Is'T Love Story

Is'T Love Story
kecurigaan rania



dua sejoli yang asik makan terlebih dulu mencari keberadaan livia yang meninggalkannya sedari tadi.


" viiiii.... buruan, !"


" iya raaan . bentar"


livia datang menghampiri mereka.


" lo tu yaa... di suruh makan susah kayak di suruh cari jodoh aja " ejek kevin.


" ciiih.. berisik lo "


livia mulai memakan jatah makanannya yang di beli mereka tadi.


" ow ya guys besok aku udah dapet kerja loo... "


" di mana ??" ucap kevin dan rania bersamaan.


" di orangemart.. "


" itu gak kejauhan vii " ucap kevin


" tak apalah. paling jalan cuma 20 menit juga sampek." ucap ku tenang sambil mengunyah makanan.


" mulai kapan vi?? " tanya rania.


" gak tau sih. yang jelas besok pulang kampus langsung ke sana nemuin yang punya "


" vii loo yakin bisa bagi waktu kerja sambil kuliah"


" yakin la vin. udah kalian tenang aja, jangan ribet lah"


" kita sih terserah lo aja vii... asal lo bisa mengimbanginya "


" ow yaa vin... aku nemuin ini dari kotak yang kamu kasih ke aku waktu itu" livia menyerahkan sepucuk kartu nama.


kevin binggung nampak kaget saat melihat nama di sana.


" kamu tau ngak?? "


" emm.. kamu kenal gak? " tanya kevin tanpa menjawab pertanyaan livia.


livia hanya gelengkan kepala tanda tak kenal.


dalam hati kevin binggung harus memberi tau livia atau harus menyembunyikan hal yang memang ia tau dari vian ayah livia.


" kog lo diem yank... masak lo calon ceo gak kenal si nama itu. itu kan pengusaha yang sekarang lagi naik daun. pernah ke kampus kita juga kan.. " ucap rania penasaran melihat gelagat kevin.


" owh yaa... ow itu ceo yang bikin heboh kampus waktu itu " tanya livia.


" iya vi.. kamu sii gak mw dengerin aku, dia tampan banget vii... "


" huuus.. kamu yank klo bahas cowok capek aja heboh. giliran aku di anggurin " kesal kevin.


" aduh yaank.. iya iya maaf. kamu tetep termanis kog" ucap rani sambil memeluk pacarnya.


" mulai deh.... pulang sana "


kevin memang mencoba untuk menghindari percakapan yang membahas ceo itu. ia binggung harus bagaimana.


namun ia melirik kalung yang terpasang cantik di leher livia. kevin tau itu kalung memang untuk livia dari pria itu, terlihat sangat jelas senyuman di bibirnya.


" vii... cieee kalung baru tuu, " kevin memberikan sedikit godaan untuk livia.


" ow inii.. ini tuu juga aku dapet dari kotak itu lagi "


" boleh liat gak.. mw tw aja asli ato gak tu ada berliannya"


" ran lepasin dong tangan ku kotor ni "


rani melepaskannya.


perlahan kevin membuka liontin berbentuk matahari itu tanpa sepengetauan livia.


sudah aku duga. semoga tuan muda cepet menemukanmu. batin kevin sambil tersenyu..


" ngapain yank senyum senyum?? "


" heheh asli yank ternyata.. lucu bentuknya "


" aku tau loo yank ada sesuatu yang kamu sembunyiin.. " bisik rani di telinga kevin. yang membuat kevin menegang karna tatapan tajam rania.


saat ini livia sedang membereskan bekas makannya di sudut ruangan yang terlihat seperti dapur mini.


" vii aku pulang dulu yaa.. besok langsung ketemu di kampus.. oke " teriak rania sambil mengenggam tangan kevin dengen buru2 pulang.


" ia aku mau kangen kangen dulu sama si bebeb, asalamuallaikum " ucap rania yang sudah menjauh


" ati ati guys.. walaikumsalam"


seperginya mereka livia memilih untuk kembali menonton drakornya hingga tanpa sadar lama kelamaan ia terlelap dalam keadaan laptop yang masih menyala.


**


berbeda halnya dengan rania dan kevin saat ini.


" lo jelasin deh yank... ada apa sebenarnya?? "


" aku udah ngerasa aneh saat tiba tiba banyak kejadian yang di alami via "


" yank... binggung aku mw bilangnya??


" jelasin pelan2 aku dengerin kog. "


" oke jangan nyelah aku saat aku bercerita"


ucap kevin yang di anggukii rania.


" sebenernya tuan muda kai anggara itu yang selama ini jadi bayangannya livia..."


" apaaaa, serius yank.. aku gak lagi halu kan?? "


" yank dengerin dulu... iggh main cerocos aja tu mulut " gemes kevin mencupit bibir kekasihnya.


"uuuh sakit yank.. aku kan kaget"


" cup... " kecupan di bibir rania yang di dapat dari kevin saat mengadu kesakitan.


" heheh udah gak sakit kan "


" malu yank.. untuk gak ada papi "


" jadi di lanjutin cerita panjang livia... atoo mauuuu" ucap kevin sambil mengerlipkan matanya mengoda.


" mesuum.. udah lanjutin."


" lanjutin yang mana nii... " kevin terus saja mengoda rania dengan mendekatkan kepalanya.


" keviiiin..... "rania marah dengan mengeluarkan jurus ampuhnya.


" hahahhah oke oke yank ampun .. ampun yank.. gelii " saat rania mengelitiki perutnya.


akhirnya malam ini rania mengetaui di balik kejadian yang di alami sahabatnya. kevin dengan panjang lebar bercerita dari awal kejadian dimana ayah livi meminta untuk menjaga livia hingga kejadian yang perebutan kekuasanan di perusahaan ayah livia hingga meninggalnya orang tua livia.


" trus tuan kai menghilang gitu aja yank... kenapa tak mencari via?" tanya rania saat kevin sudah menjelaskan semuanya.


" aku juga masih belum dapat kabar dari alex yank. ntah kenapa dia menghilang gitu aja. "


" semoga gak ada yang ingin mencelakai livia lagi yank... kasian hidupnya"


" tenang yank.. aku sudah berjanji untuk menjaganya.... "


" yank... " ucap rania kini menatap kevin.


" kita bikin misi yuuk... !!"


" misi... apa? "


" anggap aja misi untuk membuat livia menemukan cinta "


" maksud nya yank?? "


rania dengan antusiasnya mengutarakan misi nya untuk livia.. dan kevin hanya geleng geleng saat mendengarkan ucapan kekasihnya.


pletak....


sentilan di dahi rania ia dapat kan dari sang kekasih.


" keviiiiiiiin... " teriak rania kesal.


cup...


cupp...


cuuuuuppp..


kecupan diberikan kevin di dahi lalu ke hidung dan mulut yang dengan sedikit *******, untuk mendiam kan omelan yang akan di berikan rania.