Is'T Love Story

Is'T Love Story
pergi



***


livia membuka pintu rumah nya dengan riang. ia mnuju ruang keluarga karna di sana orang tua nya menunggu ke datangan nya.


" maa.. " panggil nya


" kamu sudah pulang" jawab sang mama.


" iya maa.... ada apa?? kok kelihatan tegamg sekali.. ?? tanya livia saat melihat kedua orang tua nya.


" naik lah dulu ganti baju... setelah itu kami tunggu disini... " jawab sang ayah.


"baiklah.... " livia binggung dengan espresi kedua nya namun ia tetep melakukan perintaj sang ayah.


beberapa menit kemudian livi terlihat turun dari lantai atas menuju ke ruang keluarga.


livia memilih duduk di sofa menghadap kedua orang tua nya.


" seperti nya ada yang serius nii.. " batin livia menatapnya.


mama mulai mendekati anak nya dan memeluknya.


" selamat ya sayang kmu udah lulus, sebentar lagi kamu akan menuju ke jenjang yang lebih ringgit lagi " Kata mama memberi selamat.


" iya via nilai sangat buat ayah bangga, " imbuh ayah di depn nya.


" iya yah ma.. terima kasih sudah mendukungku selama ini,,, " ucap livia haru.


" bagaimana sekarang kamu akan kuliah di mana, kami tak mau mengekang mu, kami cuma ingin tau dan akan mendukung mu. " ucap ayah.


" aku akan kuliah di kampus ** yah.. " jawab livia.


" baiklah itu bagus untukmu. " ucap ayah.


kedua orang tua livia saling berpandngan.. ingin rasa nya mereka menanyakan sesuatu ke anaknya. nmun mereka se akan enggan untuk mempertanyakan.


" apa kamu baik baik saja... bagai mana dengan billy?? mama mulai bersuara.


" kenapa....?? kami baik baik saja. ucap livia heran.


ayah mama livia saling berpandanga. . heran kenapa seperti biasa biasa saja dengan livi.


livia menatap lekat penuh tanya dengan sikap orang tuanya.


" tak apa ya sudah ayuuk kita makan siang dulu. ... kata mama sambil tersenyum mengandeng anak nya ke meja makan.


***


di lain tempat bill saat ini duduk di depan kedua orang tua nya. pandangan nya tertunduk lesu.


" kamu sudah siap... " kata sang papa


" paa... apa tak bisa tunggu lebih lama lagi" tanya bill


" tapi maaa... bagaimana dengan nya. " sangga bill.


" kamu harus memutuskan.. ini untuk masa depan mu. " ucap sang papa tegas.


bill pandangi beberapa koper yang berjejer di samping pintu.


" kenapa secepat ini " di usap nya wajah nya kasar drngan kedua tangan nya.


mama menepuk pundak bill..


" ayoo kita berangkat. .. " .. ajak papa.


" ini untuk ke baikan lili juga sayang... peluk mama nya.


akhirnya mereka bertiga pun pergi meninggalkan kediaman nya.


***


livia termanyun di sandaran kasurnya, sambil memainkan ponselnya. ia menunggu chat dari kekasih nya.


" kenapa sampai jam segini bill gak hubungi aku yaa" ucapnya pada diri sendiri.


ia pun akhirnya mulai untuk chat duluan.


" bill kamu sudah sampek??? " isi chat livia.


namun tak ad jawaban hingga waktu berlalu lama.


" bill kamu di mana kenapa tak membalas nya. " chat lagi livia.


namun hanya di baca aja oleh bill tanpa di balas.


hingga livia pun mulai melakukan panggilan telp nya.


tut..... tut.... tut....


tapi tak di angkat oleh yang punya.


hingga berkali kali livia hubungi namun tak perna ada jawaban.


livia heran di buat nya.


namun livia hanya berfikir kalo bill sedng tertidur ato memang sedang sibuk aja.


" mungkin lagi sibuk kali ya.. nanti lagi deh. "


livia perlahan mulai menutup kedua matanya karna merasa ngantuk berat. ia lelah dengan serangkaian acara yang di jalani hari ini.


/**