
dave memberikan laporan tentang aktifitas yang livia selalu lakukan. dave mengutarakan keinginan livia yang ia ketaui dari kevin waktu lalu. sehubungan dengan itu kai pun memerintahkan dave untuk membeli rumah yang dapat di jangkau livia ke kampus atau pun waktu kerja.
kai ingin memberikannya secara cuma cuma untuk livia. namun keinginannya tidak dapat iya lakukan karna itu akan membuat livia curiga, apalagi sampai saat ini kai belum menunjukan jati dirinya di hadapan livia.
" buat rumah itu se nyaman mungkin sesuai dengan kesukaan gadis itu. " perintah kai saat dave menelponnya.
" oke bos, lusa livia akan pindah ke rumah ini, bi nini juga sudah membersihkannya.. juga termasuk semua perabotan di rumah itu " ucap dave menjelaskan.
" oke.. dave kamu harus menempati rumah satunya. lakukan tugas mu dengan benar "
" baik bos"
kai menutup pangilan telepon di ponselnya.
dave merasa lelah karna akhir akhir ini ia disibukan dengan kondisi di kantor kota m ini, dan juga harus mengawasi livia walau sudah di bantu dengan 3 bodyguardnya. yaitu very, ardan, juga leo. mereka orang kepercayaan kai dan dave selama beberapa tahun ini. mereka menguasai beberapa bela diri dan cepat dalam melakukan perintah.
dave duduk di hadapan bi nini, bi nini adalah pengasuh sejak kai balita hingga kini. kai ingin bi nini juga yang akan menjaga dan mengurus segala sesuatu yang di butuhkan gadisnya. dave mengutarakan maksud kedatangan nya.
" bi .. aku akan tinggal di sini dengan mu juga anak buahku itu"
" ia nak... bibi akan menyiapkan kamarnya untuk nak dave dan mereka "
" tapi bi jangan sampai livia tau siapa kita sebenernya"
" nak dave tenang saja. bibi sudah di beritau sama nak kai tadi di telp"
" makasih ya bi, maaf udah merepotkan mu" dave merasa tak enak karna harus merepotkannya.
" bibi seneng kog bisa ikut merawat gadis yang di sukai nak kai, apalagi nak kai sekarang sendirian. pasti dia sedih nyonya sudah meninggal waktu lalu. " ucapnya tulus dengan senyuman.
memang benar mama kai mengalami serangan jantung yang mengakibatkan meninggal dunia karna mendengar kai kecelakaan dan menghilang selama 1 bulan lamanya.
kai merasa terpukul karna tak bisa berada di sisi mamanya saat sang mama membutuhkannya.
dave berpesan kepada 3 anak buahnya untuk menyamar menjadi seorang pekerja di perusahaan milik kai di sana. sama halnya dengan dave. ia akan menjadi laki laki biasa untuk dapat mengakrabkan diri dengan calon penghuni sebelah rumahnya.
***
livia saat ini membereskan beberapa barang milik nya untuk di masukkan kedalam koper dan box untuk di pindahkan ke kontrakan barunya.
" ahhh.. beress deh"
livia menyeka peluh keringatnya. terlihat lelah livia bergegas mandi menyegarkan tubuhnya.
tak butuh waktu lama untuknya mandi.
karna waktu sudah malam livia tidur dengan nyenyaknya.
" oke via sekarang waktunya tidur, karna esok akan menjadi hari yang melelahkan,
mama ayah, livia menyayangi kalian " ucap livia pada dirinya sendiri dengan memeluk foto orang tuanya.
keesokan harinya livia ditemani kevin dan rania untuk pindahan rumahnya.
beberapa barang livia di angkut kevin ke dalam mobilnya.
" vii.. udah di cek semuakan, ada yang ketinggalan gak, " tanya kevin saat menutup bagasinya.
" ada semua kog. ya klo ada yang kelupaan lo yang ambil balik vin hhehehehhe"
" enak aja lo. barang barang lo kenapa gue yang repot. "
rania dan livia menertawai kevin saat melihatnya cemberut.
