
Alze memukul stirnya sekuat tenaga demi melampiaskan emosi yang kembali menyulut,tidak memperdulikan luka ditangannya kembali mengeluarkan darah segar.
"damn!" umpatnya kesal sambil menghapus air matanya kasar. Ia membuang napasnya kasar bersandar kebelakang jok kursi mobilnya.
"huft,astagfirullah..." ucapnya pelan berusaha menenangkan hatinya. Ia harus berpikir tenang untuk masalah rumah tangganya ini. Tidak boleh gegabah mengambil tindakan apapun,atau tidak ia akan menyesal nantinya.
"Apa harusnya gue bawa aja tadi yaa Bita? sial,si brengsek itu ngapain sih dekatin istri gue?!" kesalnya mengingat pria bernama Brian,ia baru tahu nama pria itu saat melihat lagi diary istrinya tadi.
"Lo terlalu polos menyukai pria brengsek itu Bit." gusarnya mengacak-acak rambutnya. Kini,ia tahu kenapa gadis itu sangat menyukai pria itu,pria yang pernah menolong gadis itu saat nyawanya hampir terancam.
Alze melirik ponselnya yang terus berdering,ia merasa bersalah karena Bita terus menghubunginya namun,ia masih marah dengan gadis itu. Namun,ponselnya terus berdering tanpa henti membuatnya langsung mengangkat telpon itu tanpa melihat nama kontaknya.
"anjiir akhirnya Lo angkat juga bodoh!!!" pekik gadis diseberang sana membuat Alze menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia melirik nama kontak itu tak lain adalah Anggi.
"apasih Lo nelpon gue trus hah?? gue lagi nggak mood."
"apasih Al,Lo ngegas mulu."
"Lo kalau cuma bacotan nggak penting,gue matiin nih!" kesalnya.
"eh tunggu woi,ini penting!!"
"apanya? cepat ngomong!"
"iyaa nih mau ngomong woi,Lo motong mulu,dengar yaa kemarin kan gue udah bilang sama Lo kalau Bita ketemu lagi sama Brian," jelas Anggi dari seberang sana.
"trus?" tanya Alze sambil melirik dari kaca spionnya menampakkan mobil hitam melewati mobilnya. Dapat ia lihat dengan jelas jika yang ada didalam mobil itu istrinya bersama pria brengsek itu.
"damn!" umpatnya lagi membuat Anggi kaget.
"Lo ngapain ngatain gue bego?!" cerca gadis itu lagi.
"diam Lo,istri gue dibawa lari!" sentak Alze kesal sambil memasang seltbeltnya.
"apa?? jangan bilang Bita sama Brian sekarang??" pekik Anggi.
"hm." jawab Alze menghidupkan pengeras suara ponselnya dan langsung memacukan mobilnya mengikuti mobil Brian.
"sial Brian brengsek,Lo tau kemarin dia buat pacarnya nggak gadis lagi anjiiir,ketahuan sama kampus trus tuh bocah di DO,Lo harus cepat-cepat selamatkan Bita sekarang juga!!"
"tanpa Lo bilang gue lagi nyusul dia!" Alze semakin memacukan kecepatan mobilnya memotong mobil pengendara lain.
"sial macet!" umpatnya kesal terjebak dalam kemacetan. Ia terus berdoa dalam hatinya agar istrinya tidak kenapa-kenapa dengan pria brengsek itu.
Gue harap Lo jaga diri sebentar Bit,sampai gue datang nyelamatin Lo sayang. lirihnya berharap,Alze terus mengklakson kendaraan didepannya.
"Al,gue nyusul Lo." ucap gadis itu.
"jangan nyusul gue bego,Lo cari jalan yang lain Anggi!" serunya.
"Lo ada dimana sekarang??" tanya Anggi lagi.
"gue ada di—" Alze celingak-celinguk mencari tempat yang mungkin sebagai tempat titik butanya saat ini. "Lo tau jembatan leton yang besar itu? gue ada disekitar sana,mobil Brian dua kali jarak dari mobil gue. Lo bisa kesana nggak?"
"okee gue usahain." ucap Anggi mematikan teleponnya. Alze terus memukul stir mobilnya kesal,namun sedetik kemudian meringis nyeri karena lukanya. "bodoh Lo Al."
