
Bita berjalan menyusuri lorong kampusnya. Siang ini tampak ramai dengan kalangan mahasiswa yang mondar-mandir melewati lorong. Yap,karena hari ini ada kegiatan sempro mahasiswa semester tingkat atas membuat semua dosen sibuk mengurus hal itu sehingga mahasiswa tingkat bawah banyak jadwal kosong.
Bita tidak tahu harus melakukan apa saat ini,ia melirik bosan disekitarnya. Alze,pria itu entah pergi kemana sejak tadi pagi. Rasanya ingin pergi ke perpustakaan tetapi hari ini tampak cukup ramai yang mengunjungi gudang buku itu. Ia tidak nyaman berada ditempat keramaian seperti ini. "boseen,apa gue pulang aja?" gumamnya malas.
"jangan dong!" seru seseorang tiba-tiba merangkul pundaknya. Bita mendelik tajam kearah Anggi, "Lo nggak ada kerjaan huh?" ketus Bita menepis tangan Anggi.
"gue lagi free sama kayak Lo. Bit,Lo mau kemana??" tanyanya melihat Bita berjalan menuju luar. Gadis itu tidak menjawab dan terus melanjutkan perjalanannya. Anggi berdecak pelan langsung berlari kearah Bita.
"gue ikut dong!" serunya memegang tangan Bita yang hendak memasuki bus. Bita berbalik menatapnya tajam, "Lo kan nggak biasa naik bus Nggi,yakin mau naik?" ejek Bita menatap gadis royal itu.
"heh,Lo remehin gue yaa." gerutunya langsung masuk kedalam bus setelah menscan pembayaran disamping supir. "pak,untuk dua orang." serunya berjalan mengambil tempat duduk disamping jendela. Bita terngaga dengan gadis itu,langsung duduk disampingnya.
"wow,nggak gue sangka Lo paham hal beginian."
"ck, gini-gini gue paham yaa. Lagian yang kaya itu bukan gue tapi nyokap gue." ocehnya kesal. Bita merasa bersalah sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal.
Sepertinya gue salah bicara deh. gumamnya pelan,setelah itu tidak ada percakapan antara mereka berdua. Bita sesekali melirik kearah Anggi yang hanya diam memandang pemandangan diluar,sampai akhirnya mereka sampai ditempat tujuan mereka.
"Anggi,gue minta maaf yaa." lirih Bita menunduk, Anggi yang melihat itu menghela napas pelan. "nggak papa,Lo nggak salah kok. Cuma gue aja yang agak sensi hari ini." ucapnya sambil keluar dari bus,dengan cepat Bita menyusul gadis itu.
"ini kita dimana?" tanya Anggi memandang tempat yang baru pertama kali ia kunjungi. Bita tersenyum tipis,lalu menunjukkan beberapa bangunan yang ada disana. "Lo pasti penasaran kan dengan taman wisata lainnya." serunya.
Bita menarik tangan Anggi menuju taman yang bertema hijau, dimulai dari rumput sampai perabotan yang ada disana berwarna hijau,seperti kamuflase. Anggi tampak tenang sambil menghirup banyak oksigennya.
"nyaman." gumamnya pelan,memandang satu persatu kursi dan meja yang dihiasi daun-daun.
"orang tua gue suka bawa gue kesini,katanya kalau mau nenangin kepala bagus pergi kesini." jelasnya dengan senyum sumringah.
Anggi tersenyum samar, "Lo beruntung yaa punya orang tua yang ngerti apa yang Lo rasain." ucapnya penuh makna.
Bita memainkan tali sepatunya dengan kakinya, "Lo juga beruntung punya orangtua yang memenuhi kebutuhan Lo tanpa kekurangan sedikit pun."
Anggi tertawa renyah, "yaa tapi itu tidak seperti yang Lo bayankan Bit."
"kenapa? Lo akhir-akhir ini bukan kayak Lo yang biasanya Nggi?" tanya Bita penasaran.
"ciee penasaran yaa sama guee?? ululu Lo tuh plin-plan banget. Katanya nggak mau tau kehiduoan orang lain,tapi kok penasaran." Anggi meledek kearahnya.
"ya udah gue nggak nanya lagi deh." sahut Bita jutek,ia pun berjalan menuju kursi yang ada disana.
"lah kok dia pula yang merajuk,harusnya kan gue woi!!" gerutunya menyusul gadis itu.
"eh hallo guys,kok bisa kalian kesini??" seru seseorang menyapa mereka berdua. Bita menyerngit heran melihat Mezza berada disini,padahal tempat ini tidak terlalu terkenal.