" udah yank.. yuk berangkat. livia bercanda doang kali" ucapan rania membuat kevin tersenyum.
" aku tau kog yank. heheheh"
" iighhh resek lo vin, kirain ngambek beneran "
" ayok aku ikut" kata rania meninggalkan kevin sendiri.
saat di hadaan ibu kos livia berpamitan.
" ibu.. terima kasih selama ini sudah banyak membantu via. via mau pamit bu, maaf kalau selama ini via banyak salah dan ngerepotin ibu "
" ia nak. ibu seneng bisa membantu nak via kog, kamu hati hati ya, jaga dirimu nak. kalau ada apa apa, hubungin aja siapa tau ibu bisa bantu "
" ia bu. kalau via sempet kapan kapan via silahturahmi ke sini bu. pamit ya buk.. asalamuallaikum "
" iya nak.. waalaikum salam"
kini livia masuk kedalam mobil bersama dengan dua sahabatnya.
" lo tau vin. kalau kita keluar bertiga seperti ini, mungkin ya dikira lo supir gue, hahahahah" ejek livia.
" ngawur aja lo kalau ngomong, mana ada supir ganteng kayak gini, ya gak yank"
ucap kevin mencari pembelaan.
" iigh.. pak supir udah deh jangan kepedean, buruan jalan tu lampu udah ijo, mau lo di pecat sama tuan putri" rania tak memberikan pembelaan untuknya. malah ikut menbully nya.
" hmmmb baik nona nona yang cantik tapi ngeselin. pak supir ini akan menjalankan perintah tuan putri jomblo itu" ucapan kevin mampu membuat livia melotot menatapnya dari belakang kemudi.
" vinviiiiiin gila,jelek,dekil, iiiigh awas lo yaa "
beberapa umpatan livia keluarkan. tawa mengelegar di dalam mobil yang livia dapatkan dari dua pasangan di depannya.
tak butuh waktu lama mobil yang di kendarai kevin memasuki halaman rumah yang akan di tempati livia.
bi nini nampak keluar saat mendengar mobil memasuki halaman rumah itu.
kevin rania dan livia keluar sesampainya di sana.
" non livi sudah sampai. saya bantu angkat barangnya non" kata bi nini.
" gak usah bi.. bibi duduk di teras aja dulu biar aku dan teman ku yang angkat sendiri " ucap livia. namun ia terbengong saat 3 pria keluar dari rumah bi nini menghampirinya.
" kami bisa bantu " kata leo kepadanya.
" owh.. tidak per.... " ucapan livia terhenti saat kevin menyelahnya.
" baiklah... terima kasih kalau mau membantu, mari saya buka bagasinya dulu" ucapan kevin sambil melangkah di ikuti 3 pria itu.
livia membuka rumahnya. nampak terlihat bersih dan rapi. perabotan yang semula di tutupin kain putih kini sudah terbuka dengan tertata rapi.
" bibi yang bersihin ini semua" tanya livia saat menatap rumah barunya.
" tidak sendiri non. saya di bantu nak leo, very dan ardan." ucap bibi sambil mengenalkan pria yang membawa barangnya.
" kenalin.. saya leo, ini ardan dan yang itu very. kami tinggal di rumah bi nini "
" owh.. iya aku livia.. makasih yaa sudah bantu aku, maaf merepotkan kalian semua" ucap livia menyalami mereka.
" mbak tenang aja. kami senang kok membantu mbak livia " ucap ardan.
" pangil livia aja kak. sepertinya usia ku masih di bawa kalian "
" kita setua itu ya guys" kata very yang mendapat anggukan orang orang di sekitarnya.
livia kemudian tertawa melihat ekspresi very yang aneh dengan di ikuti tawa yang lainnya.
" udah lo gak usah mikir banyak banyak. umur boleh tua tapi wajah harus tetep muda hahahah" kata leo sambil menepuk bahu very.
" yuk guys.. ngobrolnya di lanjut nantik aja, berat nii. " ucap ardan yang sudah berjalan dulu.
beberapa barang livia tertata rapi di bantu mereka semua. sedangkan di kamar livia menata barang pribadinya hanya di bantu rania saja.