I'M Your Wife

I'M Your Wife
White Bear



Bita menghela napas pelan,setelah mereka menonton film yang menurutnya sangat membosankan,kini mereka sudah berada direstoran jepang. Bukan hanya mereka berdua saja melainkan dua orang tadi turut ikut hadir bersama mereka.


"sayang kamu mau makan apa?" tanya Sam lemah lembut dengan pacarnya. Sedangkan pasutri didepannya itu memutar bola matanya jengah, seolah-olah nyamuk diantara dua orang itu.


"aku mau ini aja sayang." ucapnya gadis itu manja bergelayut dilengan Sam sambil menunjuk menu diatas meja. Sam mengacak rambutnya gemas lalu memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka.


ck. Alze begitu muak,ia pun langsung berdiri dari tempatnya membuat ketiga orang itu menoleh kearahnya dengan tatapan heran.


"kak,Lo mau kemana?"


"mau ke surga!" jawabnya ketus langsung berjalan keluar. Sedangkan Bita yang tidak ingin melihat kemesraan yang menggelikan itu,ikut menyusul suaminya keluar.


"Al!" panggil Bita mengejar suaminya yang sedang membeli minuman Boba.


"asyik, belikan gue dong!" seru Bita menyenggol lengan Alze. Bukannya ditanggapi,malah ditatap tajam oleh pria itu. Bita memberengut kesal hanya bisa diam menatap pria itu meneguk minuman Boba didepan matanya.


glek.


Bita menelan saliva pelan menatap lekat kearah pria itu. Minuman menyegarkan itu pasti sudah mengalir membasahi tenggorokan pria itu. Bita dapat membayangkan hal itu saat melihat jakun pria itu. Alze sadar dilihat lekat oleh istrinya, sontak mendekat kearah gadis itu.


"Lo mau?" tawarnya langsung dianggukan cepat oleh Bita.


"Alhamdulillah,rezeki anak Sholehah. Belikan gue dong yang itu." tunjuk Bita menunjuk menu yang terpampang digerai Boba tersebut.


"nah." sahut Alze tersenyum miring menyerahkan minuman bekasnya pada Bita,senyuman Bita mendadak hilang. Sudah membayangkan minuman segar itu,eh pria sialan ini malah memberikan minuman bekasnya. Sangking kesalnya ia langsung merampas minuman itu dan meneguknya di pipet yang sama.


"Bit..." ucap Alze terdiam melihat gadis itu menyeruput habis minumannya dengan pipet yang sama. Alze mendadak kikuk dan memalingkan wajah. Padahal ia hanya bercanda aja dan membelikan minuman baru untuk istrinya,namun tidak menyangka jika gadis itu malah menghabiskan bekasnya.


Bita yang sudah menyeruput habis, langsung membuang botol itu kedalam tong sampah,tanpa berkata-kata ia meninggalkan Alze yang masih berdiri disana. Alze melirik toko yang dikunjungi Bita saat ini,sambil tersenyum miring ia menyusul istrinya.


Bita tidak tau harus kemana,tetapi matanya teralih melihat benda-benda kecil yang menggemaskan itu terpajang ditoko. Sekedar melihat-lihat tanpa membeli,ia terpana dengan gantungan beruang putih kecil yang imut.


"owh,comelnyaa." gemasnya memegang gantungan kunci itu,ingin rasanya ia membeli namun saat ini ia tidak membawa dompet. Bita hanya menghela napas pelan,dengan berat hati ia berjalan untuk melihat-lihat yang lain.


Bita mengumpat kesal,begitu banyak beruang putih lucu bertebaran disana,mulai dari lampu tidur sampai pernak-pernik berbentuk beruang putih kesukaannya. Jiwanya meronta-ronta menatap barang comel itu terlalu lama tanpa bisa membelinya.


"andai gue bisa beli tuh white bear,ck deh." gerutunya. kecewa. Ia sadar diri,membeli barang itu tentu banyak pengeluarannya. Uang yang sudah lama ia kumpulkan harus ditabung demi masa depannya nanti,ia tidak bisa memboroskan semua uangnya hanya demi barang-barang yang terlihat tidak penting.


Bita berjalan lesu keluar dari toko tersebut dan tertegun menatap keluarga yang tengah makan bersama di sebuah restoran. Keluarga kecil itu tampak terlihat senang dan harmonis,membuat Bita teringat kepada orang tuanya dulu.


Andai mereka tidak pergi ke sekolahnya hanya untuk menghadiri acara sekolahnya,tentu ia masih bisa merasakan kehangatan kasih sayang orang tuanya. Bita menyeka air matanya kasar lalu menghela napas panjang.


"aku merindukan kalian ayah,ibu." lirihnya pelan. Air matanya kembali lolos membasahi pipinya,ia tertunduk sambil bersandar didinding tanpa memperdulikan tatapan orang yang melihat aneh kearahnya.


Bita mendongak saat merasakan ada yang memakaikan topi dikepalanya,ia pun menoleh kearah orang disebelahnya.


"Lo?"


"hm." Alze pun ikut menyandar seperti istrinya,ia tau jika gadis itu tengah menangis.


"kenapa Lo ikutin gue? merasa bersalah?" sindir Bita memberengut,sedangkan Alze hanya tertawa pelan melihat reaksi istrinya.


"ngapain gue merasa bersalah,gue emang belikan ini untuk Lo. Lo aja yang nyosor punya gue." jawab Alze sambil menunjukkan segelas minuman Boba yang masih utuh didepan wajah Bita.


