
# Spesial for Lebaran ðŸ¤
Happy Reading...
*
*
*
Sudah dua jam berlalu,akhirnya Bita mulai terbiasa dengan cara mengemudinya,tidak terlalu sulit untuk mempelajari mobil matic tersebut,lain halnya dengan mobil manual yang mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk mahir.
"Al Lo baik-baik aja kan?" tanya Bita entah kesian berapa kalinya,jelas dari raut wajah Alse tidak terlihat baik-baik saja. Pria itu tersenyum kecut sambil menggeleng pelan. "gue fine Bita sayang." lirihnya sambil mengecup pipi istrinya.
"hehehe,abis ini kita kemana?" tanya Bita bingung,mereka saja kencan dadakan keluar meninggalkan adik iparnya dirumah dengan keadaan mati lampu. Alze melirik sekeliling dekat mereka, "hmm gue tau kemana." usulnya meminta Bita pindah posisi,setelah mereka bertukar tempat barulah Alze melajukan kecepatan mobilnya.
"gilaa pro emang beda." puji Bita melihat kelihaian mengemudi suaminya. Bita membuka jendela kaca menikmati udara malam yang menerpah wajahnya. Matanya berbinar saat melihat jagung bakar, ia pun memelas kearah suaminya.
"mau itu?" tebak Alze saat tahu arah pandang Bita, istrinya mengangguk semangat sambil tersenyum lebar kearahnya.
"okeey." Alze menepikan mobilnya dipinggir jalan,ia langsung berjalan memutari mobil dan membukakan pintu untuk Bita.
"aha,makasih Al." ucapnya canggung,belum pernah ia diperlakukan seperti ini oleh seseorang membuatnya terharu.
Alze menggenggam tangan Bita menuju tempat orang jualan jagung bakar. Tempat disana cukup indah dihiasi dengan kelap-kelip lampu ditambah lagi ada danau ditepinya membuat suasananya tenang.
"mau berapa mas?" tanya penjual itu sambil mengipas-ngipas jagung pesanan pelanggan lainnya yang ada disana.
"empat!" seru Bita membuat Alze langsung menoleh cepat kearah istrinya. "hah? empat? emang habis?"
Bita mengangguk, "iyaa empat, kenapa?" tanya Bita bingung.
Alze menggeleng pelan, "nggak ada,cuma gue terkejut aja." ucapnya pelan,tidak ingin merusak moment penting ia pun hanya pasrah mengikuti kemauan istrinya.
Alze mengajak duduk didekat danau,ia pun melirik kearah panggung yang ada disana,pria itu langsung menuju kesana.
"eh Al,Lo mau kemana?" tanya Bita,namun pria itu hanya tersenyum pada istrinya dan tetap berjalan kesana.
Bita bingung,entah apa yang dibicarakan pria itu dengan orang yang ada disana,ia pun tidak terlalu peduli juga. Matanya memandang luas danau yang terlihat sejuk dipandang,walaupun terlihat sedikit gelap tetapi tidak mengurangi kesan danau tersebut.
"perhatian semuanya,ini ada salah satu dari pelanggan kita yang ingin menyanyikan lagu untuk istrinya!!" seru salah band yang ada disana,Bita langsung menoleh dan terkejut saat melihat Alze memegang gitar sambil mengetes microfonnya.
"tes...tes."
Suara Alze membuat semuanya terhipnotis kearahnya,banyak juga yang menatap kagum dengan ketampanan Alze. Bita berdecak kesal melihat para wanita yang terus berdecak kagum dengan suaminya.
"cih,jelalatan kali matanya." gerutunya kesal,saat ini matanya fokus menatap apa yang akan dilakukan suaminya itu.
"maaf mengganggu kalian semuanya,aku Alze."
"kyaa!!!" pekik beberapa ciwi-ciwi yang berada disana.
Astaga Al,jangan Lo nyebutin nama Lo jugalah!! kesalnya lagi.
"gue disini mau nyanyiin satu lirik buat istri gue tercinta. Tuh orangnya disana!" tunjuknya kearah Bita,sontak membuat semua orang melirik kearah istrinya itu.
Bita langsung tersipu malu sambil tertunduk pelan.
