
#Spesial For Lebaranđź¤
...🕌Selamat hari Raya Idul Fitri 1443 H🕌...
...mohon maaf lahir dan batin🙏...
*
*
*
Alze mengumpat kasar,ia pun mencari siapa yang pertama kali memposting foto itu. Dan setelah mengetahui orangnya,ia pun menghubungi polis agar kasusnya ditindak lanjuti.
"mampus." serunya puas setelah selesai menelpon polisi,ia melempar ponselnya kearah sofa sambil menghela napas panjang.
"gila tukang hacker mulai beraksi. Padahal Lo nggak mau nunjukin ini semua kak,tapi kalau berhubungan kak Bita, Lo nggak tinggal diam,dasar bucin!" ledeknya disambut cengiran Alze.
"suka hati gue lah." seru Alze bangun dari tempatnya,tidak ada gunanya menunggu istrinya membuka pintu,itu akan semakin membuatnya salah paham. Alze mengetuk pelan pintu kamarnya seperti sebelumnya pernah ia lakukan.
"Bita,dengarin gue dulu!" serunya sambil menggedor pintu. Tidak seperti kemarin,ia dicuekin,kini istrinya itu sedang berbaik hati. Bita membuka pintu perlahan sambil menyembulkan kepalanya. "masuklah." ucapnya pelan.
Alze bersorak riang dalam hatinya,dengan semangat sambil berdeham pelan. "gue masuk yaa."
Bita duduk dipinggir kasur begitu juga dengan Alze yang duduk diseberangnya,mereka sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.
"gue minta maaf." ucap Bita membuka suara duluan,alze langsung menoleh kearah istrinya. "seharusnya gue yang minta maaf Bit."
Bita menggeleng pelan, "gue salah paham tadi. Gue nggak liat kalau temannya Mezza yang ngepost foto itu." jelas Bita sambil menunjukkan akun dalam ponselnya. Ia menyesali jika tidak melihat baik-baik apa yang dilihatnya dan main langsung menuduh suaminya.
Alze tersenyum tipis,setidaknya Bita tidak meragukan cintanya. Ia pun perlahan mendekati istrinya sambil meniup anak rambut Bita yang menghalangi pandangannya menatap wajah cantik itu.
"cantik,gue tambah suka." gumamnya gemas mencium bibir Bita. Bita tertegun menatap lekat suaminya,sbil menangkup wajah suaminya ia mencium bibir Alze duluan.
Mata Alze membulat sempurna,tidak berbasa-basi ia menekan tengkuk Bita dan memperdalam ciumannya tanpa memperdulikan seseorang dibalik pintu menggedor pintu kamar mereka berulang kali.
"sial,apa yang mereka lakukan didalam sana?!" kesal Sam terus menggedor pintu,namun dirinya saat ini begitu lelah dan pergi menjauh.
***
Azza berdecak pelan melihat kakak dan kakak iparnya terlihat senyam-senyum sambil melirik satu sama lain,membuat jiwa jomblonya meronta-ronta. "hei,bisa tidak nanti dulu senyam-senyum nggak jelasnya,kita makan dulu woi."
Alze dan Bita tersentak mendengar suara adik iparnya,dengan tersenyum kikuk mereka menatap Azza. "iyaa...iyaa,Lo pasti iri kan,nggak ada pasangan??" ledek Alze sambil mengambil lauknya.
"kakak sialan,jangan diperjelas dong status gue!" gerutunya cemberut,bagaimanapun saat ini ia masih belum bisa menerima seorang pria dalam hidupnya.
"dimana Sam?" tanya Bita celingak-celinguk mencari adik ipar satu lagi.
"nggak usah pedulikan dia,dia udah besar juga." ketus Alze sambil menyantap makanannya.
"jangan gitu dong sayang." seru Bita sontak membuat Kakak beradik yang berada didekatnya tersedak mendengar panggilan Bita.
"coba ulangi lagi!" seru Alze mendesak,tidak menyangka jika Bita memanggilnya sayang.
"nggak mau,malu." cicitnya pelan,Azza menggeleng heran melihat tingkah kakak iparnya itu. Mereka tengah menikmati makanannya dan terganggu oleh suara Sam yang terus komat-kamit menghapal yang mungkin orang awam bingung mendengarnya.
"sinus paranasalis terdiri dari,sinus maksila,sinus frontalis,sinus ethmoidalis,satu lagi..." ocehnya melirik buku tebalnya lagi. "hah,itu yang terakhir sinus sphenoidalis!" serunya sambil duduk disamping Alze.
