
weekend adalah hari di mana beberapa orang untuk dapat beristirat atau meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga atau kerabat mereka .
namun di hari minggu sore ini livia sedang asik berkumpul dengan sahabat nya .
duduk sambil berbincang di salah satu cafe biasanya .
" hai guys ... " sapa billy yang datang bersama dengan livia .
" hai ... " ucap kevin dan rania saat melihat kedatangan mereka .
" kalian barengan " tanya kevin .
" ia tadi aku minta jemput billy ... "
" ow ... " kevin sedikit tak suka . namun livia cuek aja . dan billy mencoba membiasakan diri agar dapat dekat lagi dengan kawannya saat sma dlu .
" gimana kabar mu vin " tanya billy.
" ya lo liat kan . gue sehat " ucap kevil sinis.
." keeeviiiiiiin " teriak livia dan rania kesal.
namun kevinnya hanya cuwek saja.
livia memberi kode pada rania agar memberikan waktu untuk mereka kembali akrab .
" ow ya yank ... aku ada sesuatu yang mau aku beli sama via, kamu di sini ya. kalian ngobrol aja dulu " ucap rania dan pergi dengan livia .
" tapi yaank ... "
kevin kesel saat di tinggal hanya berdua saja dengan sahabatnya dulu .
saat 2 gadis itu sudah pergi mereka mulai mengobrol.
" aku nganggu kalian ya vin ..." tanya billy namun tak mendaat jawaban dari lawannya.
" yadah gue pergi dulu. " ucap billy lagi yang akan beranjak .
" tungguu ... " kata kevin menghentikan pergerakan billy .
" duduk lah ... " ucap kevin lagi .
mereka saling diam canggung hingga pelayan menaruh pesanan mereka di atas meja .
" silahkan kak ..."
" iya makasih .. " ucap kevin dan billy bersamaan. dan pelayan itu pun tersenyum dan bergegas pergi .
" billy .... "
" viin ...." sapa mereka bersamaan . dan membuat mereka tersenyum bersamaan .
" tingkah kita masih sama ya viin , kesukaan kita juga sama" ucap billy membuka percakaan .
" dan lo tetep aja resek ... " jawab kevin dengan sedikit senyuman .
" vin ... lo masih marah ya "
" gue marah kalau lo macem macem sama via ..."
" gak kan vin .. kita sudah menyelesaikannya . "
" aku harap si gitu ... "
" jadii .. "
" iya begoo .. gue maafin . " ucap kevin dan membuat billy tersenyum.
kedua pria itu pun berbaikan dan mulai bercanda seperti dulu lagi. hingga rania dan livia menghampiri mereka dengan beberapa paperbag berisi pakaian untuk keduanya .
" wah wah ... kayaknya aku harus kerja keras deh buat ngisi atm ku lagi men ... " ucap kevin pada billy dan melirik beberapa belanjaaan kekasihnya .
" hahah .. maaf yank . aku khilaf !" ucap rania nyengir.
livia dan billy tertawa melihat kedua pasangan di depannya .
" vii mulai kapan lo masuk kerja " tanya kevin.
" besok vin...kenapa?"
" emang lo udah pamitan co nathan vii "
" udah donk ... seminggu yang lalu aku udah pamit. malah kak jo yang nyuruh cepet cepet buat ngirim cv ke sana. seneng banget tu orang gue resign"
" hahaha .... udah gak kuat gaji lo kali .. " ucap rania.
tawa pun terdengar dari yang lainnya.
tepat pukul 7 mereka memutuskan untuk pergi dengan kevin yang pulang dengan rania dan billy yang mengantar livia pulang .
di mobil .
" biil .. lo jadi besok balik " tanya livia.
" iya li .. kenapa! "
cukup lama livia tak menjawab ucapan billy.
" lii.. kamu tau tujuanku kesini . .. "
" apa ...?" tanya livia lirih .
" aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik baik saja, dan bahagia ... "
livia memalingkan pandangannya agar tak terjangkau dari penglihatan billy .
" dan karna sekarang aku sudah melihatmu... aku akan pergi dengan tenang kali ini. "
" maaf .... maaf jika aku pernah me..." ucapan billy terpotong karna ucapan livia .
" aku merindukan mu ..." ucapan livia lirih . matanya pun memerah .
billy yang sudah mengetaui segera meminggirkan mobilnya untuk berhenti.
ia pun menarik livia kedalam pelukannya. dan itu mampu membuat livia melelehkan air matanya .
" heey ... aku sudah bilang. aku hanya ingin melihat senyumanmu , bukan seperti ini."
billy mencoba menatap livia. menghapus air matanya .
" aku juga merindukanmu lii ... oke jadi jangan gini lagi. sekarang kamu harus bahagia, walau kita jauh tapi aku gak kan mengabaikanmu."
" iya aku tau... moga kamu juga bahagia di sana."
akhirnya billy pun mengantarkan livia untuk kembali . karna hari sudah malam.
sesampainya di rumah livia turun dengan billy dan terlihat dave dan leo telah menunggu mereka di teras rumah.
" malam kak ... " ucap billy dan livia menyapa .
" kalian sudah pulang .... " tanya dave .
" iya kak ... aku istirahat dulu ya .. bill hati hati ya. " pamitnya dengan masuk kedalam rumahnya .
" leeo masuklah temani livia... " perintah dave dengan datar.
" iya bos"
leo meninggalkan dua pria itu yang masih berada di luar.
" kamu jadi balik besok bill." tanya dave .
" iya kak .. besok pagi aku kembali."
" apa livia tau ??"
billy menganggukkan kepalanya .
" baiklah .... "
" aku pamit ya kak .. " ucap billy dengan menatap lekat pintu rumah livia yang tertutup. seolah ia terlalu berat untuk pergi.
" ya pergi lah ...livia sudah ada kita di sini ." ucap dave dengan menepuk pundak billy dan ia pun mulai memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan halaman rumah livia .
seperginya billy. dave melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah livia.
" mana via..." tanya dave saat hanya melihat leo di dapur sedang memasak.
" mandi bos .. bos mau makan juga " ucap leo bertanya.
" gak ... buat kalian aja. " ucap dave datar dengan duduk menarik kursi di meja makan .
tepat saat masakan matang livia keluar dengan baju tidur dan rambut yang di balut handuk.
" haah .. udah matang kak .." mata livia berbinar saat melihat makanan di depan meja.
" kamu kebiasaan vii ... keringin dulu rambutnya " ucap dave dengan menarik kursi sebelahnya agar livia duduk .
" entar aja kak ... laper nii ... waaaah " livia langsung aja menyambar piring untuk mengisi masakan yang sudah di buat leo tadi.
" masuk angin nantik. "dave memperingati.
" gak akan kak ... ayoo kaka makan juga"
ucap livia dengan mengunyah makanannya.
" pelan pelan viii .... " kini leo yang memperingatinya, karna makan dengan lahapnya livia terus saja makan.
sesudah acara makan itu kini dave berbicara kembali.
" mulai besok kamu berangkat bareng mereka aja vi" ucap dave dengan mengarahkan matanya ke arah leo.
" iya kak .... "
" besok kamu pelajari semuanya dengan sekertaris ku .... "
" tapi kak ... kog aku jadi sekertaris si. aku kan bukan di jurusan itu. " keluh livia.
" aku lagi butuh tambahan sekertaris soalnya. udah gak usah protes.aku kan bosmu di sana" ucap dave dengan tersenyum penuh arti.
" iigh .... sombong ameet. baru juga jadi wakilnya tuan anggara sudah bangga."
leo dan dave tertawa melihat livia yang cemberut.
" udah cepet tidur. kalau besok kesiangan awas aja . ayo lee .. " ucap dave dan mulai meninggalkan livia .
###