
Bita yang usai mencuci tangannya,ia menatap dirinya dicermin cukup lama. "huft... tersenyum Bit,jangan goyah,Lo udah ada suami yang sangat sayang sama Lo!" ucapnya terus menyadakan dirinya untuk tidak goyah dengan keputusannya. Ia sudah putuskan untuk belajar mencintai suaminya,dan tidak akan berpaling dengan yang lain.
Bita berjalan keluar toilet,ia sempat melirik kearah meja yang diduduki Brian tadi sudah berganti orang lalu ia melirik kearah suaminya. "dah selesaikan? yok kita pulang."
"hm." jawab Alze sambil memainkan ponselnya,lalu memasukkan kedalam saku celananya. Bita menyenggol pelan lengan suaminya. "eh Al, kita nggak bayar kan? hihihi ini kan punya Lo, otomatis gratis dong."
Alze menggeleng-gelengkan melihat tingkah istrinya, "astaga Bit,memanglah yaa...tetap bayarlah woi,ntar kalau nggak bayar korupsi pegawai gue nanti."
"idih,nggak keren banget Lo Al, dimana-mana gue dengar yaa kalau yang punya restoran tuh gratis alias nggak bayar. Sayang banget duitnya Al dibayar ketempat Lo trus uangnya balek lagi ke Lo. Sia-sia aja dong." celotehnya panjang lebar.
"iyaa...iyaa terserah Lo deh,kalau gue trus berdebat dengan Lo sampai magrib pun kita masih disini." ucap Alze mengalah.
"hehehehe gitu dong,yok pergi!" ajaknya sambil merangkul suaminya berjalan keluar. Sedangkan Alze hanya mengangguk pelan kepada pegawainya.
***
Sam berjalan pelan kerumahnya, sambil meletakkan helm sembarangan ia menghempaskan tubuhnya disamping adiknya yang selalu betah duduk sambil nonton dramanya itu.
"Lo udah pulang kak?"
"hm." jawab Sam sambil memejamkan matanya. Azza menoleh kearah Sam, "tumben Lo singkat banget jawabnya,biasanya Lo kayak kereta api kalau ngomong kak??" oceh gadis itu merasa aneh dengan sikap kakaknya hari ini.
"gue ditampar cewek tadi,manalagi pakai tas branded!" gerutunya mengingat dikampus saat ia mempersilakan duduk gadis cantik didepannya,eh malah ditampar karena dikira pria jahat.
Azza sontak tertawa lepas sampai memegang perutnya. "buahahahaha makin bonyok lah muka Lo tuh ya kak!!" ledeknya puas.
"sialan!" umpatnya beranjak dari tempatnya. Sam melirik seluruh ruangan, seperti ada yang hilang dari pandangannya.
"kok rasanya sepi ya?"
"iya yalah,kak Bita sama kak Al pulang kerumah mereka."
"rumah mereka? sejak kapan mereka punya rumah?"
"rumah kak Bita maksudnya woi,lagian tuh gue dengar kak Al rencananya mau beli rumah kontrakan kak Bita,biar rumah itu jadi milik kak Bita."
Sam mengangguk-angguk pelan, "baik juga kakak gue."
"makanya dicontoh bodoh,ini nggak gonta-ganti pasangan trus!" ejeknya kesal.
"terserah guelah." ucapnya acuh tak acuh berjalan masuk kedalam kamarnya. Melihat ada notif dari pacar yang entah nomor berapa,langsung bergegas membersihkan dirinya dan berpakaian rapi.
"eh mau kemana lagi Lo kak?" tanya Azza menatap kakaknya terlihat rapi. "biasa." jawab Sam sambil bersiul pelan keluar dari rumah.
Ia menghidupkan mesin mobilnya dan memundurkan mobilnya tanpa melihat-lihat.
Braaak.
Sam terkejut langsung mengerem mendadak,ia panik dan keluar dari mobil cepat. Mulutnya terngaga saat melihat mobilnya beradu dengan mobil papanya yang hendak masuk kedalam perkarangan rumah.
"hehehehe maap paa." cengirnya pelan.
"ABRISAAAM!!!" teriak Deon geram menatap putra keduanya. Hari ini sungguh sial baginya,sudahlah rapat tadi kacau,dibentak istri karena tidak sarapan pagi,dan sekarang mobilnya ditabrak dengan mobil anaknya.
"apa salahku dimasa lalu yaa??" gumamnya sambil mengusap wajahnya kasar.