"cih,Lo emang rese bener deh. ish,kenapa nggak bilang daritadi?!" kesalnya menghentak-hentakkan kakinya.


Huft, gini amat punya laki. Sabar Bit...sab—.


Deg.


Sial,secara tidak langsung gue dengan dia ci-ciuman?! akh Bita bodoh,ngapain Lo main rampas aja tadi tuh bobanya?! kesalnya dalam hati.


"kenapa muka Lo merah kayak gitu? ah,gue tau pasti Lo ma—"


"diem Lo! jangan ngajak gue ribut disini." cerca Bita langsung merampas Boba ditangan Alze. "untuk bobanya makasih yaa,gue duluan." serunya berjalan namun,langkah berhenti disaat tangannya dicekal Alze.


"enak aja Lo main pergi, cepat ikut gue sebentar!" ajak Alze tanpa menunggu jawaban gadis itu menarik tangan Vita menuju suatu toko. Bita menyerngit saat pria itu membawanya ke toko parfum.


"Lo mau beli parfum?"


"hm." jawab Alze sibuk melihat satu persatu botol parfum yang terpajang disana. Dapat dipastikan Bita jika Parfum tersebut mahal.


"buat siapa?" tanya Bita penasaran. Belum pernah sekalipun terlihat jika Alze membeli parfum wanita, apakah dia punya pacar?


"buat mama." jawabnya sambil mencium wangi parfum itu. Bita hanya mengangguk pelan,tanpa berniat bertanya lagi padanya.


"menurut Lo mana yang bagus?" tanya Alze sambil menyodorkan kedua botol kearah Bita. Bita mencium wangi dua botol itu satu persatu.


"huek,dua-duanya nggak enak baunya." ucap Bita sedikit pusing dengan aroma botol itu. Ia menghela napas,bisa ia simpulkan jika pria ini tidak pandai memilih parfum yang cocok dipakai wanita.


"sini,biar gue pilihkan." seru Bita berjalan melihat botol parfum yang lain.


"mbak,boleh ambilkan botol yang itu." ucapnya pada pelayan itu, setelah diambilkan oleh pelayan tersebut,Bita mengangguk senang dengan botol pilihannya yang tercium wangi. Ia pun menyodorkan kearah Alze.


"yang ini aja menurut gue Al,wangi." ucapnya langsung dianggukan Alze. Tidak sia-sia ia menarik gadis itu ikut pergi ke mall bersama dengannya.


"bentar,gue bayar dulu." ucapnya berjalan ke kasir,Bita mengangguk sambil melirik parfum yang lain,ia dengan isengnya mencoba aroma itu menyemprot parfum itu ketangannya.


"hmm wangi,berapa yaa harganya?" gumamnya melirik kearah label parfum itu. Matanya melotot terkejut,langsung meletakkan kembali ketempat semula. "Gilaa mahal betul,satu botol sejuta?? gila aja." gerutunya pelan,lalu menghampiri Alze yang juga berjalan kearahnya.


"abis nih kemana kita?" tanya Bita sambil melirik jam tangannya. "makan,kita belum makan gara-gara Sam." ucap Alze membawa belanjaannya,lalu tangannya yang satu lagi menggenggam tangan Bita berjalan menuju restoran. Setelah mereka makan siang disana,barulah pulang kerumah.


Walaupun hanya jalan-jalan ke mall,ia setidaknya senang karena bisa jalan-jalan seperti ini,apalagi bolos kelas. Ia sepertinya harus berterimakasih pada pria itu.


Motor mereka akhrinya terparkir didepan rumah Bita,kebetulan orang tua Lila diluar. Bita pun menghampiri mereka. "bibi." sapanya pelan,namun tidak disambut ramah oleh wanita itu.


"nggak usah manggil saya lagi! jangan dekatin Lila!" ketus ibunya Lila berjalan masuk kedalam rumahnya. Hal itu membuat Bita bingung sekaligus sedih. Ia tetap berpikir positif,bisa jadi ibunya Lila sedang badmood.


Bita menghela napas berjalan langsung menuju kamarnya. Saat membuka pintu,ia terkejut dikasurnya bertebaran dengan aneka pernak-pernik beruang putih,persis seperti barang yang ia lihat tadi.


"eh? bagaimana semua ini ada di—" Bita sungguh terharu,apa benar suaminya itu yang membelikannya?


cepat-cepat Bita keluar dari kamar mencari suaminya itu. Langkahnya berhenti dikamar orang tuanya yang kini ditempati Alze.


tok...tok, Bita buru-buru menggedor pintu kamar pria itu cepat,membuat orang yang didalamnya langsung membuka pintu itu. Alze yang baru saja selesai memakai baju terkejut saat gadis itu memeluknya.


"terimakasih." ucap Bita senang,sangking bahagianya ia tidak sadar memeluk erat pria itu. Alze tersenyum samar, "terimakasih untuk?"


"Karna Lo udah belikan gue white bear." seru Bita mendongak,lalu tersadar dengan tindakannya. Ia pun menjauh dari Alze. "ma-maaf Al." cicitnya menunduk.


Alze berjalan melewati Bita sambil mengacak-acak rambut gadis itu. "sebagai gantinya,Lo buatin makan malam nanti yaa." seru Bita langsung dianggukan cepat.


"okee bos!!" seru Bita tersenyum lebar,dan hal itu membuat Alze terdiam melihat senyuman itu. Senyuman itu membuat aura cantik Bita terpancar.


Lo ternyata cantik.