Is'T Love Story

Is'T Love Story
rencana dave



di cafe


" yank.... hiks hiks. " tangis rania melihat olivia pergi. kevin yang hendak mengejar livia, tertahan karna melihat kekasihnya kini menangis di hadapannya.


kevin mendekati rania dan memeluknya.


" sudah... jangan nangis"


" aku nyakitin via yank.. hiks hiks. aku gak maksud begitu. "


" aku tau kamu hanya kawatiri livia"


" pasti dia nangis sekarang yank... aku bukan temen yang baik. hiks hiks "


" sudah sudah. tenang lah."


" hiks hiks"


" ayo pulang dulu yank. malu diliatin orang tu. dikira aku apain kamu aja! "


rania senatap sekelilingnya yang terlihat beberapa orang memperhatikan mereka. akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


di dalam mobil kevin rania terlihat tenang walau masih ada sesengukan dan mata merahnya sehabis nangis di pelukan kevin.


" yank ... aku gak mau tu cewek jelek jelekin via. aku gak mau livia di cap buruk karna deketin co nathan." keluh rania sambil menatap luar jendela.


" aku tau yank.. sudah livia pasti ngerti kog. besok kita temuin via. oke " ucap kevin di balik kemudinya. sambil mengelus pipi yang masih tersisa air mata rania.


" via pas benci sama aku yank. aku takut yank "


" tak akan. dia sahabat kita saudara kita, kita pasti kembali bersama."


ada sedikit perasaan tenang saat mendengarkan ucapan kevin. kini rania bertekat besok untuk meminta maaf kepada sahabatnya itu.


***


di kota a


kai saat ini menatap tajam di hadapannya. terlihat matanya menyalah penuh amarah. bagaimana tidak dave bisa melupakan tugas terpentingnya. ingatan kai telah kembali,


di sebuah rumah mewah miliknya yang saat ini sudah berantakan seperti baru terkena bencana alam akibat ulah bos besar itu.


" jadi... apa tugas mu sekarang! "


" tenang bos aku udah menemukannya "


" kita temui dia sekarang"


" tidak bos.. "


" berani kau mengaturku dave" kai menedang kursi yang ada di depannya.


" kalau kita temuin livia sekarang, akan membuat musuh mu kembali menyerangmu, mereka tau kelemahanmu hanya livia. inget itu" dave sudah tak tahan melihat kai yang marah.


" coba lo pikir dulu bos. siapa yang sudah menghancurkan keluarga gadismu itu, mereka tau lo akan hancur jika melihat livia menderita"


kai mengacak acak rambutnya frustasi. ia tau kini sumber dari masalah livia karna dirinya.


" di mana otak lo yang biasanya topcer itu "


" kecerdasan mu menurun hanya karna livia"


kini giliran dave yang meluapkan emosinya.


kai hanya terdiam. dan pergi untuk menjernihkan otaknya.


" shiiiit... akan ku balas perbuatan loo uncle. "


" via tunggu aku akan melindungi mu "


batin kai menatap foto gadisnya yang tersenyum.


dave dan kai mulai terlihat tenang. bahkan kini mereka duduk berdua di ruang kerja yang sedari tadi seperti kapal pecah. namun sudah di bersihkan pelayannya.


" kita balik ke kota m lagi dave "


" tidak kai... kau tetaplah di sini "


" biar aku dan beberapa orang yang ke sana untuk memantau nya. "


" tapi dave... "


" kai klo dirimu meninggalkan kantor pusat. pamanmu akan curiga kau menemui gadis itu. itu akan membuat via semakin kesusahan."


kai nampak menimang nimang rencana dave agar tidak membuat musuhnya curiga.


" oke.... lakukan dengan baik. aku tak mau livia menderita lagi. "


" lo tenang aja bos. sudah tugas ku untuk melindunginya "


dave dan beberapa bodyguard nya bersiap untuk kembali ke kota m di mana livia tinggal.


dave berbicara di hadapan anak buahnya.


" kalian dengar sesampainya di sana. tujuan kalian hanya melindungi nona muda, bersiaplah jadi bayangan di mana pun nona berada. "


" siap bos" serempak mereka bersuara.


***


livia merasa tubuhnya lemah tak bertenaga, kepalanya yang berdenyut dan sedikit demam. livia memutuskan untuk tak menghadiri kelasnya hari ini. ia butuh tenaga dan istirahat agar cepat membaik.


kevin dan rania yang menunggu livia yang tak kunjung datang mulai panik.. mereka berfikir kalau livia bener bener marah kepadanya.


" yank.... sepertinya livia marah beneran deh, gimana ni yank.. "


" sudah tenanglah. ayo kita kekelas dulu " kevin menenangkan.


kevin beberapa kali mencoba menghubungi livia namun tak ada jawaban sedari tadi. sedikit kecemasan yang dirasa. nmun ia sembunyikan saat rania di dekatnya.


sepulang kampus mereka menemui livia di kosannya. namun tak menemukan keberadaan livia.


" mungkin via sudah berangkat kerja yank. tak mungkin kita menyusul nya kesana, "


" huuuuuf... iya deh yank. kita balik nantik aja ya " mereka memutuskan kembali. kevin mengantar rania pulang, setelahnya ia pun kembali kerumahnya.


kevin mengambil ponselnya ingin mencoba menghubungi livia namun terhenti karna sebuah pangilan dari nomer tak dikenal di ponselnya.


" hallo.... "


"....."


" iya benar. dengan siapa ini?? "


" ...."


" baik tuan, di mana kita bisa bertemu "


"......"


" oke.. saya segera kesana"


kevin buru buru mengambil kontak motornya. ia memilih pakai motor karna tak sabar ingin cepat bertemu seseorng di suatu tempat.