Alze langsung menghubungi adiknya lagi. "Sam sialan,angkat!" kesalnya menatap ponselnya. Disaat genting seperti ini adik sialannya tidak mengangkat telepon darinya.
***
"gue nggak terima jasa antar jemput!" gerutunya setelah membaca pesan dari kakaknya,ia pun melempar ponselnya ke kasur. Namun,ada merasa janggal dengan pesan yang dikirim Alze, langsung ia mengambil ponselnya kembali dan membacanya.
"sial,Bita Lo nyusahin orang aja kerjanya!! gue beri Lo pelajaran nanti, tengok saja!" kesalnya langsung pergi keluar lagi.
"oi,mau kemana lagi huh? nggak bisa betah dirumah seharian??" cerca Haura heran melihat anak keduanya seperti cacing kepanasan,tidak bisa diam dirumah sehari saja.
"maaf maa nggak bisa,ada hal yang penting aku urus. Bye maa." pamitnya buru-buru sambil mencium kening mamanya.
"woi anak sialan,ngapain Lo cium kening istri gue?!" sentak Deon tidak terima melihat anaknya mencium kening istrinya.
"apasih paa,aku duluan dulu!" seru Sam,sangking terburu-burunya ia pun juga mencium kening papanya seperti mamanya.
"ABRISAM!!" teriak Deon sambil mengusap keningnya kasar bekas ciuman Sam,anak sengkleknya. Siempunya nama sudah tidak terlihat lagi dimatanya.
"mama cepat hapus dengan air zamzam sekarang!" pinta Deon bergelayut manja dengan Haura.Haura berdecak pelan, "apasih paa,masa sama anak sendiri cemburu juga." ledek Haura heran melihat kelakuan suaminya.
***
Bita hanya menatap kosong didepannya,entah ia sadar atau tidak dirinya ada dimana,hanya bisa diam tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Brian yang terus berusaha mengajaknya mengobrol.
"Bita,Lo harus lupain cowok cupu tuh!" kesal Brian daritadi terus diacuhkan oleh gadis disebelahnya ini. Selama diperjalanan,ia terus mengoceh sendirian karena gadis itu tampak tidak bersemangat.
"dia bukan cowok gue,tapi suami gue!" sentak Bita menatap tajam kearah Brian. Brian merasa terhina dibentak oleh gadis disebelahnya,ia pun mengangkat rambut gadis itu kasar.
"Lo bisa apa huh? berani sekali hina gue!" cercanya lagi menarik paksa Bita menuju lift. Bita tersadar,baru kali ini ia melihat sosok Brian yang sangat menakutkan baginya,apalagi ia berada dalam situasi yang berbahaya.
Alze...lirihnya terus menyebut nama suaminya. Berharap suaminya akan menolongnya walaupun harapan itu tipis,mengingat bagaimana kecewa suaminya itu menatap dirinya.
"lepasin gue Brian!!" sentak Bita berusaha menepis tangan kekar Brian. Brian yang tersulut marah langsung mendorong Bita membentur dinding lift.
"DIAM!" bentaknya lagi sambil memegang tangan Bita kuat,Bita meringis kesakitan.
"LEPAS!" serunya lagi menggigit tangan Brian,dan saat pintu lift terbuka,Bita langsung berlari kencang menjauh dari Brian.
"Bita,sini Lo!!" geramnya langsung menyusul Bita,Bita kalah cepat langsung ditangkap Brian. Pria itu menggendong Bita layaknya karung beras berhenti didepan pintu apartemennya.
"Lepasin gue Brian!!" Bita terus memukul punggung Brian,ia pun begitu ketakutan saat ini. Pria yang dulunya lembut dan menolongnya dari kecelakaan itu kini berubah menjadi iblis yang ingin menerkamnya tanpa perasaan. Pria itu bukan lagi pria yang ia sukai dulu, Brian yang dulu sudah tidak ada lagi.
Bita tidak kehabisan akal,ia melepaskan ikat rambut white bear dari rambutnya yang pernah dikasih Alze waktu itu. Ia lempar ke lantai lorong sebelum pintu apartemen Brian tertutup,sebagai tanda untuk suaminya nanti jika dirinya ada disini.
Al,semoga Lo nemuin gue disini. Al maafin gue.
*
*
*
😢 Bitaa,semoga Lo baik-baik aja.
Mau up lagi nanti malam atau mau besok aja?🤭