I'M Your Wife

I'M Your Wife
Akhlakless



Tidak membutuhkan waktu yang lama,Bita dan Azza keluar dari kamarnya dan menghampiri Alze dan Sam. Mata Azza menatap tidak percaya sang kakak menonton drama kesukaannya. "bilang dramanya nggak bagus tapi ditonton juga." sindirnya membuat kedua manusia itu menoleh kebelakang.


Alze terpukau dengan kecantikan Bita,walaupun mengenakan baju milik adiknya,tetapi aura cantik terpancar oleh gadis itu. Sampai -sampai Sam meledeknya.


"jangan diliatin terlalu lama kak,hihihi." cengirnya langsung dilempar bantal oleh Alze.


"udah siap kan? yok!" ajaknya tidak memperdulikan ocehan Sam yang terus menggema ditelinganya. Saat ini ia menggandeng tangan istrinya membuat kedua adiknya itu terus mencibirnya sepanjang jalan.


"nggak usah iri kalian,nanti kalian kayak gini juga!" ketus Alze merasa jengah dengan tingkah kedua adiknya. Sedangkan Bita tersenyum tipis memandang tangannya digenggam oleh suaminya itu.


Hangat.


"kak,kita naik apa?" tanya Azza. Alze menunjuk kearah motor besar kesayangan itu,sontak membuat Sam tertawa terbahak-bahak.


"pfft,buahahaha.sialan lo kak,yang benar ajalah!"


"apanya? kan gue udah benar bego!" kesalnya.


"bodoh,Lo mau kita tarem huh?" tanya Sam masih diselingi tawa,begitu juga dengan Bita menahan tawa daritadi.


"apa itu tarem?" tanya Azza bingung. Sam mengacak-acak rambut adiknya, "tarik empat! masa iyaa kita berempat naik motor." selorohnya. Membayangkan mereka berempat naik motor besar milik Alze,pasti lucu sekali.


"begonya jangan dipelihara,ya mikirlah nggak mungkin kita ke mall tarem,yang ada nanti dicegat polisi." oceh Alze.


"ck,ih kak Sam!! gue udah capek natain rambut gue!" kesalnya menginjak kaki Sam sekuat tenaga.


"aw,Sakit woiii!!"


"ya Lo tuh ngeselin banget kak,kan Lo bisa ngomong tanpa ngacak rambut gue." ketus Azza


"kita nggak bakalan tarem yaa,enak aja kalau ngomong. Ini gue sama Bita naik ini,kalian naik motor yang lain."


"nggak!!" tolak para gadis itu bersamaan,membuat para lelaki melirik kearah mereka. "kenapa pula?"


"kami udah susah payah nyisir rambut,masa naik motor sih kak?! yang ada rambut kami berantakan lagi." protes Azza dianggukan Bita.


"atau gini aja,kita pakai mobil. Nanti didalam mobil,biar gue yang nyisir rambut Lo Za." ucap Bita akhirnya bersuara untuk meleraikan permasalahan mereka.


Semuanya mengangguk setuju, "tunggu,naik mobil siapa?"


"mobil gue aja,kalau mikir lagi entar lumutan kita disini nggak jadi-jadi kita pergi!" ketus Alze berjalan kearah mobilnya,semua ikut mengekori Alze.


***


"buset, rame betul!!" seru Sam menatap lautan manusia yang tengah mengantri membeli tiket bioskop. Azza selaku bendahara mereka,tidak perlu mengantri sepanjang itu,gadis itu berjalan mendekati mesin tiket yang ada dekat sana dan mengscan tiket yang sudah dibeli lewat ponselnya.


"yes dapat!" serunya berlari kecil kearah mereka.


"tapi,kita nunggu dulu baru bisa masuk. Mau duduk dimana kita?" tanya Azza sambil memasukkan tiket kedalam tasnya.


"kak Sam!!" geramnya saat melihat kakaknya mulai mengeluarkan jurus gombalnya pada gadis didekatnya. Ia heran,orang tuanya tidak ada kelakuannya gila seperti Sam,tetapi kakak keduanya itu, sungguh lain daripada yang lain.


Sam berdecak pelan, "diamlah,apa Lo nggak liat tadi tuh cewek cantik banget,seksi lagi." serunya cengegesan.


"dasar buaya." oceh Bita menatap aneh,pria itu sepertinya udah ahli dalam bidang percintaan. Ia jadi penasaran,siapa gadis yang akan merebut hatinya sehingga pria itu bertekuk lutut pada gadis itu?


"alah kak Bita,Lo kayak nggak tau aja gue gimana. Udah tampan nggak gue kak? mau nyari mangsa nih..." seru Sam membuat Bita dan yang lainnya menepuk jidatnya.


