
***
di suatu tempat malam ini pria paru baya berdiri dengan menatap foto yang ada di jemari tangan nya dengan penuh senyuman yang terlihat meyeramkan.
" tuan kami sudah menemukan gadis itu " ucap salah satu bawahannya.
" trus ikuti mereka semua... aku ingin melihat keponakan ku hancur " ucapnya tajam.
" tapi maaf tuan, sampai saat ini kami belum menemukan jejak tuan muda. "
" trus kan pencarian mu, dan awasi gadis itu, mungkin dia akan menemuinya suatu saat nanti "
" baik tuan"
***
livia sedang memperhatikan setiap materi yang di jelas kan oleh dosen nya. sedari tadi ponsel nya menyala dalam mode silent, beberapa pangilan tak terjawab sedari tadi.
kini kelas pun usai. livia bangkit bersama temannya untuk meninggalkan ruangan. saat asik berjalan dengan rania ia terkejut karna kevin menghentikannya tiba tiba.
"vii.. ayahmu.... " kevin mengagetkan
" ayah kenapa vin?? "
" om vian masuk rumah sakit vi! "
" apaaaa.... " ucap rania dan livia bersamaan.
bergegas mereka menuju tempat ayah livia dirawat. tak lupa livia pun mencari ponsel nya. ia terkejut ternyata sedari tadi mama mencoba menelpon nya.
sesampainya di rumah sakit. livia berlari menuju ruang yang telah ia ketaui tempat ayahnya di rawat. livia melihat mama nya yang duduk di temani bi ana dan supir ayah.
" mama.....? "
" livia.... anakku."
" maa ayah kenapa ma hiks hiks" livia menangis di pelukan mamanya.
" berdoa lah nak.. ayahmu kuat, ia pasti baik baik saja. " mama mencoba menenangkan livia.
" gimana keadaan om vian tan? "
tanya kevin saat mendekati mereka.
" ayah livia kena serangan jantung " ucap mama dengan lemah.
" gak mungkin ma. selama ini ayah tak perna punya penyakit itu, ayah selalu hidup dengan pola yang sehat" livia menatap mamanya
" mam juga tak tau via... tadi di kantor tiba tiba ayah mu sakit. mama di beritau sekertarisnya "
tak selang beberapa waktu dokter membuka pintu icu.
" dokter... bagaimana keadaan suamiku" tanya mama livia.
" nyonya tenang saja, tuan sudah melewati masa kritisnya, saat ini tuan vian masih harus di rawat, saya sarankan tolong jangan buat tuan tertekan."
" apa saya boleh menemuinya"
" silahkan tapi jangan terlalu lama. tuan butuh istirahat maksimal"
" trima kasih dok"
" baiklah saya permisi"
kini livia dan mama menemui ayah nya yang masih tertidur.
ayah yang terbangun menatap istrinya, ia berbicara terlihat lirih.
" maa pangil kevin kesini. buat livia pergi dulu, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu dan kevin"
" ia yah "
mama mendekati anaknya
" vi kamu ajak rania beli makan dulu, dari tadi kan belum makan "
" owh iya maa "
" yah aku pergi dulu ya! " ucah livia mendekati ayahnya.
***
se perginya livia. mama kini duduk di samping suaminya dan kevin yang berdiri di sebelahnya.
" kevin om minta tolong... "
" om jangan banyak pikiran, om tenang aja. masalah livia dan tante, aku akan menjaganya" ucap kevin kawatir.
" iya yah. jangan pikirkan apa apa dulu" mama menenangkan.
" tidak bisa ma, aku taku terjadi sesuatu dengan livia "
" vin tolong kamu cari tau keberatan tuan muda anggara. kamu pasti bisa mencarinya "
" maksud om kai anggara. pemilik perusahaan KA SANDARA. "ucap kevin bingung.
" ia nak. selama ini nak kai yang menjaga livia "
" bagaimana mungkin om. livia bahkan tak perna bercerita tentang nya"
" memang selama ini kami menyembunyikan itu nak. beberapa waktu lalu nak kai menghubungi om "
" ia berpesan untuk menjaga livia karna ia harus pergi mengurus bisnisnya. tapi sampai saat ini dia belum kembali "
" maksud om... "
" kamu tau ia orang penting di negara ini. banyak orang yang ingin menjatuhkannya, itu kenapa ia tak perna menunjukan livia selama ini, om pikir sesuatu terjadi padanya, aku kawatir livia juga ikut dalam masalah"
" livia pasti tak tau akan hal ini " ucap kevin tak percaya.
"beberapa hari ini di kantor om terjadi masalah, seolah seseorang ingin menjatuhkan kami "
" aku mohon jaga livia, cari tau di mana tuan muda anggara "
" akan aku coba om. om tak usah kawatirkan livia. aku bisa menjaganya "
" makasih nak. sekarang aku tenang bila suatu saat nanti.... "
" cukup yah... kau akan sehat kembali. kita akan bersama seperti dulu"
mama memeluk suami nya. kevin yang melihat segera meninggalkan kedua orangtua livia.
" lex.. tolong selidiki keberadaan tuan anggara, dan coba cari tau ada masalah apa di perusahan ayah livia." ucap kevin saat menelpon seseorang.
" baik tuan "
***