"sayang,jangan nunduk dong,gue mau liat wajah cantik Lo yang buat gue jatuh cinta sedalam-dalamnya." ucap Alze sambil menyengir pelan.
"cieeee..." seru mereka kompak sambil bersiul. Bita tersenyum tipis memandang suami,suami dadakannya itu.
"Birgitta,makasih udah mau masuk kedalam hidup gue. Walaupun pernikahan kita,karna gue yang maksa Lo jadi istri gue,tapi sekarang kita udah saling memahami satu sama lain. Gue ingin kita memiliki keluarga yang sangat harmonis seperti orang tua lo yang selalu menyayangi Lo sampai saat ini."
Bita tersenyum tulus,sambil menyeka air matanya bahagia. "Al..."
"selamat mendengarkan." serunya mulai memainkan senar gitar. Alunan pun mulai terdengar bagi pendengarnya.
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
so as long as I live I love you
Will haven and hold you
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
Tonight
Na na na na
So beautiful in white
Tonight
Usai Alze menyanyikan lagu Beautiful in White karya Shane Filan tersebut,ia pun meletakkan gitarnya. Pria itu terkejut saat Bita memeluk dirinya erat didepan panggung.
Bita memeluk Alze dengan erat. Ia dapat merasakan kehangatan suaminya itu. suara yang dikeluarkan Alze sangatlah merdu. Hati siapa yang tidak meleyot mendengar suaranya.
"Love you,my hubby." Bisiknya tepat ditelinga Alze. Walaupun dirinya sudah pernah mendengar pernyataan istrinya waktu itu. Kini ia kembali mendengar pernyataan membuat telinga pria itu memerah.
Bita menyadari raut wajah,ia terkekeh pelan menyadari pria itu tersipu malu. "Lo comel." Gemas Bita mencium pipi Alze gemas.
Jantung Alze berdetak lebih cepat,tidak menyangka istrinya bisa senekat seperti ini,membuatnya ingin mengurung istrinya seharian dikamar. "Love you too." Bisiknya pelan.
Keromantisan mereka langsung membuat riuh pelanggan disana. Bahkan aksi mereka malah mendatangkan rezeki buat penjual yang ada disana. Pesanan Bita dibuat gratis oleh penjual jagung bakarnya,membuat kedua pasangan itu tersenyum riang.
"Gimana senang?"
"Nggak sia-sia kamu nyumbangin suara emasnya." Seru Bita sambil menyantap jagung bakar miliknya.
"Tapi aku nggak suka kamu ditengokin trus sama cewek-cewek disana." Gerutunya kesal mengingat bagaimana para kaum hawa tadi memekikkan telinganya memanggil nama Alze.
"Kamu cemburu?" Tanya Alze yang juga ikut mengubah panggilannya menjadi aku-kamu.
Bita mendelik,lalu menatap tajam kearah suaminya. "Ya jelaslah,aku cemburu. Istri mana yang nggak marah suaminya diidolakan wanita lain,no way!"
Alze tertawa pelan,istrinya semakin hari semakin menggemaskan,ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
"Astaga Bit,udah malam banget. Ayo kita pulang." Ajaknya kembali menggenggam tangan Bita. Dengan senang hati ia menyambut uluran tangan hangat Alze.
Hari ini begitu spesial bagi mereka,walaupun terlihat sederhana tetapi sangat bermakna bagi keduanya.
***
"Kenapa perut gue makin membesar ya?" Gumam Bita bingung melihat tubuhnya terlihat sedikit gemuk didepan cermin. "Hmm gue akhir-akhir ini banyak ngemil dong. Astaga Bit,harusnya Lo jaga badan woi." Gerutunya pelan pergi menuju tempat suaminya saat ini.
"Al!" Panggil Bita sambil membuka pintu kamarnya. Alze mendongak dari tabletnya, "hm?"
"Aku gemukan nggak?" Tanyanya polos sambil menunjukkan tubuhnya pada Alze. Alze tersenyum tipis mendekati Bita. "Nggak kok,malah makin seksi." Goda Alze memeluk istrinya.
"Ish,kamu bohong!" Gerutunya kesal menepis tangan Alze yang mulai nakal. Bita berjalan keluar sambil cemburut.
"Ya ampun istri gue makin mengge—" Alze terdiam seperti menyadari sesuatu dengan istrinya.
Deg.