"hehehehe makanya paa,kalau dimasa lalu tuh nggak boleh selingkuh. Nih akibatnya."
"sembarangan aja kamu ngomong hah!!" cercanya kesal,melihat bentuk mobil sedikit penyok akibat ulah ceroboh anaknya itu membuatnya memijit kepala pelan.
"sekarang harus gimana pa?" tanya Sam polos.
"jangan dong paa,kalau aku masuk penjara. Ntar papa susah lagi."
"siapa yang bilang susah? justru kalau kamu dipenjara hidup papa tentram."
"dalem banget paa ngomongnya,ntar aku kaduin ke mama loh." serunya membuat Deon menatap tajam kearah Sam.
"cih." decak Deon,kalau tahu istrinya salah satu anaknya berada dipenjara. Ia sendiri yang akan repot berurusan dengan Haura.
"malang...malangnya nasibku...punya bini galak,anak pada nggak beres semua." lirih Deon sambil bernyanyi asal.
"suara papa jelek,jangan nyanyi." oceh Sam semakin membuat Deon membenturkan kepalanya pelan ke kaca mobil. "lama-lama kalau kayak gini,gue sendiri yang gila." lirih Deon pelan tetapi masih didengar oleh Sam.
"tak apa paa,nanti Sam antarkan kerumah sakit jiwa. Itu sebagai wujud berbakti anak kepada seorang ayah." ucapnya langsung kabur sebelum Deon membuka sepatunya dan melempar kearah anak sialannya itu.
"ABRISAM SINI KAMU!!" teriaknya melempar sepatu itu dan tepat diwajah Sam saat meliriknya kebelakang.
Bruuuk.
Tepat sasaran sepatu itu melayang diwajah tampan Sam membuat wajahnya semakin bonyok.
"buahahahaha rasain tuh,akibat melawan orang tua!!" ledek Deon puas melihat anaknya tersungkur jatuh. Dengan begini hatinya menjadi lebih baik sambil menghirup udara segar.
"pak Marjan,tolong urus mobil saya dengan bocah terkapar itu yaa." ucap Deon melenggang masuk tanpa memperdulikan anaknya menggerutu kesal padanya.
"baik tuan." ucapnya melaksanakan tugas yang diperintahkan tuannya. "ya ampun tuan muda,anda terlalu semangat memundurkan mobilnya. Makanya lain kali lihat -lihat." ucapnya pada Sam sebelum berlalu menuju mobil yang ada didepannya.
"huft." helanya kasar,belum luka bonyoknya udah sembuh malah ditambah lagi oleh sepatu Deon menimpuk tepat dihidung mancungnya.
Sam berdecak pelan melihat kedatangan dua makhluk didepannya ini masuk kedalam perkarangan rumah. Alze tampak menyerngit bingung menatap dua mobil itu tampak penyok dan langsung menghampiri adiknya. "Sam,itu mobil kenapa? mana papa?" tanya Alze.
"huft,gue nggak sengaja nabrak mobil papa tadi,tuh papa didalam pasti lagi santai sekarang."
"haah??" Bita hanya melongo,bingung dengan percakapan antara dua kakak beradik ini. Apalagi melihat mobil mertua dan adik iparnya yang saling beradu itu hanya bisa diam tanpa berniat bertanya.
"ya Lo tuh bodoh banget,makanya kalau mau bawa mobil tuh hati-hati!" cerca Alze menoyor kepala adiknya.
"anjiir Lo jangan noyor kepala gue woi! muka gue abis dikeroyok daritadi,tolonglah nggak kasian liat wajah gue kayak gini huh???" ucapnya dramatis.
"ya udah gue pukul aja perut Lo biar jera."
"jangaaaan,nanti sixpack gue berkurang satu kalau Lo hajar!" protesnya.
Bita menepuk jidatnya pelan,astaga punya adik ipar kayak gini rasanya ingin dia gigit.
"gila nih bocah nggak waras lagi otaknya." ledek Bita.
"sialan kalian berdua." Sam berdiri sambil mengibas bajunya.
"Lo mau kemana rapi gini Sam?" tanya Bita melirik baju yang dikenakan Sam.
"mau kencan tapi nggak jadi,gue udah nggak mood lagi." jawab Sam.
"ckckck,nah mumpung Lo lagi males keluar mending Lo bantuin kami lagi!"seru Bita senang.
Sam menyengit bingung, "apa?"
"bantuin jagain mas oyen dong!" ucap Alze pelan.
"mas oyen? siapa pula lagi tuh?"