I'M Your Wife

I'M Your Wife
Kali Ini Terjebak



Bita hari ini sangat senang,semua keinginannya dipenuhi oleh Alze. Dari makanan disukai sampai barang yang ia sukai. "Makasih banyak sayang!" serunya mengecup pipi suaminya. Alze tersipu malu, ia membiarkan istrinya senang hari ini agar hormon bumil itu stabil.


"Ada lagi yang mau kamu beli?" tanyanya melihat wanita itu tengah asyik memakan crepesnya. "Hmm?" liriknya keseluruh tempat, lalu matanya tertuju pada sebuah toko yang menjual jam tangan. Ia pun langsung menarik tangan suaminya.


"Kamu mau beli jam tangan?" tanyanya langsung dianggukan Bita. Wanita itu berjalan sambil melihat-lihat bentuk-bentuk jam tangan yang terpajang disana.


"Mbak, coba liat yang ini!" tunjuk Bita kearah dua jam berwarna hitam sepasang itu. Pelayan itu langsung mengambilkan dan menunjukkan kepada Bita.


"Selera anda bagus nyonya,ini barang merek kami yang terbaru. Apa anda mau mencobanya dengan suami anda?" tawarnya sambil tersenyum ramah.


"Boleh,yang cobain sini!" serunya menarik tangan Alze, suaminya itu hanya pasrah mengikuti kemauan istrinya. Bita memasang jam tangan itu dipergelangan tangan Alze, lalu memasang jam tangan miliknya sendiri.


"Gilaa keren!" serunya senang menatap jam tangannya terpasang cantik dipergelangan tangannya, begitu juga dengan Alze terlihat tampan memakai jam tangan itu.


"Kami beli yang ini!" serunya langsung sikat, Alze terkekeh pelan lalu mengeluarkan kartu kreditnya dari dompet, namun matanya melotot saat Bita juga mengeluarkan kartu milik wanita itu.


Bita tersenyum simpul, ia mengambil kartu milik suaminya dan memberikan dua kartu itu pada pelayan kasir di sana. "Mbak, bagi dua!"


"Hah?" pelayan tadi cengo menatap kedua pasangan suami istri didepannya, terlebih Alze yang tidak paham dengan maksud Bita.


"Maksudnya, pembayarannya dibagi dua. Aku setengah, kamu setengah!" jelasnya lagi. Alze tentu saja menolak permintaan Bita, ia tidak ingin istrinya mengeluarkan uang sepersen pun.


"Nggak, biar aku aja sayang. Kamu nggak usah."


"Ck, bukan itu maksud aku."


Hah? apa lagi nih? tolong buat aku paham Bita. gemasnya dalam hati.


"Ini tuh aku ingin jam tangan ini ada uang kita berdua didalamnya, aku belikan jam untuk kamu, kamu belikan untuk aku. Jadi romantis kan?" serunya tersenyum lebar.


Astaga,ternyata ini tujuannya. Ya ampun sayang,Lo buat gue gemas.


Alze berdecak pelan, lalu membiarkan apapun kemauan wanita itu, setelah mereka membayar. Bita langsung memasang jam tangan baru itu pada Alze dan memasang pada dirinya. "Hihihi cantik, besok kalau anak kita dah lahir,kita harus samaan juga!" serunya mengelus perutnya.


"Semoga kalian langgeng terus yaa tuan dan nyonya. Terimakasih sudah berkunjung!" ucap pelayan tadi tersenyum ramah, ia begitu terharu dengan keromantisan pasangan didepannya ini.


Alze menatap jam tangan barunya, ia tersenyum tipis. "Kamu beda dari yang lain."


"Oh iya dong, masa kita samaan trus dengan pasangan lain. Ini tuh, bukti cinta aku sama kamu sayang."


"Ou, dah pandai gombal yaa...makin cinta deh."


"Ulululu."


"Ehem!"


Alze dan Bita menoleh kearah orang itu,mereka terkejut saat melihat Sam dan pria tampan disebelahnya ada disini.


"Tampan!" ucap Bita spontan,ia pun langsung menutup mulutnya saat menyadari tatapan horor dari Alze.


"Hehehe,spontan sayang. Nggak sengaja."


Alze berdecak pelan,lalu menatap kearah dua orang itu. "Ngapain kalian disini? Kencan kalian huh?"


"Anjiir,kami nggak belok ya kak. Ini nih adik kesayangan kakak, minta temanin beli sesuatu katanya untuk seseorang." cerocos pria tampan itu sambil menyindir Sam, Bita pun sampai dibuat tidak berkedip olehnya.


Alze memasang tampang cemburu, jiwa posesifnya aktif sehingga ia menarik Bita berdiri dibelakangnya.


"Hehehe sorry bang, kalau gue buat salah paham. Gue nggak bakalan rebut istri lo kok, gue udah tobat." ucapnya menyadari tatapan Alze memandangnya tidak suka. Padahal hubungan mereka selama ini baik-baik saja.


Dasar posesif. Ledeknya dalam hati.


"Lo belum kenal dia kan kak Bit? Nggak penasaran?" pancing Sam membuat Alze menatap tajam kearahnya.


Kepala Bita menyembul sambil mengangguk mantap. "Gue Bita,salam kenal!" sapanya tanpa basa-basi.


"Aha-ha,gue Ameer salam kenal." sapanya canggung, tidak menyangka jika istri dari kakak sahabatnya memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.


"Ameer? Kayak minuman keras." gumam Bita pelan.


