Is'T Love Story

Is'T Love Story
kecemasan



***


malam ini dave berada di apartemen pribadi milik bosnya.dave terlihat asik dengan bersantai duduk di depan televisi sambil meminum coffe latte kesukaannya.


saat sedang asik dengan bersantainya, ponselnya pun berbunyi dan segera ia angkat.


" hmmmm" gumamnya menjawab telp.


" tua apa ada yang akan menjemput nona di restoran?. " tanya anak buahnya yang menjaga livia seperti bayangan.


" kenapa???" tanya dave datar.


" sepertinya temen nona sudah pulang semua, di sini tinggal nona livia sendiri " infonya.


" haaa.. dua temennya kemana" tanya dave mengebu.


" sudah pergi bos."


dave pun bergegas menutup panggilan nya.


dave berlari memasuki pintu kamar kai, terlihat kai kaget dengan kelakuan temennya itu. saat ini kai sedang akan mengenakan pakaian nya.


setelahnya, dave bergegas pergi dengan di ikuti kai tergesah gesah.saat di dalam mobil dave menceritakan situasi livia di sana. mobil melaju dengan pesat, namun menurut kai terlalu lambat hingga ia kesal emosi.


" davee gas cepet " kesal kai manatap tajam.


hujan turun membasai bumi. kai semakin kesal di buatnya.


tak lama ponsel dave berdering. kai tak sabar melihat dave. ia pun mengangkatny.


" tuan ada yang mengikuti nona dari belakang " ucap pria itu.


" lindungi dia ... cepet daveeee, jika terjadi sesuatu padanya ku bunuh kau. ucapnya mematikan.


dave menancap gasnya penuh. terburu buru, ia juga tertekan akan bosnya itu.


tak jauh dari sana ia melihat restauran yang sudah tutup tak ada seorang pun dave melajukan lagi dengan melihat keadaan sekitar mencari keberadaan livia.


dave menghentikan mobilnya saat melihat livia. bergegas kai turun terlebih dulu berlari le arah livia. dalam kondisi hujan yang lebat dave menuju seseorang yang akan menghampiri livia.


" stop, brengsek..... berbicara sambil memberikan kepalan tangannya ke arah bill.


seketika bill tersungkur mendapatkan serangan dave.


***


sedangkan si kai nampak tergesa menemui livia saat melihat livia memijat kepalanya.


ia melepas jaket yang ia kenakan. dan bergumam penuh kekesal.


" sialan.. kau curut. " kai berada tepat di belakang gadis pucat itu, seketika tubuh kai reflek memegangi tubuh livia yang tak sadar kan diri.. di rengkuhnya gadis itu di balut dengan jaket yang terlanjur basah.


bergegas kai pun membopong tubuh lemah livia ke dalam mobil miliknya.


" dave buka pintunya brengsek! " ucap kai saat dave masih di depan bill yang tersungkur.


di dalam mobil kai menompang kepala livia di pangkuannya.


" livia bangun laah.... ku mohon buka matamu. " ucap kai sambil menepuk pipi livia. wajah livia pucat pasih, tubuhnya terasa dingin.


" dave cepatlaaah..." ucapnya menatap dave.


dave melaju dengan kecepatan tinggi. untung kondisi jalanan sepi karna sudah hampir tengah malam.


***


dave melajukan mobil nya menuju rumah orang tua livia. sesampainya terlihat di depan zoy dan vian orangtua livia menunggu kedatangannya, karna sedari tadi dave sudah menghubunginya.


" anakku.... " ucap zoy saat melihat livia dalam gendongan kai.


" tante di mana kamar livia" tanya kai sambil terus berjalan menaiki tangga.


zoy berjalan dengan di ikuti kai dan vian.


zoy membuka lebar pintu kamar milik livia, kai pun bergegas merebahkan tubuh livia yang basah.


zoy menepuk pundak kai. nak biar aku mengantikan pakaian nya, kamu juga gantilah pakaian mu.


kai keluar untuk menemu dave.


" dave hubungi rangga secepatnya, dan bawakan pakaian ku yang di mobil" ucap kai membuat dave segera melakukan tugasnya.


***