Is'T Love Story

Is'T Love Story
#64



livia


hari yang di tunggu oleh dua pasangan berbahagia kini tiba. dua hari ini aku disibukkan oleh dua pasangan itu, ku rasa semua sudah sempurna mulai dari tempat lokasi, dekor yang sudah tertata sempurna dengan kesan beuty elegan dengan perpaduan pink soft and rose gold.


jamuan makanan yang di sediakan juga sudah tersusun. saat ini aku duduk di depan pengantin wanita yang akan dinikahi kak jo. "kak sisi memang cantik sama seperti hatinya" ucap batin ku menatap wanita yang sudah menyayangiku menganggapku seperti adiknya sendiri.


" kak sisi... " ucapku saat ia sudah menyelesaikan riasannya.


" ya dek. sini deh... aku gugup banget dek "


aku tersenyum mendekatinya.


" kakak cantik. ka jo beruntung memiliki kaka yang cantik, baik hati. aku harap kaka bisa menjadi rumah untuk ka jo. karna sebuah rumah tempat terbaik untuk kita. kak aku


berdoa semoga kalian hidup bahagia sampai tua nanti " ucap ku tulus. ku berikan senyuman terbaik untuk wanita di depan ku. dan kami pun berpelukan.


terlihat orang tua kaka sisi membuka pintu.


" livia kamu di sini nak....? " tanya mama kak sisi.


" iya tante. " aku tersenyum.


papa kak sisi mengusap kepalaku


" makasih ya nak. sudah ikut membantu kami, "


" iya om tante. aku senang membantu kakak cantik ini. lihatlah putri om sangat cantik sama seperti hatinya cantik. "


" iya nak. kamu benar sekali "


" om tante saya permisi dulu. mau temuin temen temen dulu. "


mereka mengangukkan kepalanya. aku pun pergi untuk memberi ruang untuk mereka saling memberikan restu dan nasehat untuk anaknya sebelum ia mengucapkan janji suci di altar nanti.


ku lajukan kaki untuk menuju di mana kak jo berada. namun aku merasa ada seseorang yang megikutiku dari tadi. namun saat aku berbalik aku tak menemukan siapa pun.


akupun tak ambil pusing. aku terus menuju pintu yang di dalamnya ada kak jo.


" kaaa... " panggilku saat membuka pintu.


kulihat kak jo tersenyum kearahku.


" kak. kau tampan sekali " ucap ku duduk di sebelahnya.


" owh ya apa kakak mu ini setampan itu sampai kau tak berkedip hahahah" ucap kak jo bercanda. tapi sesungguh nya aku dapat melihat dari sorot matanya ia sedang gugup saat ini.


" iigh kaka. resek banget sii. asal kaka tau ya aku akan cari pangeran yang lebih tampan dari mu "


"ow yaa. memang siapa yang mau dengan adik kecilku yang cerewet ini " ucapnya menoel hidungku.


" enak aja. kak apa kau gugup tegang dekdekan cenat cenut gitu "


" hmmmb sedikit si. tapi karna kamu disini aku jadi lebih tenang "


" kenapa kamu menang ay" kak jo mendekat akan memelukku. namun aku menolaknya, aku takut air mataku mengotori jas yang ia pakai saat ini.


" jangan kak nanti jas mu kotor" ucap ku sambil tersenyum.


" kamu ini ada ada aja. sudah ini hari bahagia kakak. kamu jangan nangis ya. kakak janji akan membahagikan dia. makasih ay karna kamu aku jadi menemukan malaikat di dunia ini. " ucap kak jo dengan tetep memeluk ku.


aku bahagia karna kak jo dan kak sisi akhirnya bersama. aku yakin mereka akan bahagia.


aku melepaskan pelukannya.


" tu kan kak basah... " tunjukku pada jasnya.


" halah. gini aja kog. udah jangan cengeng ay, ayuk kita keluar akan kutunjukan pada orang orang kalau aku punya adik yang cantik ini " kata kak jo dengan menyusap air mata yang masi tersisa si sudut mataku.


kita pun keluar dengan tertawa bersama.


kaka merangkul pundakku saat berjalan menuju tempat terbuka. beberapa pasang mata menatapku heran melihat aku yang begitu dekat dengannya. mungkin binggung beberapa orang yang tak mengenalku siapa.


" ay. kamu sana sama temen temenmu, aku akan menemui papi mami "


" siap kak. semangat yaa " aku memberikan semangat untuknya.


aku duduk bersampingan dengan kak ardan kevin rania dan bi nini. beberapa tamu pilihan yang memang di undang untuk menyaksikan acara pernikahan ini tengan duduk mengisi kursi yang di sediakan.


ku lihat kak jo berdiri tepat di atas altar yang di penuhi bunga lili merah di sana. ku berikan senyuman ke arahnya saat aku melihat kak jo melihatku dengan menarik nafasnya dalam. mungkin ia sedng gugup hihihi.


tak lama kak sisi berjalan dengan di dampingi papanya yang akan menyerahkan anaknya kepada calon suaminya.


sesampainya sang papa memberikan tangan anaknya kepada kak jo dan menyerahkannya terlihat kak jo menganggukan kepalanya saat papa ka sisi menyampaikan sesuatu.


aku terharu saat melihat proses pernikahannya dengan jelas aku mendengar sumpah setia janji sehidup semati yang kak jo ucapkan kepada ka sisi, begitu pun sebaliknya. hingga mereka pun di nyatakan resmi menjadi suami istri yang sah. cincin yang aku pilihkan untuk mereka melekat indah di jari manis pasangan hari ini.


tanpa diminta pun aku meneteskan air mata haru. aku bahagia melihat mereka bersatu walau dengan banyaknya aku berusaha menyatukan mereka.


dengan mesrahnya kak jo mencium bibir ka sisi untuk menandakan resminya mereka. beberapa tepukan tangan membuat mereka bahagia. mereka berjalan dengan penuh sinar kebahagian.


sesudah para tamu memberikan ucapan restu dan selamat kami mengabadikan momen pernikahan hari ini dengan berfoto bersama.


siang menjelang kami memutuskan untuk istirahat. karna di malam hari nanti akan di adakan resepsi pernikahan yang akan di hadiri banyak kerabat dan sahabat, dan tamu tamu penting lainnya.


aku memutuskan pulang terlebih dahulu dengan kevin dan rania. begitu juga kak ar dan bi nini ke rumah masing masing.


saat aku di rumah aku mendapat sebuah peperbag dan beberapa kotak sedang yang di letakkan di kasurku.


ku lihay memo di atasnya


" pakailah nanti malam... "


" ka"


" haa.. untukku dari siapa ya. inisial ini seperti tak asing buat ku. " aku bergumam dengan membuka semua yang ada di atas kasurku.