Alze menyerngit bingung, "itu apaan yang Lo sebut??"
"ini loh bagian dari hidung. Gue disuruh hapalin ini." tunjuknya kearah buku tebal itu. "masih nggak paham? ini biar gue jelasin!" serunya menggeser tempat duduknya mendekat kearah kakaknya.
"nah yang pertama itu ka—"
"mama sama papa kapan balek?"
"dua hari lagi,mereka mendadak trus kalau pergi. Kadang muncul kadang dah pergi aja,mama biasanya ngechat gue kalau mau pergi urusan kerja." jelas Azza.
"patutlah yaa,Lo pulang lambat trus, biasanya cepat."
"hehehehe tau aja." cengir Azza.
Mereka menikmati makanan itu dengan khidmat,hanya terdengar suara sendok garpu yang berdentingan. Tiba-tiba lampu rumah mereka mati.
"YES MATI LAMPU!!" seru Sam menutup buku tebalnya,sambil lanjut makan. Azza menggeser tempat duduknya mendekati Sam. "kak,gue duduk sini yaa."
"ngapa? takut Lo?" cibir Sam,langsung disentil keningnya oleh Azza. "enak aja,Lo main nuduh!" elaknya tidak ingin mengakui jika dirinya takut. Begitu juga dengan Bita tanpa sadar menggenggam erat tangan Alze.
"Lo takut juga Bit?" tanya Alze sambil berbisik,Bira mengangguk pelan. "ada senter nggak?"
"nggak perlu pakai senter,lihat aja mata gue."
"idih." cibir Sam melihat adegan samar kakaknya itu.
Alze berdiri diikuti Bita, "kalian urus dapur yaa,gue pergi dulu sama Bita." ucapnya melenggang keluar mengambil kunci mobil. Bita merasa tidak enak hati melihat Azza membereskan piring bekas makannya ditambah lagi rumah saat ini mati lampu.
"aduh,gue makin bersalah nih sama Azza." lirih Bita sambil menunduk.
"apa lantai lebih menarik dari muka gue?" tanya Alze datar membuat Bita mendongak kearahnya.
"hah? nggak kok." tanya mengalihkan topik,ia tidak ingin membahas hal itu atau Alze bisa marah dengannya.
Alze menekuk wajahnya cemberut, istrinya itu tidak peka apa yang harus dilakukannya. "Al sini!!" ajaknya,Alze melangkah malas mengikuti Bita dari belakang.
"ajarin gue naik mobil dong!" serunya semangat,bagaimana pun juga dirinya begitu penasaran rasanya mengemudikan mobil.
Alze mengangguk pelan,membantu gadis itu mengemudikan mobilnya. "siap?" tanya Alze memastikan,Bita menghela napas dalam lalu dihembuskan keluar.
"siap."
"nyalakan mesinnya dulu." titah Alze langsung diturut oleh Bita.
Bita mengangguk pelan,sambil memegang stir mobil. "setelah itu?"
"Karna ini mobil matic Lo injak rem dengan kaki kanan. Kalau matic,kaki kiri Lo nggak guna. Jangan pernah sesekali Lo pakai kaki kiri." jelas pria itu.
"kenapa gitu?"
"yaa karna kalau Lo belajar mobil manual,Lo nggak kagok lagi bawanya. Dibiasakan aja." jawabnya sambil mengelus kepala Bita.
"ooo begitu." Bita manggut-manggut mengerti.
"lalu apa lagi yang harus gue lakuin?"
"dah injam rem kan?" tanya Alze langsung dianggukan Bita.
"nah pegang gigi mobil,geser ke R." ucapnya sambil membimbing tangan Bita menggeserkan gigi mobil ke R.
"R nih artinya mundur,P artinya makir, N artinya netral, D artinya jalan. Jadi Lo harus ingat baik-baik." jelasnya lagi.
"oke...Okee." Bita mencoba memundurkan mobilnya perlahan-lahan keluar dari perkarangan. Sangking sangat hati-hatinya ia bahkan tersentak-sentak membawa mobil karena sering menginjak rem,membuat Alze sedikit pusing akibat ulahnya.
"Lo nggak papa kan Al?" tanya Bita sedikit merasa bersalah melihat raut pucat suaminya,Alze menggeleng sambil tersenyum datar. "lanjut,gue yakin Lo bisa." ucapnya menyemangati istrinya,walaupun dirinya harus menahan rasa mual mulai mengobok-obok dalam perutnya.
Sabar Al,Sabar...dia udah berusaha,hargai usaha dia.