
livia
kring... kriiing
suara alarm di pagi hari yang membangunkan ku di pagi hari, ku lihat tepat pukul 5 pagi, aku pun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi, setelahnya aku berganti baju untuk joging di pagi hari. mengelilingi komplek sekitaran dengan berlari kecil... hingga waktu menunjukkan pukul 6.30 . aku pun bergegas untuk kembali ke kosan untuk mandi dan segera pergi ke kampus.
di kampus*
" hai hai.... nempel aja trus lo berdua " sindirku melihat sahabatnya.
" sirik aja loo " jawab kevin.
" lo raan... apaan nii " ku membelalakan matanya saat melihat satu tanda merah di leher rania yang sempet di tutupi dengan rambut panjangnya.
" wah loo gila vin.. mesum banget siih " detik berikutnya kutatap tajam ke arah kevin.
" egh egh... cuma di gigit nyamuk aja tu vi" ucap kevin memberi penjelasan dengan keadan gugup.
" iya nyamuk besar kan " ku beri jitakan di kepala kevin.
" ampun vii.. hilaf dikit,, gak lebih kog. "
" alasan aja terus. awas aja lo bikin masalah ke rani gua pecat jadi temen tau rasa lo.
terlihat rania gugup salah tingkah, mereka berdua tau klo livia akan marah, mereka tak berani menatap livia, takuk kena semprot lagi.
***
di kota a kini terlihat 2 pria berjalan dengan penuh karisma memasuki gedung yang menjulang tinggi. para karyawan yang berpapasan dengannya pun menunduk hormat saat kai berjalan dengan di ikuti dave di belakang nya. saat sudah terlewati para gadis karyawan itu bergosip mengagumi pemilik perusahan itu.
dengan menaiki lift khusus untuk nya, kai tak mengubris segala macam bisikan karyawan yang menganguminya . saat memasuki ruangan yang sudah lama tidak di datangi.. ia meneliti setiap sudut ruangan itu dengan mengerutkan keningnya.
" ada apa bos " tanya dave saat kai terdiam berdiri di kursi putarnya.
" dave foto siapa yang ada di mejaku "
dave berjalan untuk melihat apa yang kai lihat.
" ya tuhan boos... maaf aku melupakan gadis kecil mu selama kau kecelakaan" dave panik saat teringat gadis yang harus ia jaga selama ini. ia takut klo kai akan menghajarnya karna lalai.
" gadis siapa.. kenapa kau menaruhnya di sini "
" ow iya kamu amnesia bos... oke aku jelasin. jadi gini.. ......" dave bercerita semua tentang livia. hingga saat kai yang selalu mencoba untuk melindunginya.
kai pusing mendengarkan ocehan dave yang menjelaskan. hingga ia mengurut kepalanya sedari tadi.
" stop dave.... jangan ngarang. itu jelas bukan gaya ku, kau tau aku masih punya alicia.
" udah pergi sana... " usir kai tanpa menatap dave di depannya.
seperginya dave kai mulai menyandarkan tubuhnya di punggung kursi, di raihnya foto dengan figura yang terlihat cantik... senyum gadis itu membuat adanya perasaan hangat di hatinya.
" gak mungkin aku suka anak kecil. bukan tipe ku banget" ucap kai sambil memasukan foto itu kedalam laci dimeja kerjanya.
perlahan ia membuka laptop nya untuk melihat laporan hasil kerja pegawainya selama ia dirawat.
pandangannya juga tertuju kedepan layar di depannya.
" haaa... kenapa gadis ini lagi.. apa ini nyata!! " dengan kepo nya kai membuka semua folder dan betapa terkejutnya ia saat melihat banyak sekali foto gadis imut itu dengan berbagai ekspresi.
dengan cepat ia meraih gagang telepon di meja nya..
" dave suruh dokter gadungan itu ke mari... siang ini juga" kai segera menutup tanpa menunggu jawaban dave terlebih dulu.
dave kesel melihat tingkah kai.
" siaal.... untung aja lo tu bos ku klo gak udah ku jitak tu kepalanya yang eror. pasti ia juga kepo sama nona muda hihihi" dave asik berbicara sendiri dan segera menghubungi dokter itu.
" ngaa, ntar siang datang ke kantor ya. bos lo manggil tu "
" aiiih... kenapa lagi tu perjaka tua songong "
" tau... pkok buruan datang siang ini. "
dave menutup telp tanpa mengubris rangga di sebrang sana.
siang hari nya.
" lo kenapa lagi men " tanya rangga saat membuka pintu kai tanpa mengetuk.
" ciih... tak punya sopan santun " ejek kai.
dave dan rangga tak menghiraukan ucapannya. mereka lebih memilih duduk di sofa yang ada di ruangan kai.
" siapa yang nyuruh kalian duduk. .."
" mulai deeh. bos besar lagak nya. udah buruan sini. ada apa lo manggil gue" dengus rangga.
kai menghentikan pekerjaan dan segera duduk di sofa berhadapan dengan 2 kawannya.
" buat aku mengingat semuanya lagi" ucap kai dengan gaya bos.
dave dan rangga saling menatap heran. karna kai terkesal ingin buru buru mengembalikan ingatannya.