Is'T Love Story

Is'T Love Story
#73



hari ini merupakan hari pertama livia untuk bekerja di perusahaan yang selama ini menjadi incarannya. dengan keberuntungan yang entah datang dari mana ia dengan mudah untuk mendapatkan pekerjaan di sana.


kini livia melangkah dengan ketiga pria yang selalu ada di belakangnya dengan melangkah penuh senyuman di wajahnya menyambut pekerjaan barunya.


" vii aku anterin ke ruangan bos ya. kamu kan belum tau " ucap leo menawarkan dirinya .


" iya kak ..tapi apa gpp ntar ka leele jadi telat "


" gak apa. yuk .. "


mereka berempat masuk kedalam lift khusus untuk petinggi perusahaan.


livia benggong karna merasa heran.


" kak .. emang kita boleh yaa naik lift ini, bukannya lift karyawan di sana."


" udah gpp.. buat kita memang di bolehkan sama pak bos" ucap ardan menjelaskan.


livia pun menganggung kepala dengan bibir yang berbentuk o namun tak bersuara.


ardan dan very berhenti tepat di lantai 8 karna ruangan mereka berada di sana.


" gue duluan ya vii. " ucap ardan .


" vii semangat yaa .... dan eloo cepat balik ." tunjuk very pada leo.


" sialan loo ... pergi sana" kesel leo melihat kelakuan very.


kini leo masih tertinggal di dalam lift dengan livia untuk menuju lantai 12 di mana itu ruangan bos mereka.


pintu lift pun terbuka menunjukkan tempat yang sangat luas hanya terdapat 3 ruangan yang cukup besar menurut livia. namun hanya ada 1 ruangan yang menurutnya sangat lebih luas dengan gaya elegant modern namun dominan dengan warna abu abu gold yang nampak dari dinding full dengan kaca ada beberapa anak tangga yang harus di naiki sebelum masuk kedalam ruangan .


sangat berbeda dengan 2 ruangan yang berada di sampingnya. leo berjalan dengan di ikuti livia di sampingnya.


" nana ... apa pak bos ada di dalam ??" tanya leo pada sekertaris dave yang duduk di meja depan ruangan wakil direktur.


" ow iya ada di dalam mas leo. sama pak dave tadi suruh langsung masuk aja. "


leo pun hanya menganggukkan kepalanya dan pergi mengetuk pintu.


sedangkan livia masih di samping meja sekertaris tadi dan sedikit memberikan senyuman ramah ke arah sekertaris dave.


" viii ayoo ... " kata leo saat dave sudah menyuruhnya masuk .


" ow ... iya kak. " livia pun berlalu masuk kedalam ruangan di mana ada bosnya kali ini.


" pagi bos ... " sapa leo


" heeemb... " ucap dave tak menghiraukan .


" selamat pagi pak" sapa livia sesopan mungkin.


dave sedikit tersenyum geli saat mendengar sapaan karyawan barunya yang akan dia bimbing.


" iya pagi .. kamu boleh pergi lee, " perintah dave pada leo.


" baik bos .... " leo berpamitan . tapi sebelum ia pergi leo sedikit menatap livia dengan bibir yang berucap semangat namun sangat lirih dan tak terdengar. namun livia mengerti dengan isyarat yang di berikan leo.


pintu pun tertutup saat leo telah meninggalkan ruangannya.


" kamu gak perlu seformal itu vii jika tak ada orang lain, sangat aneeh jika aku mendengarnya hahahha" ucap dave dengan tertawa lepas yang sedari tadi ia tahan karna masih ada leo bawahannya.


" tapi pak ... "


" udah gak usah bantah, kamu cerewet sekali."


" sini duduk dulu" ucap leo telak yang tak mampu livia bantah.


" naa ... kamu kesini sebentar. " dave pun langsung menutup panggilan itu setelah mengucapkannya.


tok ...tok ...


" masuk ...." perintah dave dan langsung terbukalah dari depan .


" ada yang bisa saya bantu pak ??" tanya sekertaris dave.


" ini ....kenalin olivia sekertaris baru yang akan membantumu bekerja di sini" ucap dave memperkenalkan.


dan merekapun saling berkenalan dengan berjabat tangan. namun nana seolah heran sedikit takut.


" bapak beneran gak lagi mecat saya kan ... " tanya nana dengan polos.


" apa aku bilang mau memecatmu ." ucapan dave menusuk sangat tajam. dan nana terlihat menunduk.


" sekarang kamu ajari semua yang harus di kerjakan dan di lakukan olivia"


" dan inget aku gk mau ada kesalahan "


" baik pak ... " nana pun mengajak livia untuk keluar. dave kembali mengerjakan tumpukan dokumen yang cukup banyak di meja nya.


nana mencoba menjelaskan tata cara dan peraturan yang ada di perusahaan itu. livia yang memang dasarnya sudah mengenal tata cara dan peraturan perusahan yang dulu pernah ayahnya miliki dengan mudahnya ia cepat mengerti.


olivia yang dasarnya ramah dan mudah beradaptasi di sekelilingnya merasa cocok dengan nana yang juga supel. usia nana hanya berbeda 1 tahun lebih tua dari livia.


saat waktu istirahat nana mengajak livia untuk makan siang bersama di kantin kantor. bahkan nana juga memberitau kan setiap ruangan yang mereka lintasi di lantai dasar.


di kantin*


" mbak .... banyak ya karyawan di sini " tanya livia yang sedang duduk berhadapan nana.


" iya lah vi ...ini si belum seberapa vi. malah kantor pusat lebih besar dan banyak lagi karyawannya . " ucap nana dengan memakan makanan yang mereka pesan tadi .


" owh yaa ... mbak pernah ke sana??" tanya livia antusias.


" pernah hanya beberapa kali saat pak dave menyuruhku mengantikannya ngirim laporan "


livia nampak mengangguk saat mendengar penjelasan nana di depannya.


" mbak sepertinya karyawan disini gimana gitu saat melihat kita tadi "


" itu si biasa vii ... secara kitakan sekertaris pak dave jadi mereka terkadang ada yang gak suka gitu dengan jabatan kita di sini. merasa kalau kita lebih dekat dengan bos dari pada wanita yang lain."


" haa ... kenapa gitu kak ."


" secara pak dave itu kan tampang capek, kaya ,tubuhnya gagah berwibawa ... jadi deh banyak yang ngidolain si bos."


" waaah ... wahh .. jadi banyak fans nya juga pak bos heheh"


" iya si heran juga sama mereka. padahal pak bos itu galak banget tau. kalau ngelakuin kesalahan bisa habis kena semua. aku si ogah galak banget sii ... "


" hahahahha" tawa livia pecah saat mendengar penuturan nana yang tak menyukai bosnya.


" hey .... asik bener ngobrolnya " ucap very menghampiri 2 gadis itu.


" kita gabung ya ... " ucap ardan bertanya .


sedangkan leo tak bersuara dan langsung duduk di samping liviaa dan tepat di depan nana. sedangkan ardan dan very duduk di sebelah nana .


nana sedikit tercengang saat melihat sikap akrab leo yang mengobrol dengan livia tanpa menghiraukannya di depannya.


"baru kali ini aku liat dia senyum manis dan banyak omong. biasanya juga dia cuek dingin acuh banget . tapi sekarang kenapa dengan livia dia bisa berbeda ..... kenapa leee !!" ucapan nana yang terpendam di hatinya.


semua karyawan di sana juga tau jika di antara 3 pria itu yang terlihat acuh dan pendiam hanya leo. sangat berbeda dengan very dan ardan yang memang lebih periang dan murah senyum.