Is'T Love Story

Is'T Love Story
surat cinta ayah



livia.


ini hari pertama ku menempati kosan yang dekat dengan kampusku. aku bisa menempuh hanya dengan 20 menit dengan berjalan kaki. suasana kosan yang nyaman bersih walau tak sebesar kamarku dulu, namun aku tetep bersyukur.


ku sentuh foto keluarga yang beberapa bulan ini saat masih adanya ayah mama.


" maa... ayaah... aku rindu kalian. " ucap ku memeluk foto itu.


" aku harus kuat, aku harus bisa lebih baik lagi, maa ayah.... via janji akan jadi yang terbaik untuk kalian, agar di sana mama ayah tak kecewa melihat via di sini."


barang barang ku sudah tertata rapi di lemari, ada meja belajar untuk ku menata beberapa buku buku. aku memilih tempat yang hanya untuk 1 orang, itu akan membuat ku nyaman karna sebuah kamar itu cukup privasi untukku.


ku buka laptop ku, membuat beberapa cv yang akan aku gunakan untuk melamar kerja sewaktu pulang kuliah. kini aku sudah bertekat untuk bisa menafkahi diri sendiri. aku tak mau terus merepotkan sahabat ku.


saat ini ku sandarkan tubuh ku di Single bed yang ada di sudut kamarku. memangku sebuah kotak berukuran sedang, aku mendapatkan nya dari kevin katanya itu milik ayah yang ada di kantornya dulu. perlahan aku membukanya beberapa kertas tumpukan terlipat.


karna penasaran dengan santai ku buka tiap lipatan kertas kertas ayahku. hanya sebuah laporan laporan yang tak ku mengerti. di beberapa berkas itu aku menemukan kartu nama.


" PT KA SANDARA"


" kai anggara" tercetak nama itu di sana. pemilik perusahaan terbesar dan cukup berpengaruh dalam perekonomian dunia.


" namanya tak asing buatku,, hemmmmb sepertinya ayah sering menyebutkan nama itu saat bicara bisnisnya"


tepat di bawahnya ada sebuah kotak kecil berwarna merah di dalamnya.


Karna kepo nya akupun membukanya. di dalamnya ada tulisan


*untuk cintaku liviaku anakku


pakailah kalung ini di manapun dan kapanpun itu. ayah yakin kebahagian mu ada di depan mu.


jaga dirimu.. ayah menyayangimu.


" ayah.... hiks hiks* " tangis livia membasahi pipinya.


dengan sesenggukan selepas tangisku mengambil kalung berliontin matahari itu. memakai dengan penuh perasaan yang susah untuk di ungkapkan.


karna kecapekan nangis mengenang ayah dan mama akupun terlelap dalam tidurku. hingga malampun berganti dengan hangatnya sinar mentari yang menyilaukan di cela jendela kamarku.


"hooaaam.., " aku menguap dengan merenggangkan tubuhku yang terasa kaku.


" pagi mama ayah... heheh" ucapku menatap foto ayah dan mama di meja sebelah kasurku.


kini buru buru aku melakukan ritual di pagi hari yaitu mandi karna sekarang waktu menunjukan pukul 7 pagi. sesudahnya ku memilih pakaian yang sesopan mungkin untuk memulai rencana yang sudah tersimpan di otak dan pikiranku.


sebelum berangkat untuk memulai aku duduk berpangku lututku menatap kedepan.


"livia hari ini mau cari kerja, doa iin ya ma yah.. biar cepet dapet yang sesuai dengan livia" ucap ku berbicara di depan foto orang tuaku.


" asalamuallaikum ayah mama " salam ku..


dengan penuh semangat melangkahkan kakiku menuju beberapa tempat yang semalam sudah terfikirkan olehku.


dengan berjalan kaki walaupun matahari semakin tinggi dan sinarnya cukup membuat kepanasan tak membuatku menyerah..