Is'T Love Story

Is'T Love Story
tuan putri



***


gadis dengan penuh pesona melangkahkan kakinya di hadapan 4 orang yang sedang duduk menatap kagum ke arahnya.


sesaat livia tersenyum menganggukkan kepalanya ke arah dua laki laki di depan orang tuanya.


" selamat malam tuan" sapanya dengan sopan.


kai dan dave hanya bisa tersenyum melihat pesona gadis itu.


livia mendekati mamanya,


" ayah maa... aku pergi dulu ya. kevin sudah di depan. " pamit livia.


zoy mama livia berdiri melihat anaknya, ada sedikit kekawatiran di matanya.


" kamu yakin sayank... untuk menghadirinya?? " tanya mama memastikan.


" mama tenang aja, aku tak apa" jawabnya meyakinkan.


" vii bersenang senanglah " ucap ayahnya mengijinkan.


" siap yang mulia " celoteh livia membuat semuanya tertawa di buatnya.


" baiklah aku pergi dulu" livia menyalami orangtuanya.


" mari tuan tuan. saya permisi dulu" pamit livia kepada dua pria tampan di depan nya.


" silahkan tuan putri" ucap kai tanpa sadar.


kai tersadar saat melihat tatapan ke tiga orang di sekitarnya.


livia pun pergi dengan kevin dan rania menuju tempat berkumpulnya acara reuni.


#di dalam mobil.


" mobil siapa vii " tanya rania saat melihat temannya memasuki mobil kevin.


" ow tamu rekan kerja ayahku ran. " ucap livia.


bergegas mobil kevin melaju ke tempat tujuan.


***


seperginya livia. terlihat guratan kekawatiran di wajah mama livia. ia menatap suaminya dengan pandangan sendu.


ayah livia hanya bisa sedikit menenangkan istrinya.


" mama tenang aja, anak kita tau apa yang terbaik untuknya. percayalah" ucap ayah livia menggengam tangan istrinya


kai yang melihat ikut mencoba menenangkan, bahwa semuanya akan baik baik saja.


" om tante tenang saja, saya selalu melindunginya di luar sana. " ucap nya meyakinkan.


vian dan zoy menatap tuan muda di depannya. mereka merasa bersyukur ada yang melindungi anak mereka.


" trima kasih nak kai" ucap mama tulus.


kai pun memandang tajam ke arah dave.


" oke bos, tenanglah. .. " ucapnya menatap kai.


" om tante klo gitu kami pamit dulu, malam tante om " pamit kai dan dave dan segera meninggalkan kediaman ayah livia.


***


sesampainya di mobil kai duduk di samping dave yang mengemudikan mobilnya.


" kita langsung ke lokasi bos? " tanya dave


" apartemen " ucapnya dengan garang.


dave melajukan ketujuannya.


" jika kau resah kita bisa mengawasinya langsung bos" ucap dave menatap kegelisahan kai.


kai pun tak menanggapi ucapan dave padanya, ia memilih memejamkan matanya.


namun sesampainya di apartemen ia sedikit uring uringan tak tenang, imbasnya yang selalu menjadikan dave sasaran ke gelisahan nya.


" ampun klo kau terus mondar mandir dan menyalahkan ku, aku mending pulang aja " ucap dave kesal padanya.


tak lama ponsel dave berdering.


" hmmm " gumam dave saat mengangkatnya.


"....."


" apa kau yakin!! " ucap dave memastikan.


" ...."


" baiklah, trus kan pekerjaan mu bodoh. awasi terus jangan ada masalah" ucap dave saat mendengarkan seseorang itu.


ia pun mengakhiri obrolan di ponselnya.


" livia sudah sampai di tempat, seperti nya si curut tak datang" kata dave.


dave tak mengatakan kebenaran yang iya dapatkan info dari anak buahnya tadi.


kai terlihat sedikit tenang dengan informasi yang di beri assistennya.


kai memilih ke kamar pribadinya meninggalkan dave di ruang tv santai.


pukul 10 malam dave mencoba memasuki kamar kai, karna sedari tadi kai tak keluar dari tempat itu. dave melihat kai yang baru keluar dari kamar mandi.


" cepat laah, temuii gadis mu.. ini sudah malam " ucap dave ambigo.


kai menatap dave terkejut.


" dia belum pulang " tanya kai tergesah gesah sambil memakai pakain casualnya.


" sudah cepat... ikuti aku bos! aku jelaskan nanti. " ucap dave bergegas meninggalkan kamar dan pergi dengan di ikuti bosnya itu.


***