
Bita menatap adik iparnya dengan tatapan yang tidak biasa. Gadis itu tampak terlihat kusut . Lihatlah cara gadis itu memotong daging tidak ramah. "Za, lo oke kan?" tanya Bita berbisik disamping Azza. Azza memberengut pada kakak iparnya, "Kak, gue lagi kesal sama orang." gerutunya pelan.
"Wow, sama siapa?"
"Ck, adalah kak orang pokoknya." ketusnya kembali kesal mengingat sosok pria itu.
"Ah, gue tau nih pasti cowok kan?" tebak Bita sambil berbisik membuat Azza tersedak. Cepat-cepat gadis itu mengambil air dan meneguknya. Bahkan semua orang yang sedang menikmati makanan langsung mengarah pandangannya pada Azza.
"Nak, pelan-pelan makannya." ucap Deon menatap anak bungsunya.
"Ada apa?" tanya Alze pada istrinya, Bita hanya tersenyum simpul tidak menjawab pertanyaan suaminya. Ia jadi semakin penasaran dengan kehidupan Azza disekolah seperti apa sampai membuat gadis itu kesal mendalam pada seorang pria.
"Kak Bit." gerutu Azza cemberut, Bita terkekeh pelan sambil mengelus kepala Azza. Setelah itu tidak ada perbincangan diantara keduanya, sampai selesai makan malam semuanya pada ke kamar masing-masing.
Azza menghela napas memandang buku-buku yang bertumpuk diatas meja belajarnya. Yap, besok ia ada ulangan harian.
"Yosh, lo bisa Azza." serunya, namun ia mengumpat kasar saat melihat notifikasi komik kesukaannya update.
"Sial, kenapa lo up sekarang woi?! Kalau gini gue jadi kepikiran." gerutunya kesal, tidak bisa menghindar ia pun mengambil ponselnya dan menghempaskan tubuhnya diatas kasur. Ia menyengir pelan membuka aplikasi komiknya.
"Gila, skuy baca." serunya sambil menscroll komik diponselnya itu. Tidak terasa waktu terus berjalan, Azza kebablasan asyik dengan komiknya sampai-sampai ia tertidur pulas.
***
"TIDAAK!!!" teriaknya kesal sambil menumbuk-numbuk bantalnya. Sangking kesalnya ia menumbuk bantalnya sebagai samsak. Gara-gara terlena dengan komik kesukaannya membuatnya tidak jadi belajar semalam. Sam dan Bita yang kebetulan berada diluar kamar Azza langsung tergopoh-gopoh menghampiri gadis itu.
"Ada apa Za??" cerca Sam, Bita langsung menghampiri Azza. "Ada apa?" tanyanya menatap gadis itu.
"Aku lupa belajar kak,hari ini gue ulangan!" rengeknya kesal. Sam berdecak kesal, "Anjiir gue kira lo ada maling nyusup. Udah ah, santai aja baca aja sekilas pagi nih materinya. Apa yang lo bisa aja." oceh Sam.
"Wah, tumben lo pintar Sam." puji Bita sambil bertepuk tangan.
"Ck, gini-gini gue mahir juga yaa. Kalau gue bego nggak mungkin gue masuk kedokteran."
"Hmm iya juga. Tuh dengarin kakak lo Za. Mending lo siap-siap abis tuh belajar." ucap Bita langsung dianggukan Azza.
"Aduh." keluh Bita sontak membuat adik iparnya menoleh kearahnya. "Kenapa kak? kram lagi?"
"Bukan, dia nendang lagi." Bukan Bita yang menyaut melainkan Sam yang berdiri diambang pintu kamar Azza.
"Kok bisa tau?"
"Ya bisalah. Orang gue baru belajar semalam. Masalahnya gue lagi bahas materi seputar kehamilan."
"Pinter juga lo. Dah Za siap-siap lagi, gue mau buat sarapan buat kakak lo." ucap Bita setelah merasa tenang, ia pun beranjak dari tempatnya. Sam juga keluar dan tinggallah Azza disini.
Sesuai saran para kakak-kakaknya, ia pun secepat kilat mempersiapkan segala kebutuhan dirinya. setelah itu ia mengambil buku dan keluar dari kamar.
"Tumben lo rajin baca buku." ledek Alze menatap Azza. Azza terkekeh pelan lalu lanjut membaca materinya.
Semua keluarga dibuat geleng-geleng kepala melihat Azza makan sambil baca buku, matanya tidak lepas dari satu baitpun.
"Azza, berangkat lagi, tuh udah jam segitu." seru Haura menunjuk kearah jam dinding. Azza tersentak, buru-buru ia meneguk segelas susu dan berlari kecil ke kamar mengambil ranselnya. Seperti orang dikejar setan, ia menyalami satu keluarganya lalu berlari kencang menuju mobil.
"Woi Zaa hati-hati, jangan ngebut!!" teriak Alze pada adiknya. Sedangkan Bita hanya tersenyum menggeleng melihat kelakuan Azza.
