


mama livia masuk ke kamar livia dengan membawa bubur dan segelas air putih. saat melihat anaknya yang sudah terjaga. segera mama mendekati nya.


" sudah baikan nak, apa masih pusing. " tanya zoy sambil menyentuh kening livia.


" sedikit pusing maa, ma tolong aku mw ke kamar mandi" ucap livia lemah.


mama menuntun tubuh livia perlahan. dengan penuh perhatian mama membantu livia hingga kembali mendudukkan tubuhnya di ranjang.


" makan dulu nak, biar gk lemes lagi "


livia pun menurut dan menghabiskan bubur buatan mamanya, ia pun juga dengan nurut meminum obatnya.


selesainya mama pergi untuk mengembalikan bekas makan livia. berganti ayah yang memasuki kamar anaknya. dengan senyuman ayah duduk di di samping livia. livia menyenderkan kepalanya di dada ayahnya dengan manja.


livia ingin mengungkapkan rasa penasarannya sedari tadi.


" yah.. apa semalem aku tidur dengan mu"


" itu tidak mungkin sayang, kalau aku tidur di sini bagamana dengan mama mu pasti akan cemburu melihat anak gadis nya merebut suaminya " ucap ayah dengan candaannya.


" apa ada seseorang selain ayah di rumah ini" ucap livia nyaman dengan elusan ayahnya.


" siapa.. jelas ada mama dan bibik di rumah ini" ayah livia memberi penjelasan.


sedikit kawatir livia akan marah jika mengetau sebenarnya.


" bukan itu yah. tp maksud nya..... ah tw ah... mungkin ku cuma mimpi " ucap livia binggung.


" memang anak ayah ini mimpi apa sih"


" entahlah yah... "


" kou bisa cerita ke ayahmu ini sayank"


" aku merasa semalem ada yang memelukku. bahkan aku mendengar suara nya sangat jelas, "


" .... " ayah memandang anak nya lekat.


" mimpi itu terasa nyata buat ku, " livia menatap ayahnya yang sedari tadi diam mendengarkan ocehannya.


" ayah percaya gak dengan ku" tanya livia.


" livia.... dengarkan ayah. mungkin sudah seharusnya kau tau ini nak" ucap ayah mengenggam tangan anaknya.


" kau tak mimpi anakku, semalam memang ada seseorang yang menjaga mu "


" maksud ayah " tanya livia menyela.


" selama ini .. ada yang selalu menjagamu. walau kau tak pernah mengenalnya, tapi ia bisa menjaga mu dengan baik"


" sesibuk apapun dia rela untuk menjagamu. ayah bahkan tak pernah menyangka jika anak ayah ini memiliki pelindung"


" siapa.... bukan hantu kan yah" livia merinding.


" hehehe... tak kan lama kau akan bertemu lagi dengan nya."


" dia nyata, pria yang terlihat datar namun penuh ekspresi jika itu menyangkut anakku ini " ucap ayah menoel hidung livia.


" jika tak ingin pergi, kenapa sekarang tak ada" ucap livia sedikit kecewa.


livia merasa kehilangan rasa nyamannya seperti semalam.


" dia pria sibuk nak, banyak pekerjaan yang harus di lakukan nya. ia perpesan tak kan lama, "


" apa tuan putri ini merindukan pelukannya hemmm" goda ayah.


" iiih kenal aja gak, ayah jahat. masak anaknya di peluk orang lain diem aja, kalau aku di culik gimana hayo "


" hheehe iya ya mau gimana lagi. pria itu yang selalu membantu ayah untuk menjaga mu, jadi ayah si percaya padanya"


" sudah berapa lama yah??? "


" hmmm semenjak kamu masih sma nak. ia menemui ayah untuk mengijinkan menjaga mu "


livia tertunduk merengkuh tubuh ayahnya. sedikit tak percaya dengan penuturan ayah nya. namun ia semakin penasaran siapa sebenarnya pria yang menjaganya itu.