Is'T Love Story

Is'T Love Story
sakit



di kejauhan ada mobil mewah melintas di kawasan danau yang livia datang i sedari tadi.


mobil itu berhenti tepat di depan livia.. perlahan 2 orang pria keluar dari mobil mewah itu.. salah satu ya berkata dan mendekati livia.


" nona kamu baik baik saja... " tanya nya sambil memegang pundak livia saat melihat livia merengkuh tubuhnya sendiri.


livia mendongakkan kepalanya menatap pria itu.


" tolong aku... sakit" keluh livia.


" cepetan kawan dia kesakitan.... biar aku yang mengendong nya jika kamu tak keberatan " ucap pria di belakangnya. ibah saat melihat livia kesakitan.


sesaat pria itu pun menatap tajam ke kawan nya.


" cari mati ya... " ucapnya tajam ke arah belakang.


ia pun segera mengangkat tubuh livia dalam dekapannya masuk ke dalam mobil itu.


livia tak menghirau kan ocehan kedua pria di depan nya. perlahan sayup sayup ia menatap pria yang mengendongnya hingga ia tak sadarkan diri.


" cepat dave.. livia tak sadaekan diri.. " ucapnyasaat duduk di kursi belakang membaringkan tubuh livia dengan kepala di pangkuan nya.


dave pun segera melaju kan mobilnya secepat mungkin melihat kepanikan sahabatnya menuju rumah sakit.


pria itu trus menyentuh pipi livia dengan memanggil manggil namanya.


" via.. bangun laah... aku mohon!! seru nya kawatir.


namun tak ada jawaban dari livia.


"cepat daveeeeee.... " ujarnya


dave pun melajukan semakin kencang kendaraan nya.


sesampai nya livia pria itu bergegang mengangkat tubuh livia keluar dari mobil dengan berlari menuju UGD.


di dlam sana livia di periksa oleh dokter yang mengenal pria itu.


dia mondar mandir di dpan pintu yang tadi di masuki livia.


" tenang lah.. dia pasti baik baik saja. " ucap dave kawanya.


" kenapa bisa seperti ini... " keluh nya sambil mengusap wajahnya kasar.


tak lama doktee sekaligus sahabatnya pun keluar.


" bagaimana keadaan nya" cemasnya


" dia hanya dehidrasi dan penyakit lambung nya kambuh karna kurang makan. .." ucap dokter dengan menenangkan pria di depan nya.


" boleh aku melihat nya. " ucap pria itu. dan dokter pun mengangukkan kepalanya.


pria itu masuk menemui livia ia berjalan dan duduk di samping livia.


di gengam nya tangan itu dalam dia. kadang kadang di usapnya kepala livia.


**


" kenapa bos mu kawatir sekali... siapa dia?? " kata rangga.


"seseorang yang belum mengenalnya " ucap dave.


rangga mengerutkan kening nya.. aneeh.


" dia menyukai gadis itu sejak pertama ketemu dulu, namun gadis itu tak mengenalnya. " ucap dave


" aneeh sekali bos mu itu" rangga heran.


dave pun menceritakan semua kejadian dan pertemuan nya dengan gadis yang di rawatnya tadi.


rangga pun mengangukkan kepala tanda mengerti.


" sebaiknya hubungi keluarnya... pasti mereka cemat, takut anak nya di culik bos aneh mu". ucap rangga.


dave pun bergegas menghubungi keluarga livia. ia memang sudah tau semua tentang livia.


bosnya pun keluar dari tempat livia di periksa.


" gimana keadaanya" tanya dave pada bosnya.


" dia masih tertidur... aku cemas sekali " ucap bosnya.


" aku sudah menghubungi keluarga nya, sebentarlagi juga datang" ucap dave beritau.


tak lama mama ayah livia datang menemui kedua pria itu.


" di mana anakku livia....? " tanya mama cemas.


" via di dalam nyonya tenang saja dia baik baik saja dan akan segera sadar. ucap pria itu.


kedua orang tua livia masuk dengan di ikuti kedua pria itu.


livia terlihat tidur dengan nyenyak nya.


mama livia mendekati anaknya dengan air mata yang membasahi pipinya.


" tuan bisa kita bicara sebentar " ucap pria itu ke pada ayah nya livia.


" pangil om saja " kata ayah livia sambil mengikuti keluar ruangan.


" om... aku harap om tak mengatakan apa apa tentang ku ke olivia. " mohonnya.


" kenapa nak... kamu kan yang menolong nya" ucap ayah livia.


pria itu tersenyum ke arah ayah livia.


" belum saat nya via mengenalku om. "


" aku ingin dia sedikit melupakan nya "


" om tenang saja, aku akan melindungi nya jadi bayangan nya om " ucap nya sambil penuh harap