Is'T Love Story

Is'T Love Story
bioskop



***


livia menghentikan langkah nya sesaat di tangga paling atas. ia melihat sekitaran tempat yang dulu pernah ia singgahi bersamanya. livia tersadar saat kevin menarik tangan nya untuk menuju bawah, di sana rupanya sudah ada rania yang duduk.


" kemana aja si viii "" lama banget.. " kesal nya saat livia duduk. livia hanya tersenyum ke arah sampingnya.


kevin membisikan sesuatu di telinga rania.


rania mulai faham akan kondisi temen nya saat ini.


lampu mulai padam menandakan bahwa film akan di mulai. mereka memilih film horor di sini.


saat pertengahan film, banyak orang orang yang berjerit saat kemunculan sosok di layar itu. namun beda halnya dengan livia.


livia meneteskan air matanya dalam diam, perlahan ia menyeka, ia tak ingin sahabatnya tau jika ia menangis.


beda halnya dengan rania dan kevin, mereka tau saat ini kawannya sedang menangis dalam diam. mereka tau walaupun livia menghapus air matanya perlahan. namun mereka tak ingin bertanya, iku akan membuat nya semakin terluka.


terkadang rania mulai menatap livia yang sudah lebih bisa mengontrol emosi nya. rania tersenyum kepada livia. di genggam tangan rania lembut.


" viii... " ucap kevin.


kevin pun menyuruh rania bertukar tempat duduk dengan livia, agar livia bisa di tengah tengah sahabatnya.


kevin tarik kepala livia untuk tertunduk di pundaknya. rania memberikan jaketnya di kepala livia agar livia bisa menutupi wajahnya.


tangan kiri livia di genggam kevin dan kanan di genggam rania untuk menguatkan.


suasana seram namun tidak untuk ketiga nya. tubuh livia sedik bergetar menandakan tangisannya yang belum meredam. tangan kevin satunya mengelus puncak kepala livia.


" tenang laah... ada kami di sini "


" kamu gak sendiri vii... tenanglah!!! " ucap kevin lembut pada sahabatnya.


rania tak merasakan cemburu akan tindakan kekasih ke livia. karna mereka saling menyayangi dan menguatkan.


20menit berlalu livia terlihat lebih tenang. ia pun membuka jaket yang menutupi tubuhnya. ia tersenyum ke arah kedua sahabatnya.


" vin... baju mu basah!! " ucapnya sambil tersenyum ke arah kevin.


" tak apa bentar lagi juga kering sendiri" ucap kevin tak masalah.


mereka melanjutkan nonton nya yang kurang beberapa menit lagi ber akhir. mereka saling tertawa di saat hantu yang ada di film muncul secara tiba tiba. mereka tak takut melihatnya, malah mereka beranggapan konyol dengan wajah si huntu nya.


***


dave memasuki ruangan bos nya.


" booos.... " ucapnya masuk tanpa mengetuk pintu.


" apa kamu tak punya sopan santun dave" kesal kai saat melihat dave nyelonong masuk ke ruangannya.


" hehheheheh... maaf bos! " dave sambil memperlihatkan cengirannya.


kai melotot kearahnya. melihat tingkah asistennya yang seenaknya sendiri.


" klo tak ada yang penting lebih baik pergilah" ucap kai memperingatkan dave.


" besok acaranya di mulai pukul 10 tuan muda. " ucap dave dengan sedikit candaan.


" apa yang dilakukannya Hari ini" Tanya Kai tanpa melihat dave.


" via pergi bersama teman nya ke mall " ucap dave.. dan di lanjutkan dengan bercerita apa yang di lakukan livia hingga saat ia berada di pundak kevin.


" apa... ngapain dia. beraninyaa " kai melotot dengan cerita dave.


orang suruhan dave berkata jika livia sempat pindah duduk dengan rania hingga ia tidur di pundak kevin. bodyguardnya itu tak tau apa yang sebenarnya terjadi. karna ia cuma bisa melihat nya dari belakang mereka..


" bukan nya kedua temennya itu berpacaran, kenapa harus sedekat itu haaaa. " bentak kai marah.


" ceweknya juga ada di situ kai. tenanglah mereka hanya berteman. " ucap dave menenangkan bosnya.


***