I'M Your Wife

I'M Your Wife
Bertingkah Aneh



# Spesial for Lebaran 🤭


Happy Reading...


*


*


*


Alze langsung berlari menyusul Bita memastikan sesuatu yang sempat terbersit dipikirannya. Ia terkejut saat melihat istrinya sedang melahap es rumput laut diatas meja. ia ternganga saat mihat ada dua mangkuk kosong didekat istrinya itu.


"Ini kamu yang makan semua?" Tanya Alze tidak percaya. Kemana Bita yang dulu,yang selalu menjaga pola makannya. Bahkan dulu Alze terus bersikeras membujuknya agar banyak makan, tetapi Bita tetap tidak mau.


"Fix ini harus dicek." Gumamnya saat menyadari hal sesuatu yang menarik. Dengan hati yang berbunga-bunga ia menghampiri istrinya sekaligus mengelus perut Bita.


Kalau benar dia hamil,aku sebentar lagi akan menjadi ayah. Gumam Alze tersenyum tipis,sedangkan Bita kebingungan dengan tingkah suaminya apalagi mengelus perutnya dengan sayang.


"Kenapa? Ada yang salah dengan perutku?" Tanya Bita sambil menggenggam tangan Alze yang masih setia diperutnya. Alze terkekeh pelan sambil menggeleng, "nggak kok,perut kamu itu normal."


"Normal sebuncit gini?" Tanya Bita heran sambil menyingkap bajunya dan menampakkan perutnya. Alze langsung menutup baju Bita,bagaimana istrinya itu seenaknya saja membuka baju didepan umum,terlebih ada orang disekitar mereka.


"Astaga Bit,jangan buka baju disini,dikamar aja. Hanya aku yang boleh liat tubuh kamu." Serunya gemas.


"Ini otaknya terus gesrek deh,nggak lebih kurang pasti kearah sana. Sudahlah,aku mau pergi."


"Hah? Mau kemana lagi?" Tanya Alze mengejar Bita.


"Mau beli permen tangkai,entah kenapa lagi pingin makan itu."


"Hah?"


***


Sam mengendarai motornya menuju rumah,namun saat dijalan ia melihat kakak dan kakak iparnya duduk didepan teras rumah orang membuatnya penasaran mendekati kakaknya itu.


"Kalian sedang apa?"


Alze hanya bisa menghela napas pelan,ia juga bingung harus menjelaskan seperti apa. Sedangkan dirinya pusing tujuh keliling akibat permintaan istrinya yang aneh itu.


"Entahlah."


"Kenapa? Kak Bit Lo ngapain liat pagar rumah orang? Mau nyuri?"


"Heh,adik ipar laknat,nggak yaa. Kurang kerjaan kali gue nyuri. Gue mau minta itu!" Tunjuknya kearah dalam pagar. Sam mendekat lalu menoleh lagi kearah Bita dengan raut kesal. "Ngapain liat pohon kak?" Tanyanya tidak habis pikir.


"Ish,bukan pohonnya,tapi buah mangga woi. Kayaknya enak tuh!" Serunya menatap kearah buah mangga yang masih berada dipohonnya.


"Lo buta ya? Itu mangga masih muda woi." Seru Sam aneh,namun sedetik kemudian ia malah mendapatkan jitakan dari kakaknya.


"Jangan hina istri gue!" Ketus Alze tidak suka.


"Cih pasangan aneh. Mending gue pulang aja lagi." Gerutunya bersiap menancap gas motornya.


"Eh tunggu... tunggu!!" Cegah Bita menghadang jalan Sam. Alis Sam terangkat satu heran melihat kakak iparnya. "Apa lagi?"


"Tolong ambilkan mangga tuh dong!" Tunjuknya kearah mangga yang masih terlihat muda itu.


"Hah? Lo bercanda kan kak??" Seru Sam tidak percaya. Masa seorang playboy harus memanjat pohon sih?


"Iyaa,tuh siapa lagi kalau bukan Lo."


"Lah,ini apa gunanya ada suami?" Tanya Sam menunjuk kearah Alze yang sedari tadi hanya diam tanpa berniat ikut campur.


"Suami gue nggak boleh capek,ya kan sayang?" Serunya menyenggol lengan Alze,Alze hanya menghela napas sambil mengangguk pelan.


Ck,untung gue sayang. Apa dia tidak sadar jika daritadi dia selalu membuat gue kesusahan. Manalagi tadi beli permen harus dibuat dulu,untung bisa dialihkan dari perhatiannya.


"Sama kak Al ajalah,gue capek." Keluh Sam tetapi tidak diacuhkan oleh Bita. "Nggak,gue maunya Lo yang ngambil!" Kukuh Bita tetap menghadang jalan adik iparnya.