"Buahahahaha,kan apa gue bilang. Kakak ipar gue aja bilang kayak gitu!" cibirnya sambil tergelak keras.


Ameer menggerutu kesal, "Haiss, besok-besok gue ganti nama ajalah."


"Cih, udah...udah, mending kalian lenyap dari hadapan kami. Kalian menganggu aja!" gerutu Alze kesal, ia tidak suka melihat istrinya akrab dengan pria itu.


"Kamu cemburu sayang?" tanya Bita terkekeh pelan,Alze menatapnya langsung mencium bibir istrinya itu didepan mereka berdua.


Lagi-lagi membuat Bita terkejut dan memukul dada bidang Alze pelan. "Al!"


"Sialan,mata gue tercemar!" kesal Sam menatap dua pasangan didepannya ini.


"Anjiir,live action. Cih, gue pingin cepat-cepat nikah deh."


"nggak usah banyak halu lo, mending kita pergi aja dari sini!" ketus Sam mengajak Ameer menjauh dari Alze dan Bita. Lama-lama mereka berada disana, pasti Alze tidak akan tinggal diam membuat mereka terusir dari sana.


"Untung sadar diri." gumamnya puas.


"Al, nggak boleh kayak gitu!" Bita kesal lalu berjalan mendahului suaminya. Boleh cemburu, tapi jangan menunjukkan kepemilikan didepan orang lain. Baginya itu tidak sopan,terlebih ditempat umum.


Bita tidak menggubris panggilan suaminya, tiba-tiba tubuhnya mendadak kaku saat melihat orang yang ia kenal tidak jauh dari ia berdiri saat ini. Orang itu tersenyum seringai menatapnya.


Deg.


"Bita!" Alze menepuk bahunya membuat Bita terkejut dan menoleh kearah suaminya.


"Sayang, jangan tinggalkan aku sendiri." Bita tidak merespon ucapan Alze,saat dirinya hendak berbalik, pria itu sudah menghilang dari pandangannya.


Apa gue salah liat?


"Sayang?" Alze merasa ada yang tidak beres dengan istrinya. Ia pun menatap kearah pandangan istrinya saat ini. "Kamu liat apa?" tanya Alze pelan.


"Ah, nggak ada. Yok pulang!" ajaknya cepat-cepat menarik Alze, dirinya mungkin terlalu lelah seharian, bisa jadi ini hanya halusinasinya semata.


Semoga pria tadi bukan dia.


Sebelum pergi dari sana, Alze sempat menatap dengan tatapan yang susah diartikan di tempat yang Bita lihat, namun ia tidak mengambil pusing dan mengikuti istrinya.


"Sayang,kamu tunggu disini sebentar ya." ucap Alze setelah mengantar Bita kedalam mobil diparkiran. Bita menyerngit, "Kamu mau kemana?"


"Aku kebelet, mau ke WC. Nanti kamu kunci pintu mobilnya ya." ucap Alze mengecup kening istrinya,setelah itu ia menutup pintu mobilnya rapat.


Alze berjalan masuk kedalam Mall lagi, mencari sosok bayangan yang membuat istrinya ketakutan. Alze bukan pria bodoh yang tidak mengetahui apa yang dilihatil istrinya tadi, dengan jelas ia melihat pria memakai topi itu tersenyum seringai pada Bita.


"Keluar lo!" ucapnya dingin saat ia berada didalam kamar mandi pria, pria tadi hanya tersenyum smirk menatap musuhnya yang paling ia benci. "seperti biasanya Lo, tau aja dimana gue muncul."


"Tapi, lo nggak khawatir meninggalkan istri lo sendirian disana?" tanyanya remeh, Alze langsung memberikan bogem mentah pada perut pria itu.


"Tidak sadar diri, apa lo nggak kapok-kapok huh, Brian?!" ketusnya.


"Uhuk...Bu...ahahahaha,dasar pria bodoh!" sentak Brian masih tersenyum seringai pada Alze.


"Apa maksud lo, huh?" sentaknya kesal.


"Lo emang nggak bodoh disini, tapi sepertinya kali ini lo gagal nyelamatin istri tercinta lo itu."


"Ada orang lain yang mendekati istri lo dan dia sedang berada di sana."


Mata Alze membulat sempurna, sialnya ia tidak terpikir sejauh itu jika Brian tidak sendirian. Alze naik pitam langsung menghajar Brian sampai tidak sadarkan diri, setelah itu ia berlari kencang keluar menuju tempat istrinya.


"Sial! Sial!" umpatnya sambil berlari kencang.


Sementara Bita yang menikmati alunan musik didalam mobilnya, menyerngit bingung melihat seorang pria bertopi mendekati mobilnya.


"Mungkin mobilnya disamping gue." gumamnya berpikir positif, karena diparkiran ini bukan hanya mobilnya melainkan banyak jejeran mobil disana. Walaupun terlihat menyeramkan, ia berusaha bersikap tenang dan tidak ambil pusing.


Tok...tok.


Deg.


Sekujur badan Bita mendadak kaku, namun ia berusaha untuk tenang dan tidak menoleh kearah orang asing itu yang terus mengetuk jendela mobilnya. Ia bahkan pura-pura menyanyi seolah-olah tidak mendengar suara ketukan itu.


Gue harus tenang, Bit jangan takut santai aja. Jangan biarkan siapapun membukakan pintu selain suami lo. Al,lo dimana? Cepat kembali.