Is'T Love Story

Is'T Love Story
#72



weekend adalah hari di mana beberapa orang untuk dapat beristirat atau meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga atau kerabat mereka .


namun di hari minggu sore ini livia sedang asik berkumpul dengan sahabat nya .


duduk sambil berbincang di salah satu cafe biasanya .


" hai guys ... " sapa billy yang datang bersama dengan livia .


" hai ... " ucap kevin dan rania saat melihat kedatangan mereka .


" kalian barengan " tanya kevin .


" ia tadi aku minta jemput billy ... "


" ow ... " kevin sedikit tak suka . namun livia cuek aja . dan billy mencoba membiasakan diri agar dapat dekat lagi dengan kawannya saat sma dlu .


" gimana kabar mu vin " tanya billy.


" ya lo liat kan . gue sehat " ucap kevil sinis.


." keeeviiiiiiin " teriak livia dan rania kesal.


namun kevinnya hanya cuwek saja.


livia memberi kode pada rania agar memberikan waktu untuk mereka kembali akrab .


" ow ya yank ... aku ada sesuatu yang mau aku beli sama via, kamu di sini ya. kalian ngobrol aja dulu " ucap rania dan pergi dengan livia .


" tapi yaank ... "


kevin kesel saat di tinggal hanya berdua saja dengan sahabatnya dulu .


saat 2 gadis itu sudah pergi mereka mulai mengobrol.


" aku nganggu kalian ya vin ..." tanya billy namun tak mendaat jawaban dari lawannya.


" yadah gue pergi dulu. " ucap billy lagi yang akan beranjak .


" tungguu ... " kata kevin menghentikan pergerakan billy .


" duduk lah ... " ucap kevin lagi .


mereka saling diam canggung hingga pelayan menaruh pesanan mereka di atas meja .


" silahkan kak ..."


" iya makasih .. " ucap kevin dan billy bersamaan. dan pelayan itu pun tersenyum dan bergegas pergi .


" billy .... "


" viin ...." sapa mereka bersamaan . dan membuat mereka tersenyum bersamaan .


" tingkah kita masih sama ya viin , kesukaan kita juga sama" ucap billy membuka percakaan .


" dan lo tetep aja resek ... " jawab kevin dengan sedikit senyuman .


" vin ... lo masih marah ya "


" gue marah kalau lo macem macem sama via ..."


" gak kan vin .. kita sudah menyelesaikannya . "


" aku harap si gitu ... "


" jadii .. "


" iya begoo .. gue maafin . " ucap kevin dan membuat billy tersenyum.


kedua pria itu pun berbaikan dan mulai bercanda seperti dulu lagi. hingga rania dan livia menghampiri mereka dengan beberapa paperbag berisi pakaian untuk keduanya .


" wah wah ... kayaknya aku harus kerja keras deh buat ngisi atm ku lagi men ... " ucap kevin pada billy dan melirik beberapa belanjaaan kekasihnya .


" hahah .. maaf yank . aku khilaf !" ucap rania nyengir.


livia dan billy tertawa melihat kedua pasangan di depannya .


" vii mulai kapan lo masuk kerja " tanya kevin.


" besok vin...kenapa?"


" emang lo udah pamitan co nathan vii "


" udah donk ... seminggu yang lalu aku udah pamit. malah kak jo yang nyuruh cepet cepet buat ngirim cv ke sana. seneng banget tu orang gue resign"


" hahaha .... udah gak kuat gaji lo kali .. " ucap rania.


tawa pun terdengar dari yang lainnya.


tepat pukul 7 mereka memutuskan untuk pergi dengan kevin yang pulang dengan rania dan billy yang mengantar livia pulang .


di mobil .


" biil .. lo jadi besok balik " tanya livia.


" iya li .. kenapa! "


cukup lama livia tak menjawab ucapan billy.


" lii.. kamu tau tujuanku kesini . .. "


" apa ...?" tanya livia lirih .


" aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik baik saja, dan bahagia ... "


livia memalingkan pandangannya agar tak terjangkau dari penglihatan billy .


" dan karna sekarang aku sudah melihatmu... aku akan pergi dengan tenang kali ini. "


" maaf .... maaf jika aku pernah me..." ucapan billy terpotong karna ucapan livia .


" aku merindukan mu ..." ucapan livia lirih . matanya pun memerah .


billy yang sudah mengetaui segera meminggirkan mobilnya untuk berhenti.


ia pun menarik livia kedalam pelukannya. dan itu mampu membuat livia melelehkan air matanya .


" heey ... aku sudah bilang. aku hanya ingin melihat senyumanmu , bukan seperti ini."


billy mencoba menatap livia. menghapus air matanya .


" aku juga merindukanmu lii ... oke jadi jangan gini lagi. sekarang kamu harus bahagia, walau kita jauh tapi aku gak kan mengabaikanmu."


" iya aku tau... moga kamu juga bahagia di sana."


akhirnya billy pun mengantarkan livia untuk kembali . karna hari sudah malam.


sesampainya di rumah livia turun dengan billy dan terlihat dave dan leo telah menunggu mereka di teras rumah.


" malam kak ... " ucap billy dan livia menyapa .


" kalian sudah pulang .... " tanya dave .


" iya kak ... aku istirahat dulu ya .. bill hati hati ya. " pamitnya dengan masuk kedalam rumahnya .


" leeo masuklah temani livia... " perintah dave dengan datar.


" iya bos"


leo meninggalkan dua pria itu yang masih berada di luar.


" kamu jadi balik besok bill." tanya dave .


" iya kak .. besok pagi aku kembali."


" apa livia tau ??"


billy menganggukkan kepalanya .


" baiklah .... "


" aku pamit ya kak .. " ucap billy dengan menatap lekat pintu rumah livia yang tertutup. seolah ia terlalu berat untuk pergi.


" ya pergi lah ...livia sudah ada kita di sini ." ucap dave dengan menepuk pundak billy dan ia pun mulai memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan halaman rumah livia .


seperginya billy. dave melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah livia.


" mana via..." tanya dave saat hanya melihat leo di dapur sedang memasak.


" mandi bos .. bos mau makan juga " ucap leo bertanya.


" gak ... buat kalian aja. " ucap dave datar dengan duduk menarik kursi di meja makan .


tepat saat masakan matang livia keluar dengan baju tidur dan rambut yang di balut handuk.


" haah .. udah matang kak .." mata livia berbinar saat melihat makanan di depan meja.


" kamu kebiasaan vii ... keringin dulu rambutnya " ucap dave dengan menarik kursi sebelahnya agar livia duduk .


" entar aja kak ... laper nii ... waaaah " livia langsung aja menyambar piring untuk mengisi masakan yang sudah di buat leo tadi.


" masuk angin nantik. "dave memperingati.


" gak akan kak ... ayoo kaka makan juga"


ucap livia dengan mengunyah makanannya.


" pelan pelan viii .... " kini leo yang memperingatinya, karna makan dengan lahapnya livia terus saja makan.


sesudah acara makan itu kini dave berbicara kembali.


" mulai besok kamu berangkat bareng mereka aja vi" ucap dave dengan mengarahkan matanya ke arah leo.


" iya kak .... "


" besok kamu pelajari semuanya dengan sekertaris ku .... "


" tapi kak ... kog aku jadi sekertaris si. aku kan bukan di jurusan itu. " keluh livia.


" aku lagi butuh tambahan sekertaris soalnya. udah gak usah protes.aku kan bosmu di sana" ucap dave dengan tersenyum penuh arti.


" iigh .... sombong ameet. baru juga jadi wakilnya tuan anggara sudah bangga."


leo dan dave tertawa melihat livia yang cemberut.


" udah cepet tidur. kalau besok kesiangan awas aja . ayo lee .. " ucap dave dan mulai meninggalkan livia .


###