I'M Your Wife

I'M Your Wife
Pemutih Pakaian



Bita dan Faza bergandengan tangan bersanding ke kantin. Beruntung saat ini dosen yang akan masuk ke kelas mereka tidak jadi datang karena ada urusan penting yang harus diselesaikan. Perut Bita mendadak keroncongan saat mencium aroma masakan yang menyeruak dari kantin.


Bita terkekeh pelan, "lapar yaa??" gumamnya sambil mengelus perutnya,begitu juga dengan Faza menggeleng pelan melihat aksi Bita. "udah ada isi?"


Bita tergelak lalu mengangguk, "udah."


"Kereen,Alze kecil ada diperut Lo yaa,memang mantap anak tuh!" decaknya menggeleng-geleng. Ia tidak menyangka orang seperti Alze yang sering dikagumkan oleh sebagian besar kaum hawa kini sudah memiliki istri,manalagi dikampus yang sama.


"gue jadi penasaran,Lo sama Alze kapan saling sukanya,gue ingat banget waktu itu Lo sama dia bagai minyak dan air,nggak pernah akur. Apalagi,gue ingat waktu Lo kecebur di got,dia nggak ada nolongin eh malah liatin gitu aja." ocehnya panjang lebar sambil tertawa. Bita tertawa pelan kembali mengingat kejadian itu,dimana saat itu ia terpeleset dan masuk kedalam got tepat didepan Alze.


Saat dirinya tersungkur disana,bisa dengan jelas bagaimana ekspresi Alze yang hanya diam menatapnya tanpa berniat menolong sedikitpun.


Huh,kalau diingat-ingat,bagaimana bisa gue luluh dengan pria kayak gitu?! manalagi anaknya ada dalam perut gue.


"sssh." Bita mendadak sakit perut membuat Faza berhenti melangkah dan khawatir padanya. "eh,Bit Lo nggak papa kan? apa yang sakit?" tanyanya panik.


Bita menggeleng pelan, "nggak papa kok,gue udah baikan kok." ucapnya menenangkan. Ia pun mengajak Faza ke kantin.


"Lo duduk aja disini,biar gue pesanin." ucapnya menyuruh Bita duduk,dengan nurut Bita duduk karena memang dirinya saat ini sedang malas mengantri.


"Lo mau pesan apa?"


"hmm apa yaa??" gumamnya melihat satu persatu menu yang terpampang,semua makanan disini sudah ia coba semua,bahkan sudah berkali-kali ia makan. Hanya saja,untuk hari ini ia bingung mau makan apa untuk mengisi perutnya.


Padahal perut gue udah kerongcongan banget pas mau masuk,eh pas masuk kantin bingung mau makan apa.


"gue pingin pangsit ajalah." ucapnya memutuskan makanan yang dimakannya. Faza mengangguk, "Okee tunggu disini." serunya berjalan untuk memesan makanan mereka.


Sambil menunggu,Bita sesekali melirik sekitarnya dan kadang ia tersenyum ramah saat ada orang yang menyapanya. Bita cukup senang,walaupun mereka semua hanya tersenyum palsu karena dirinya adalah istri Alze. Sejak Alze memproklamirkan pernikahan mereka,saat itu pula perubahan orang disekitar Bita mendadak berubah. Walaupun tidak semuanya bermulut manis,tetapi setidaknya masih ada yang berhati malaikat.


"huft,membosankaaan." Bita menghela napas panjang,ia terus mengetuk meja dengan jarinya sambil menunggu Faza. Ia merasa getaran ponselnya,dengan segera ia mengeluarkan ponselnya dari tasnya.


"hm dia lagi?" gumamnya melihat nomor orang yang kemarin menghubunginya untuk menjauh dari suaminya.


"halo?" jawabnya saat ia menerima panggilan telepon itu.


"dimana Lo?"


"gue? yaa dikampuslah. Kenapa? mau ketemu?"


"sadar diri juga Lo,gue temuin Lo di gazebo taman kampus." ucapnya langsung mematikan ponselnya.


"sial,ini orang kok gaje banget sih?! tapi tunggu...dia nggak bilang secara spesifik nemuin di gazebo kampus mana dulu,apa jangan-jangan dia juga ada dikampus ini? siapa dia?" gumam Bita menerka-nerka ,ia pun sesekali melirik kearah orang-orang disekitarnya yang bisa ia curigai.


"ah,tidak ada gunanya mencurigai orang yang tidak pasti,ya udah temuin ajalah dia." ucapnya sambil menulis catatan kecil yang ia tinggalkan untuk Faza,lalu melenggang sambil menyandang tasnya menuju tempat yang diminta orang itu. Tetapi langkahnya berhenti saat didepan kamar mandi,sambil tersenyum smirk ia masuk dulu kedalam kamar mandi baru menemui orang misterius itu.