"Al, kita jadi ke makam kan? Kemarin kita nggak jadi karna aku masih lemas."
Alze mengangguk pelan, "iyaa, abis kelas kita langsung gas kesana."
"Mama sama papa nggak bisa ikut dulu. Ada yang harus kami urus, nggak papa kan Bita?"
"Nggak papa maa, lain kali kita pergi sama-sama."
Alze menatap datar kearah Sam. " ke Makam orang tua Bita, lo mau ikut nggak?"
"Kapan?"
"nanti siang."
"Oke, pas pula kelas gue selesai siang. Dah gue berangkat dulu ke kampus yaa. Maa paa, Sam ke kampus." pamitnya sambil menyalami kedua orang tua dan juga kakak-kakaknya. Setelah itu melenggang keluar.
"Cih, dia pasti nemuin pacar barunya." gerutu Alze pelan mengenal jelas watak baru Sam.
"Ahahaha, Biar ajalah. Kita lihat sampai sejauh apa Sam seperti ini trus."
"Maksudnya?"
"Dia kan cuma gunain pacarnya untuk menutupi rasa sakit hatinya. Jadi, kalau dia ketemu cewek yang tulus pasti berhenti jadi playboy."
"Kira-kira siapa?"
"Yah, nggak tau. Mogaa segera ketemu." Harap Bita diaminkan oleh seluruh keluarga yang mendengar ucapannya.
***
Azza komat-kamit menghapal materi yang akan masuk dalam soal ulangannya nanti. Namun, ucapannya terhenti saat melihat sosok penganggu menyebalkan itu sudah datang ke kelas. Azza bisa pastikan, jika pria itu tersenyum kearahnya.
"Wah, waketos rajin yaa." seru Algha duduk disamping Azza. Azza hanya menghela napas panjang, dari awal masuk pergantian semester, ia terus menyesal dengan hasil nomor tempat duduk yang diacak guru yang mengharuskannya duduk disamping Algha. Jika gadis lain, duduk disamping pria tampan mungkin ini bagaikan mimpi terindahnya, sedangkan Azza? Sebaliknya ini bagaikan mimipi buruknya.
"Diam, gue lagi kosentrasi." ketusnya tanpa menoleh kearah Algha. Ia lanjut membaca materinya, namun matanya melirik kearah buku catatan yang tergeletak diatas mejanya. Azza menoleh kearah Algha. "Kenapa?"
Algha menyerngit, "Lah, kok bertanya. Itu catatan yang udah gue ringkas. Tinggal lo baca aja lagi, gue tau lo nggak belajar semalam kan?" ucapnya sontak mendapat tatapan horor dari Azza.
"Darimana lo tau? Lo nguntit gue?" tanya AZZA curiga.
"Nggak yaa, gue nebak aja loh. Ternyata Lo beneran nggak belajar. Ckckck." cibir Algha membuat Azza. mengumpat pelan.
Sial, gue dikerjain sama nih orang.
Azza menepis rasa egonya demi bisa menjawab ulangan. Ia pun membuka catatan Algha dan terkagum dengan tulisan Algha yang sangat rapi mirip seperti tulisan komputer.
Ia jadi paham dengan materi yang diringkas Algha. Ia yakin bisa menjawab ulangan dengan tenang. Apalagi catatan pria itu bisa membuatnya ingat.
"Gimana? Dah paham kan?" tanyanya sambil mengemut permen dimulutnya.
Azza mengangguk, "Makasih." ucapnya membuat Algha tersenyum lebar. "Wah, akhirnya lo tau juga terimakasih."
"Sialan." umpatnya pelan.
Bel masuk berbunyi, datanglah guru yang terkenal dengan kekejamannya berjalan memasuki kelas Azza. " Udah siap ulangan?" semua siswa mengangguk pelan.
Algha memutar-mutarkan pena ditangannya lalu melirik kearah Azza. "Nggak usah tegang. Santai aja." gemasnya menatap gadis itu tampak tegang menunggu soal dibagikan.
Mata Algha tertuju pada bibir Azza, spontan Ibu jarinya mengelap bekas susu dipinggir bibir Azza, gadis itu terdiam kaku, tidak berkedip menatap Algha.
"Lo lucu, masa udah besar masih celemotan." ejeknya membuat muka Azza memerah seperti kepiting rebus.
Azza berusaha tetap stay cool, bersikap bodo amat. Setelah menerima soal ulangannya barulah Algha berhenti mengganggunya. Pria itu tampak santai menjawab soal seperti air mengalir.
Mata Azza berbinar senang, tidak menyangka catatan Algha sangat berguna baginya. Soal-soal yang masuk pun, materinya ada semua membuat Azza semangat mengerjakannya.
Algha melirik sekilas kesamping, ia tersenyum tipis melihat gadis itu tidak kesulitan menjawab soal ulangannya.
Imut.