"Ck,gue nggak mau."


"Nggak!"


"Harus,demi gue!"


"Nggak!"


"Al,tengok tuh adik Lo jahat banget sama gue..." Lirih Bita mulai berair matanya.


Alze langsung memukul kepala adiknya, "cepat aja turuti Sam!" Ancamnya sambil berbisik.


"Gue beramsumsi dia hamil." Bisiknya lagi membuat Sam membulat matanya besar menatap kakaknya. "Serius??"


"Kenapa?!" Sentak Vita melihat kedua orang itu saling berbisik-bisik.


"Eh,nggak kok. Aku beri dia pelajaran sama dia,biar nurutin kemauan kamu sayang." Ucap Alze sambil merangkul Sam.


Sam menghela napas,lalu turun dari motornya. Ia menghampiri Bita yang menatapnya kesal. "Ck,gue harus apa?"


"Manjat pohon tuh,ambil mangganya yang belum matang yaa,bilang sama pemiliknya kita mau ambil." Serunya semangat.


Pria itu menghela napas,lalu menggedor pintu rumah Pemiliki pohon mangga itu. "Permisi,apa ada orang didalam?"


Tak berapa lama, terdengar suara pintu mulai terbuka,lalu menyembul dari balik pintu. "Yaa cari siapa?" Tanyanya pelan tapi terkejut melihat pria itu didepannya.


"Sam?" Tebaknya membuat pria bernama Sam menyerngit pelan. "Bagaimana Lo bisa tau nama gue?"


"Cih,gini nih playboy,lupain mantannya. Huh,apa mau Lo sekarang? Gue nggak nerima Lo lagi. Gue udah nikah!" Ketusnya tidak menyambut Sam dengan ramah tamah.


Sam berdecak pelan,sial sekali hari ini harus menuruti kemauan kakak iparnya malah bertemu dengan mantan pacarnya yang entah kesekian berapa.


"Oh,gue bukan berniat balikan dengan Lo. Gue disini mau izin ambil mangga tuh!" Tunjuknya kearah pohon mangga diujung sana.


Seketika wanita itu tertawa terbahak-bahak, "hahahaha,nggak salah dengar gue?? Lo minta mangga muda tuh? Lo udah nikah emangnya huh? Eh,lupa kalau Lo kan playboy. Jadi pasti nggak ada pikiran kesana yaa." Ledeknya membuat Sam kesal.


Sialan,dia meledek gue. Kesalnya dalam hati. Tidak ingin berlama-lama disini,Sam terus mendesak agar bisa segera diperbolehkan mengambil buah mangga itu untuk kakak iparnya yang menyebalkan.


Huh,kalau bukan demi keponakan samar gue. Mungkin gue nggak bakalan mau bela-belain minta-minta kesini.


"Untuk siapa sih? Istri?"


"Bukan,untuk kakak ipar gue!" Tunjuknya kearah Alze dan Bita yang menunggu diluar sana.


"Gilaa tampan!" Pekiknya saat mihat wajah Alze,Sam mendengus kesal. "Gue lebih tampan dari dia."


"Idih kegeeran Lo,masih gantengan suami gue." Ketus wanita itu,lalu melirik sekali lagi kearah Bita. "Ya sudah,ambil aja. Tapi nggak usah banyak-banyak." Ucapnya langsung menutup pintu tepat didepan wajah Sam.


"Anjiir nih cewek." Umpatnya pelan,lalu berjalan kearah pohon mangga.


"Panjat Sam!"


"Iyaa sabaaaar." Ucapnya jengah,Bita mendekat kearah Sam. Pria itu mulai memanjat pohon walaupun sempat tergelincir tadi,tetapi demi menjaga image,ia pun mau tak mau harus bisa memanjat.


"Naik terus,naik!" Seru Bita menyemangati Sam yang sudah manjat diatas pohon.


"Ish,kakak ipar menyebalkan." Gerutunya kesal.


Setelah mengambil buah mangga tersebut,ia pun memberikannya pada Bita. "Nah buat calon keponakan gue,biar nggak ileran." Serunya sambil menyodorkan mangga itu.


"Hah? Calon keponakan?" Tanya Bita bingung mendengar ucapan Sam. Sam tergelak pelan, "ngakak,ternyata kakak belum tau yaa." Gelaknya pelan.


"Apa maksudnya?"


"Mending cek ke dokter kak." Ucapnya pelan sambil menepuk bahu Bita.


Bita langsung menoleh kearah Alze, "maksudnya?"


Alze menghela napas, "yok ke dokter!"