Is'T Love Story

Is'T Love Story
pengumuman



pagi ini livia terbangun akan suara alarm yang iya setting di ponselnya.


livia merenganggangkan otot tubuhnya dan melakukan aktivitas pagi nya seperti biasa.


livia menuruni tangga menghampiri ayah mama nya untuk sarapan bersama.


terlihat mama sibuk mengoleskan selai di roti untuk sarapan kita.


" tumben pagi pagi sudah siap syank " tanya mama.


" hari ini ada kelas pagi ma" jawab livia.


sesaat ayah livi menerisir raut wajah anak nya. di balik wajah nya yang cantik dengan make up natural yg di pkek livia, ayah menatap dalam mata livia yang sedikit sebam.


" semalam kamu nangis vii" tanya ayah.


mama pun ikut menamatkan wajah ku..


" kamu ada masalah nak " cemas mama.


" ahhh.. aku baik baik saja yah ma.. "


" tak ada apa apa" ucap ku memperlihatkan senyuman sambil menikmati sarapan ku.


aku pun bergegas berangkat untuk menghindari mama dan ayah ku yang mulai curiga.


" yah ma... aku berangkat dulu yaa. takut telat!! " cepat cepat aku berkata.


" eeh... viia habiskan sarapan mu. " pangil mama tanpa aku jawab.


dan livia pun pergi mengendarai mobilnya.


" tak mungkinkan aku bilang klo semalam aku mengingatnya.. bisa kawatir mereka. " keluh ku pada diri sendiri saat di dalam mobil.


aku pun menghubungi rania.


" loo di mana ran" tanya livia.


" aku di jalan via.. bentar lagi sampek kog. " jawab rania


" oke aku berangkat sekarang" jawab livia. sambil terus melajukan mobilnya.


livia tak pernah sadar selama 2 tahun ini saat livia pergi keluar rumah selalu ada yang mengikutinya. tapi ini bukan penguntit melainkan penjaganya.


" bos nona berangkat ke kampusnya " ucap laki laki yang memakai pakain hitam dan topi untuk menutupi penyamaran nya.


" oke lakukan seperti biasa " ucap atasan laki laki itu.


***


" aku gak telat kan " sapa livia saat duduk di dekat rania. ia terengah engah karna berlari dari tempatnya parkir hingga ke kelas.


" hampir saja " ucap rania saat dosen mulai memasuki ruangan.


" mohon perhatiannya semua" seru dosen saat akan memulai.


" bsok di harapkan hadir semua di aula 1 karna akan di adakan seminar yang akan di hadiri salah satu pemimpin perusahaan yang saat ini sedang meroket di industri ya. jadi di anjurkan untuk semua nya bisa menghadirinya karna bisa memberikan inspirasi untuk kalian semua. " ucap dosen panjang lebar.


" baik pak... " ucap para mahasiswa.


" baiklah mari kita mulai pembahasaan untuk hari ini " ucap dosen.


***


usai jam kuliah berakhir.


" karna hari ini masih siang dan kita tak ada jam kuliah lagi, bagaimana klo kita jalan jalan. " ajak rania pada kevin dan livia.


" aku ngikut aja yank. " ucap kevin.


" kamu viii... ??" tanya rania.


" hmmmm... baiklah. " ucap livia.


kevin dan rania tau perasaan livia sedari kemaren. mereka yakin livia juga akan melihat chat grub sma ya juga msuk di ponsel ke dua sahabatnya. maka dari itu kedua nya ber usaha untuk menghibur sahabatnya.


walaupun livia tak perna bersedih ato bercerita ke mereka. sahabatnya itu akan peka ikut merasakan apa yang di rasakan livia. maka dari itu meraka selalu saling mendukung dan menguatkan.


" mari kita bersenang senang. " ucap rania saat sudah sama di mall , sambil menarik narik lengan livia tan kevin.


mereka memutuskan untuk makan di restoran, setelah itu mereka pun bergegas untuk melanjutkan sesenangan mereka.


" yank kita nonton yuuk... ada film bagus tuh! " ucap kevin.


" haa nonton... " ucap livia kaget.


karna itu kegiatan yang ingin iya hindari selama 2 tahun belakngan ini.


bahkan iya selalu menolak ajakan siapa pun yang mengajak nonton.


" kenapa vii.. ayook lah.. udah lama juga kan! " ajak rania sambil merayu rayu livia.


" udaah ayuuuk buruan .. kita kan juga udah lama tak nonton bareng!! " ucap kevin sambil menarik lengan livia.


livia menghembus kan nafas nya dalam dalam saat akan memasuki ruangan itu.


lampu masih belum padam. ada cahaya yang memang untuk menerangi langkah orang orang yang akan mencari tempat duduk mereka.