Bita dengan santai berjalan kearah gazebo kayu yang ada ditaman kampusnya. Tidak terlalu ramai pengunjung, tetapi ia masih belum melihat orang yang menurutnya mencurigakan itu. "apa benar disini? atau yang dimaksudnya kampus dia,mana gue tau anjiir kalau dia tuh jurusan mana." gerutunya pelan.


Tidak ingin membuat badan lelah,ia pun duduk disalah satu gazebo yang ada disana sambil memainkan ponselnya. "gue akan tunggu lima menit,abis tuh gue nggak peduli lagi perut gue dah demo minta diisi." gumamnya lagi.


Tak lama kemudian,datanglah seorang wanita memakai dress dan berjalan angkuh kearahnya. Melihat ada bayangan orang yang menghalangi cahaya matahari membuatnya mendongak melihat orang itu.


"oh,ternyata Lo orangnya." ucap Bita santai tersenyum remeh kearah wanita itu yang tak lain adalah Mezza.


Mezza tersenyum seringai menatap orang yang paling ia benci,orang yang merebut Alze darinya. "Lo nggak ada kapok-kapoknya,gue udah bilang jauhi Alze sejauh mungkin!!" cercanya membuat beberapa orang disekitarnya menoleh kearah mereka.


"Lo nggak malu diliatin sama yang lain? heh,mbak Mezza seharusnya gue yang bilang gitu ke Lo. Lo nggak ada kapok-kapoknya ngejar suami gue,mending Lo nyerah aja Za. Masih banyak kok pria lain berserak diluar sana."


Mezza geram,ia langsung mengangkat tangan dan hendak menampar Bita,namun kalah cepat oleh wanita itu karena Bita menyekal tangannya kuat. "maaf,gue nggak izinin orang lain nampar gue. Itu titah dari mertua gue,ops... maap mertua anganan Lo juga gue rebut." ledek Bita.


Mezza menepis tangan Bita, "kalau mau bicara,sambil minum teh aja yok. Daripada nggak jelas kayak gini, buang-buang tenaga aja." seru Bita berjalan mendahului Mezza. "apa lagi yang Lo tunggu,cepatlah."


"cih,untuk apa gue repot-repot dengarin Lo. Gue maunya disini!!" kesalnya menarik Bita kasar. Beruntung Bita pandai jaga keseimbangan saat wanita itu hampir jatuh.


Hampir aja anak gue hilang,cih wanita rubah sialan ini memang harus gue kasih pelajaran!! geram Bita menatap tajam kearah Mezza.


Bita mendorong Mezza kebelakang,membuat wanita itu kehilangan keseimbangan dan terjungkal kebelakang masuk kedalam gazebo.


"apa masalah Lo huh?! menyingkir dari hidup gue manusia sampah!!" umpatnya kasar membuat semua orang yang ada di sana terkejut menoleh kearahnya.


Sudah kepalang emosi,ia pun mengambil pemutih pakaian yang sempat ia ambil tadi didalam kamar mandi yang tidak tahu siapa pemiliknya.


Entar gue ganti pakai duit suami gue yaa,siapapun yang punya gue habisin yaa pemutih pakaiannya. gumamnya dalam hati.


Bita menuangkan pemutih pakaian tepat dihadapan Mezza sambil tersenyum licik. "Lo tau maksud gue nuangin pemutih ini dihadapan Lo?" tanya Bita menatap kearah Mezza.


"tanah ini ibaratnya hati Lo dan pemutih pakaian ini biar buat hati Lo jadi jernih sekinclongnya. Biar hati Lo nggak busuk terus yang hanya tau mikirkan apa yang Lo mau. Dan ingat yaa Mezza,nggak semua yang Lo mau itu bisa Lo dapatkan,ada saatnya Lo mengalah!" cercanya sekaligus memberikan wejangan pada wanita itu.


Mezza tidak terima dengan nasehat atau omong kosong Bita,ia pun langsung menjambak rambut wanita itu kuat. Mau tak mau Bita pun juga menjambak rambut Mezza tak kalah kuat,akhirnya mereka saling mencengkram satu sama lain.


"HENTIKAN!!"


Deg.


Sangking terkejutnya mendengar suara Alze, Bita langsung menghempas Mezza hingga wanita itu tersungkur tanah lagi. Ia menelan saliva saat melihat suaminya berjalan sambil menatap nyalang kearahnya.


Oh tidak,dia marah...