"hush,anak gadis nggak boleh kayak anak setan!" cibir Alze menutup mulut adiknya. Karena suara tawa adiknya membuat semua orang banyak menoleh kearah mereka.


"Lo tuh juga,kita disini mau nonton bukan cari cewek buat Lo! pacar Lo kemarin mana? dah putus?"


"oh iya dong,ini dah masuk list buku hitam." seru Sam sambil mengeluarkan buku saku warna hitam dari saku jaketnya,Bita kagum dengan tulisan pria itu sangat rapi,bahkan dia seorang perempuan pun kalah rapi dengan pria itu


"cantik banget tulisan Lo!" puji Bita membuat Sam langsung narsis. "akhirnya,ada juga yang bilang tulisan gue cantik. Gue makin sayang sama Lo Bit,Lo udah kakak favorit gue,nggak kayak sih iblis disamping Lo yang nggak jelas itu." ledeknya menyindir Alze.


"sialan." umpat Alze menatap tajam. "Bita,Lo nggak usah muji dia. Nggak tengok Lo dia udah kayak ba-bi cengegesan gitu kalau dipuji." gerutunya pelan.


"sialan Lo kak!"


Sedangkan Bita hanya mengangguk-angguk pelan sambil membaca satu persatu nama mantan playboy yang satu ini. "anjiir dah sampai lima puluhan aja,Lo nggak bisa setia sama satu cewek Sam?"


"untuk apa gue setia,kalau mereka nggak setia. Buang-buang waktu aja." ucapnya dingin, Bita menelan saliva pelan sambil menyenggol pelan suaminya.


Alze menghela napas,lalu merampas buku ditangan istrinya dan melempar kearah Sam. "dah,yok masuk!" ajaknya pada mereka. Satu persatu mereka masuk dan menempati duduk yang sudah dibooking tadi.


"Azza,Lo pindah sini. Gue mau duduk disana!" seru Sam melihat Azza duduk disamping gadis cantik. Tentu,ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu untuk merebut hati gadis itu.


"mau ngapain Lo? nggak...nggak ada. Udah cukup Lo banyak mantan,jangan nambah lagi!" ketus Azza menolak permintaan Sam.


"adek sialan." umpatnya membuang napas kasar.


"iyalah kak,tobat lagi. Apa Lo nggak malu nanti sama anak Lo besok,punya bapak tapi mantannya ribuan."


"nggak mungkin gue punya anak besok woi!"


"ck,nggak besok juga woi,maksudnya dimasa depan yang akan datang."


"tapi Lo bilang tadi besok."


"heh,itu umpama doang kakakku sayang,bedakan umpama sama beneran. Makanya jangan banyak cewek,jadi lemot otaknya kan!!" gemas Azza terus berdebat dengan Sam.


Alze hanya bisa menghela napas melihat perdebatan adik-adiknya tidak ada habis-habisnya, sambil melirik Bita yang hanya diam mengamati mereka. "Lo lagi bosan?"


Bita mendongak kearah suaminya sambil menggeleng pelan. "nggak kok,gue gemas aja liat mereka berdua." ucapnya sendu.


"enak juga yaa punya saudara kayak keluarga Lo." lirihnya pelan.


Alze mengelus kepala istrinya dan menyatukan kening mereka. "Lo tuh udah bagian keluarga gue,adik gue berarti adek Lo juga,mama papa gue,mama papa Lo juga. Semua yang ada digue punya Lo juga. Jadi jangan merasa sendirian sekarang,Karna Lo punya kami." jelas Alze lembut. Bita tersentuh dengan perkataan suaminya, untuk pertama kalinya pria menyebalkan itu mengatakan hal yang sungguh bermakna untuknya.


"hei kalian nggak tau tempat banget,filmnya dah mau mulai tuh!" gerutu Sam menarik Alze dari Bita. Sungguh,rasanya Alze ingin mengubur adiknya sedalam-dalamnya karena menganggu keromantisnya.


"kurang ajar,rese banget loh!" Alze menjitak kepala Sam kesal.


"apa sih,ya jelas kalian yang salah kok nyalahin gue?? gue nggak suka liat orang bahagia didepan gue,sedangkan gue ngenes disini."


"dasar adik nggak ada akhlak,nggak senang liat orang senang."


"bleeh,gue nggak peduli."cerocos Sam. Azza berdecak pelan lalu menarik Sam agar duduk dengan tenang.


"Lo jangan ribut disini,nonton aja dengan tenang!" oceh gadis itu merasa terganggu dengan suara Sam yang terus merecoki kakak pertamanya,menganggu ia menonton dengan tenang film barat kesukaannya saat ini.