
aku menatap diriku di depan pantulan kaca meja riasku. aku tersenyum saat melihat wajah dan penampilanku.
" hehehe perfek " ucapku dengan menjentikkan jari ku kedepan.
ku dengar ketukan pintu rumah ku, aku berjalan dan membuka pintu.
aku melihat kak ar bengong melihatku. aku melambaikan tanganku di depannya.
" kak.. he kaak. apa ada yang salah dengan wajah ku "
tak ada jawaban dari nya.
" kaak. .... kak ardaaaaaan " teriak mu memekikan telinganya.
" aduh vii.. jangan teriak teriak. pecah ni gendang telinga " dengus kak ar dengan mengosok telinganya.
" hahahah.. sapa suruh bengong aja. ada hantu ya "
" kamu si lama amat. dandan apaan sih pakek lama, ayo berangkat udah telat ni. bisa di omeli co nathan nantik " ucap kak ardan gugup dengan mencoba menyembunyikan malunya.
" heheh iya kak. bentar aku ambil ponsel dulu. "
" heemb "
gumam ardan saat livia kebelakang
" gila.. cantik banget. bener kata leo, kalau tak bisa menghindar dari pesonanya, bisa habis ni kepala di dor sama bos besar" ardan mengeleng gelengkan kepalanya agar tak memikirkan aneh aneh.
" kaka kenapa. pusing " aku bertanya saat melihat dia mengeleng geleng kepala.
" owh.. gak. ayok buruan " ucap ardan dengan bergegas menuju mobilnya. kali ini bi nini tak ikut. karna acara yang di hadiri terlalu malam. takut nanti akan membuat bi nini kecapekan.
aku mengikutinya duduk tepat di sebelahnya yang menegemudikan mobil ke gedung milik keluarga kak jo.
" vi... nanti di sana jangan jauh jauh ya dariku." ucap kak ardan tiba tiba.
" lo kenapa kak." tanya ku polos.
" dia sana banyak orang via. kamu kan gak banyak kenal orang. gimana kalau ada yang ingin menculik mu heheheh" ucap ardan dengan sedikit gurauan. karna sebenarnya ini tugas utama ardan malam ini karna harus menjaga livia dari beberapa orang yang di duga musuh bos besarnya.
" hahah mana ada yang nyulik livia kan makannya banyak. rugi dong yang nyulik " aku membalas ucapannya.
" hahah iya juga si. kamu kan cerewet juga kaya bebek "
" enak aja iiigh... awas ya kalau kak leele balik aku aduin lo "
" uuu ngadu dia. hahahah "
" iya iya tuan putri, ampun " kata kak ar saat aku memukul pundaknya.
kami sama sama terdiam berikut nya namun kak ar tetap menginggatkan ku untuk tak jauh dari nya. dan berhati hati. aku pun menyetujui nya. karna selama ini banyak orang yang kejam dalam rupa yang sempurna.
kalian tau penampilanku saat ini.
aku memakai dress berwarna hitam dengan panjang di atas lutut dengan lengan pendek yang jatuh mebuat kesan memperlihatkan pundak bahuku yang terbuka.
dengan heels 10centi berwarna putih. perhiasaan anting dan kalung yang berkesan elegan tak berlebihan sangat cocok denganku.
rambut panjang yang memang aku biarkan tergerai dengan aku curly di ujungnya. untuk make up aku hanya memoles sedikit di wajahku. aku berdandan dengan masih terkesan natural.
***
beberapa orang sudah memenuhi tempat di adakannya pesta. aku berjalan dengan mengandeng lengan kak ar dengan anggun. aku mencoba tersenyum saat beberapa orang menatapku. aku tak mau memberi kesan buruk di pesta kaka ku.
di sudut sana aku melihat kevin dan rania juga sudah hadir. aku berbisik di telinga kak ardan.
