Is'T Love Story

Is'T Love Story
#60



" hai haii.... long time no see bro" ucap seseorang menyapa mereka.


" woy berisik lo... " kata kai melihat kedatangan asistennya yang skaligus sahabatnya.


" aduuh bos, galak banget si. kita kan emang udah lama tak kumpul bareng, tapi sayang dokter gadungan itu gak bisa ikut hadir" ucap dave sambil mendudukkan tubuhnya di sofa bersebelahan dengan kai.


" lo masih aja betah ngikutin pria ini men" ucap jo untuk dave sambil melirik kai.


" hahahaah. mau gimana lagi bro, ntar kai nangis kalau gue tingalin "


" sialan kalian. pulang sana... " kai menyusir dave.


" enak aja. baru juga datang udah di usir."


" kalian itu ya ... berisik banget, kalau cewek lo tau sifat mu yang nyebelin udah pergi tu cewek "


kai menatap tajam kearah nathan. yang dapat membuat dave dan jonathan tertawa terbahak bahak.


mereka asik dengan obrolan dan ejekan yang mereka lontarkan dengan mengenang masa mereka dulu waktu kuliah. tak terasa waktu sudah menunjukkan waktunya tutup toko. obrolan mereka terhenti karna livia mengetuk pintu dan membukanya.


" maaf kak... " ucap livia menganggu mereka.


" kenapa ay... "


" kak aku mau pulang, kalau kak jo masih mw ada di sini. aku ting..... "


" bentar ay. tunggu di depan kita barengan aja. "


" tapi kak temennya... " livia menatap ke 3 pria itu yang tersenyum ke arahnya.


" udah dek. kamu tunggu aja di depan pokok nya. jangan di kunciin, bentar aja" ucap jo yang membuat livia pergi meninggalkan ruangan nya.


" udah nat lo anterin kai aja ke bandara.biar aku yang anterin livia. iya gak bos " ucap dave


" ye kenapa gue. lo kan asistennya. "


" oke aku setuju dengan mu dave. tapi inget jangan aneh aneh loo " kai memberikan ancamanan.


" siap bos, mana barang livia yang kemaren nat" mau tak mau jo pun menurutinya dan menunjukan sebuah dus ukuran yang besar untuk dave bawa bersama livia.


" gila berat banget... " keluh dave.


" nooh salahin aja bos lo. " jawab jo sambil membantu membukakan pintu untuk dave saat membawanya.


kai tak menghiraukan ucapan mereka ia berjalan terlebih dulu untuk melihat gadisnya sebelum ia pergi.


kai terus tersenyum menatap livia yang berdiri di depan mobil jo sedari tadi. livia yang merasa di perhatikan sedari tadi merasa risih karna senyuman yang di berikan kai padanya.


" ay kakak gak bisa anterin kamu pulang. biar temen kakak aja ya yang nganterin " jonathan.


" udah deh kak. aku pulang sendiri aja gpp , biasanya kan juga sendiri. " ucapan livia mampu membuat kai membeku seketika. ada perasaan sakit saat melihat livia terbiasa sendirian.


" gak dek. udah nurut aja jangan bawel. tu orangnya juga udah bantu buat bawain barangmu tadi kog " jonathan.


" tapi kak... "


" udah ya. aku duluan ay. yuk bro aku anterin " jo mengacak acak rambut livia gemes dan berlalu masuk mobil dengan di ikuti kai. di balik kacamatanya kai terus menatap wajah livia dalam dia.


hingga mobil jo berjalan tak terlihat lagi.


" ayook.. aku anterin pulang. udah malam juga kan,gak baik anak gadis pulang sendirian. " kata dave.


" maaf kak ngerepotin.. aku bisa kog pulang sendiri "


" udah ini sudah tanggung jawabku. " ucap dave sambil membantu livia masuk ke mobilnya.


" aku dave.... nama kamu livia kan? " tanya dave memecah keheningan.


" ia kak. kog tau namaku "


" tadi nat yang kasih tau. ow ya rumahmu di mana" tanya dave seolah tak tau.


" sama... aku juga tinggsl di sana, kebetulan sekali"


" haa... maksud kak dave apa! "


" aku tinggal di rumah bi nini, apa kamu juga tinggal di sana, "


" aku di rumah sebelah bi nini. tapi kog aku tak pernah liat kakak ya. "


" iya aku memang jarang keluar si."


" tapi kakak kenalan sama kak leo very ardan "


" ya kenal lah mereka kan anak buahku "


" maksudnya. .....?" tanya livia curiga.


" owh itu. mereka kan kerja di perusahaan yang sama dengan ku. " ucap dave gugup.


" owh jadi kak dave ini seniornya mereka... "


" ah ya benar. itu aku senior nya "


" heheheh.. enak dong kakak rame di rumah bi nini"


" bukan rame lagi vi. tapi berisik hahahah, emang lo tinggal sendirian "


" iya kak. aku kontrak sendirian. "


" kamu juga bisa kog sekali kali main ke rumah sebelah. biar sama sama rame nya "


" beneran kak.. waah makasih ya kak "


" oke oke.. ayuk turun sudah sampai ni "


tak terasa mereka sudah sampai tujuan dave membuka mobil dan keluar dengan di ikuti livia menuju bagasi.


" udah.. lo masuk dulu biar gue yang bawa barang mu "


" tapi kak itu berat. "


" gue cowok livia .... "


" hahahha baik lah.. sekali lagi makasih ya kak "


dave mengangkat barang livia dengan kedua tangannya. batinnya berkata.


" gila tu bos.. apaan si yang di beli buat livia berat banget. sialan udah kayak kuli aja gue. untung ini buat livia.


livia membuka kan pintu untuk mempermudah dave memasuki barangnya yang terlihat berat.


"kak udah di sebelah sofa aja kak. aku buatin minum ya "


" gak usah vi, sudah malam aku langsung balik aja deh. "


" beneran kak. "


" iya donk. ya dah aku balik dulu ya.. sampai besok. "


" makasih ya kak " teriak livia saat melihat dave menjauh dari rumahnya.


sesampainya dave di rumah bi nini


" baru pulang bos... " tanya ardan saat melihat dave membuka pintu.


" iya. lo cepet istirahat. gue ke kamar dulu ya"


" siap bos "


dave berlalu menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.