
" siapa yang ***** ran??? " tanya livia menghampiri sahabatnya.
rania dan kevin terkejut melihat kedatangan livia. mereka gugur takut mau menjawab apa?? .
" vin kenapa diam... " tanya lagi livia saat melihat kedua nya diam
" oh itu loo tadi kevin kesiangan trus telat jemput aku nya, jadi nya aku di anter bokap ke kampus" sangga rania seolah menyalahkan kevin..
rania berharap livia percaya dengan penuturan nya. lain halnya dengan kevin yang menjadi kambing hitam nya di sana.
kevin menatap tajam ke arah rania. rania pun menggenggam tanggan kevin seolah menyiratkan permohonan maaf. kevin pun menghela nafasnya, ia pun ikut membenarkan ucapan kekasih nya.
" iya vii.. makanya rani marah marah" kevin menunjukan wajah senduh nya.
livia seolah mentatap ke dua nya lekat lekat.
" tapi kamu gak boleh kasar ran... dia kan cowo loo.. " bela livia untuk kevin.
" heheheheh maaf ya yank " ucap rania kepada kevin.
" iya yank.. " mereka pun berbaikan di depan livia.
" gitu dong... " ayukk pulaang. " ajak livia.
" oke.. oke... " ucap rania dan kevin bersamaaan.
kevin dan rania lega, karna livia tak curiga dengan mereka.
livia pun berpisah di parkiran untuk masuk ke mobil nya sendiri.
" aku duluan ya guys " ...
" jangan bertengkar... oke" ucap livia tersenyum.
" baik tuan putri.... ampuni hambamu ini yang sering berdebat. " ucap rania mengejek livia.
mereka saling melembar senyuman dan lambaian tangan nya.
***
banyak nya balasan dari temen temen kelasnya yang cukup antusian dengan acara yang di adakan. livia hanya membacanya tanpa ingin membalasnya. sesaat ia mendapatkan salah satu temen nya yang menyebut nya dan juga bill.
" guys aku harap semua datang, terutama sang tuan putri dan pangeran kelas kita " ucap roy temen livia.
" harus itu.. "
" pasangan kelas kita "
" livia billy hadir yaa "
itu laah isi chat grub itu dan masih banyak lagi.
livia pun menutup ponsel nya ia tak ingin melihat percakapan yang membuat nya sesak lagi.
tak ad yang tau cerita mereka setelah lulus. hanya keluarga dan juga 2 sahabatnya saja yang mengetaunya.
livia tak ingin berlarut dengan kesedihan nya, ia memilih mandi untuk menyegarkan pikiran nya dan bergegas tidur karna besok livia ada kuliah pagi.
***
malam ini kai lembur dengan di temani asisten sekaligus sahabatnya dave, mereka mengerjakan tumpukan dokumen hingga larut malam. tanpa terasa pukul 11 malam baru terselesaikan.
" akhirnya finish juga" keluh dave sambil merenggangkan otot otot nya yang terasa kaku.
" kai.... kau pulang ke mana?? " tanya dave.
" ke apartemen aja .. terlalu malam untuk pulang. jauh juga kan kalo harus ke rumah" jawab kai.
" owh ya hari kamis lusa kamu sudah bisa menghadirinya. " ucap dave.
" oke siap kan semua dengan baik " balas kai.
" oke mari kita pulang... aku mulai lelah teman, " ucap dave dengan menepuk bahu kawan nya.
***