"oh,hallo." jawab Anggi canggung,ia sambil meginjak kaki Bita pelan untuk memberi kode kearahnya.
Bita meringis pelan sambil menatap tajam kearah Anggi. Mezza tersenyum tipis,langsung duduk dikursi mereka.
"kebetulan kalian disini,gue suka banget loh tempatnya. Kalian tau tempat ini dari mana?" tanyanya sekedar basa-basi, padahal ia paling malas berbicara dengan kedua orang itu kalau saja teringat dengan rencananya yang sudah ia susun matang. Sambil melirik jam tangannya menunggu seseorang datang,ia sengaja mengulur waktu agar mereka berdua tidak beranjak dari tempatnya.
"gue traktir." serunya memanggil pelayan yang entah darimana asalnya membawa beberapa minuman. Bita sedikit terkejut melihat bacaan di botol kaca itu yang tak lain adalah wine.
"silakan diminum."
Mezza menoleh satu persatu wajah mereka,menatap sendu seolah-olah menyesal dengan apa yang ia perbuat kemarin. "gue minta maaf soal kemarin Bit." lirihnya sambil mengeluarkan air matanya buayanya agar mendapat simpati dari Bita. Dan benar saja sesuai dugaannya,gadis polos itu menatapnya kasihan.
Bodoh,memang cocok Lo julukan itu.
"gue maafin kok." ucapnya pelan membuat Mezza bersorak riang. "baik banget Lo Bit,gue berterimakasih sama Lo!!" serunya lagi.
Bita mengangguk pelan, "tapi lain kali jangan Lo lakuin kayak gitu lagi yaa." ucapnya menasehati gadis itu pelan.
Iya...iyaa bego,gue nggak butuh ceramah dari Lo.
"kalau gitu sebagai permintaan maaf gue,kita minum wine ini!!" serunya mengadakan gelasnya keatas.
Bita tersenyum sambil menggeleng pelan, "gue nggak bisa minum."
"nggak papa Bit,Lo harus coba deh. Ini enak banget rasanya." bujuk Mezza lagi.
"benar nih?"
Anggi hanya diam mengulum senyum melihat mereka,memainkan gelas wine ditangannya,walaupun sedikit demi sedikit tetesan wine didalam gelas itu ia buang ke tanah.
"tuh liat,Anggi aja udah hampir setengah." serunya menunjuk kearah Anggi,Anggi hanya mengedik bahu tidak peduli.
Susah amat nih bocah gue suruh minum,harus gue apain yaa?
Bita menatap ragu,lalu menoleh kearah perahu didanau yang melintas didekat taman hijau itu.
"wah perahunya cantik." seru Bita membuat keduanya menoleh kearah perahu itu.
"iyaa cantik." gumam Anggi pelan,sedangkan Mezza hanya mengangguk asal lalu menoleh kembali ke arah Bita.
"yok cheers!" serunya sambil membenturkan gelasnya dnegan gelas Bita. Bita mengarahkan gelas wine itu kearah mulutnya,namun membuang winenya kebelakang seolah-olah ia meminum wine tersebut tanpa sepengetahuan Mezza. Sedangkan Mezza meneguk kandas wine miliknya.
"lumayan." gumam Bita memandang gelas wine milik Mezza. Mezza tersenyum penuh arti kearahnya, "keren Lo udah bisa minum sekarang!" serunya.
Kita liat,reaksi obat perangsangnya,gue yakin Lo butuh pelampiasan Bita,gue akan bawa Lo ketempat Brian berada sekarang. gumamnya tersenyum licik.
Sudah beberapa menit,Mezza bingung menatap Buta terlihat baik-baik saja,malah dirinya terasa panas dan gelisah.
Sial,tubuh gue kenapa?!
Bita tersenyum miring menatap Mezza yang tampak gelisah, "ops salah target yaa mbak." serunya membuat Mezza menoleh kearahnya.
"sialan!!"
"ckckck,padahal gue udah tulus loh maafin Lo." ucap Bita menyayangkan permintaan maaf Mezza tadi.
"Lo pasti penasaran kan kenapa bukan gue yang kena?" seru Bita lagi sedangkan Anggi hanya menggeleng-gelengkan kepala melihatnya,ia pun tidak menyangka jika Bita bisa secerdik itu.
"waktu kita liat perahu tadi,gue sempat nukar gelas milik Lo dengan punya gue. Gue ada rada-rada curiga dengan gelagat Lo dari awal apalagi tempat ini kan hanya orang-orang kayak gue yang tau." ucap Bita semakin memojokkan Mezza.
Sial.