Is'T Love Story

Is'T Love Story
#55 KR**



kevin yang mendapat telp dari jonathan pun cemas tapi ia juga merasa tenang saat livia sudah membaik.


kini ia duduk di dalam ruang yang tertutup di salah satu restauran. sedari tadi ia sedikit gugup karna ada beberapa pria berbadan besar tegak dan sangar berjaga di depan pintu masuk.


kini ia duduk di depan seseorang yang banyak di takuti di dunia bisnis., siapa lagi jika bukan dave.


" malam tuan.... saya kevin temen livia"


" saya dave asisten tuan muda anggara "


ucap dave berkenalan.


" di sini aku ingin tau apa yang terjadi dengan nona livia selama tuan kai tak ada "


" banyak hal yang terjadi tuan, aku harap tuan muda anggara bisa kembali menjaga livia "


" itulah yang menjadi tujuan ku kesini"


terlihat kevin menceritakan rentetan kejadian yang di alami livia dan keluarga. dave nampak mendengarkan dengan serius, bahkan dave terlihat penuh amarah saat mendengarnya.


"kenapa tuan anggara tak datang langsung untuk menemui livia "


" untuk saat ini masih ada beberapa masalah yang harus iya selesaikan. untuk itu aku di sini untuk mewakilinya."


" dan karna aku tau nona bekerja dan tinggal di kos itu... untuk sementara aku hanya bisa mengawasinya saja. tolong kamu jaga ia sementara hingga tuan muda kembali"


ucap dave dengan tegas.


" itu sudah tugas ku tuan tak perlu kawatir. tapi saya harap tuan muda tidak menyakitinya "


" itu takkan terjadi. "


mereka mengakhiri pertemuan nya. dan kevin pun bergegas meninggalkan tempat itu.


***


esok harinya, pagi ini kevin dan rania mengunjungi livia di kosannya.


" asalamuallikum... " salam rania.


" walaikumsalam.. " tak lama livia membuka pintu. belum juga livia menyapa mereka namun rania segera memeluk tubuh kecil livia.


" viii maafin gue yaa... aku gak maksud buat kamu sedih " ucap rania saat memeluk.


" eegh...." livia menatap kevin seolah bertanya ada apa dengan rania. kevin hanya mengidikkan bahu nya dan berjalan masuk meninggalkan mereka yang masih berpelukan di depan pintu.


" viiii... hiks hiks.. "


" ehh kog lo nangiis..." livia melepas pelukannya dan melihat rania heran


" kamu marah beneran yaa... iya aku tau aku salah.. maafin aku, aku janji gak akan nuduh kamu lagi"


" lo udah enakan vii... " tanya kevin


" lo tau dari mana gue sakit"


" kemaren co nathan telp gue."


" oowh... "


" ni makan dulu vii... udah aku bawain "


" ahhh.. aku ngerepotin kalian trus ya"


" udah gak usah ngedrama cepet makan. "


rania mencoba kembali trus berbicara, iya takut kalau livia akan menjauhinya karna sifatnya kemaren.


livia tak perna mempermasalahkan itu. bahkan ia tak pernah menyalakan rania. kini suasana kembali ceria. tiga sahabat yang saling melengkapi setiap kekurangan dan kelebihan mereka masing** .


" egh guys... gimana menurut kalian klo aku cari kontrakan aja. aku ngerasa kurang nyaman aja kos terus. rasanya kayak aneh aja. tapi kalau kontrak rumah walau kecil tapi kan aku bisa leluasa mw ngapain aja."


usul livia.


" menurut aku sih iya juga vi. jadi saat kita kesini gak harus di batasi waktu " ucap kevin yang di angkuki rania.


" ia mau ketawa aja gak bebas. qita bantu cari deh klo memang kamu mw pindah "


" tolong kalian bantu surve yaa.. aku kan sekarang udah jadi sibuk kerja. mana sempet nyarinya. "


" lo tenang aja vii.. "


" eeh tapi jangan terlalu mahal. kecil juga gak papa yang penting aman lingkungannya, maklum gue kan gadis kinyis kinyis. jangan cari yang rawan ya hehehehe"


.


" udah lo gak usah kawatir.. yang penting lo tinggal beres aja vi"


" makasih ya... " kini livia memeluk sahabatnya itu.


" lo libur kan hari ini. biar kita temenin ya "


" ia kak jo kasih 2 hari libur ni.. kita nonton drakor aja yu ran .... "


" nah ide bagus tuu.. seharian liat oppa"


" yaaa.. kumat. " dengus kevin memilih tiduran di ranjang livia. sedangkan kedua gadis itu duduk selonjoran di karpet bawah dengan menonton drama.


kevin tertawa saat melihat rania dan livia menangis karna pendapati adegan yang menyedihkan untuk mereka. kadang mereka akan berteriak histeris jika beberapa adegan yang bikin baper. kevin gak habis pikir kenapa juga harus sampai segitunya.