" ka.. sepertinya kita telat. "
" kamu si lama vi...noh lihat jo udah mendelik aja menatapku "
" heheh udah nantik biar aku jelasinnya kak "
acarapun di mulai denga. beberapa kata yang di ucapkan sang mc yang memberikan beberapa kata sambutan begitu juga orang tua mempelai dan juga di akhiri dengan sepatah kata dari kak jo dan kak sisi.
acara cukup meriah. terlihat beberapa orang pengusaha besar dalam dan luar kota. ada beberapa yang berbincang dengan menenuhi setiap sudut. saat aku menoleh ke belakang aku merasa mengenali seseorang yang membelakangi ku. aku juga tak asing saat mendengan suaranya.
" owh tuhan. apa aku salah liat ya. tak mungkin kan.... " tanya ku dalam hati.
aku terkejut saat kevin menepuk pundakku.
" heey.. lo liat apaan si vi. ..." tanya kevin yang membuatku membalikan pandanganku.
" aah gak viin... " aku pun sedikit gugup. takut kevin mengerti.
aku hanya terdiam mendengarkan kevin dan kak ar berbicara. si rania juga asik mencoba berbicara dengan ku. namun aku hanya menanggapi dengan kata singkat dan senyuman.
entah apa yang aku pikirkan, aku memcoba meyakinkan hatiku bahwa pasti bukan dia. saat aku menoleh untuk memastikan sesuatu, kevin menarik tanganku yang membuatku tak memalingkan pandanganku ke belakang.
" ayoo.. no co natahan udah nunggu kita vi. . ayoo buruan udah jangan liat liat " ucap kevin mendorong dorongku pelan.
akupun menurutinya aku berjalan dengan mengandeng kak ardan dan kevin dengan rania.
aku di urutan belakang setelah mereka. akupun memberikan selamat dengan memeluk tak mencium pipi mereka berdua.
" kakaak kakak ku yang cantik dan tampan... selamat ya semoga bahagia selamanya. "
" makasih ya dek... terimakasih sudah membuat dia menatapku " bisik kak sisi saat aku memeluknya.
aku tersenyum melihat mereka.
" owh ya kak. boleh aku minta sesuatu!! " aku memohon di hadapan mempelai.
" apa itu ay? " tanya kak jo.
" cepet kasih aku keponakan yang lucu " bisikku mendekati mereka.
terlihat kak sisi malu dengan ucapanku. namun berbeda denga. pria di sampingnya dengan antusias ia mengiyakannya.
" hahahaa. kamu mw yang seperti apa. aku akan buat kakakmu berperut besar setiap tahunnya... hem mau berapa? " ucapnya frontal yang membuat kak ardan dan kevin ikut tertawa.
ka sisi mencubit perut rata kak jo yang mampu membuatnya ke sakitan.
" honey... sakit tau... " ucap kak jo dengan mengelus perutnya.
" kakak si resek. udah jangan bertengkar. udah antri noh di belakang mau menyalami kalian "
" dah ya kak aku ke sana dulu. makan lapar ni perut " ucapku berjalan meninggalkan mereka.
" lo tu makan aja yang di inget " keluh kak ardan di sampingku.
aku hanya tertawa mendengarnya mengerutu.
" vi aku ke sana dulu ya sama kevin. tuh ada rekan bisnis papi sama kenalan kevin " ucap rania.
"oke.. "
kini tinggalah aku dan kak ardan berdua.
" kak aku pingin cari udara segar di luar. bolehkan"
" iya jangan jauh jauh. aku mau ketoilet bentar, gpp kan "
" iya kak. udah sana "
aku melihat kak ardan menuju toilet. dan aku pun berjalan keluar menuju taman yang ada di belakang gedung.
ku temukan bangku kosong yang menatap air mancur kecil di depannya. akupun duduk di sana sendiri menikmati waktu malam.
" aku di mana otakku di mana. sadar viii " ucap ku sendiri. walau di tempat yang ramai namun aku merasa sendiri. ntah lah.
aku mendengar langkah kaki yang mendekat. tapi aku tetap menatap kedepan. mungkin kak ar yang datang membawakan makanan untukku. namun aku mendengar seseeorang memanggilku dari belakang. dengan reflek akupun menoleh ke arahnya. aku terdiam menatapnya, ini mimpi pasti mimpi.