
"itu apa?"
Alze mendongak kearah istrinya sambil menunjukkan kotak yang ada ditangannya. "ini? paket."
"untuk siapa?" tanya Bita penasaran mendekati suaminya. "eh,untukku?" Bita terkejut melihat namanya terpampang dikotak tersebut.
"hm,kamu mau buka sekarang?" tanya Alze sambil menyodorkan kotak itu pada Bita. Bita mengangguk semangat,ia langsung membuka kotak itu.
Deg.
Alze terkejut langsung mengambil kotak itu dan membuangnya cepat keluar rumah. "brengsek!" umpatnya kasar membuat semua orang didalam rumah terdiam.
"i-itu siapa pengirimnya?" tanya Bita masih syok dengan isi kotak tersebut. Siapapun itu,pasti dia sangat membenci Bita.
"ini biar aku urus,kamu jangan pikir apapun tentang ini." ucap Alze dingin lalu bergegas keluar rumah. Hazig yang daritadi hanya diam langsung menyusul Alze. "Bit,gue pergi dulu nemanin dia."
"iyaa,jaga dia nggak macam-macam diluar!" seru Bita dianggukan Hazig.
Bita berjalan keluar,ia mendekati kotak yang baru saja dibakar suaminya. "Lo siapa? apa mau Lo huh?" lirihnya memandang nanar. Siapa yang tidak syok,melihat isi kotak tersebut boneka yang dirobek-robek ditambah lagi ada pisau didalamnya. Bita melirik ponselnya bergetar,ia menyerngit melihat nomor yang tidak dikenal berulang kali menelponnya.
"apa gue angkat aja?" gumamnya lagi,karena tidak tahan mendengar nada dering terus bergema akhirnya,ia mengangkat telepon itu.
"bagus,Lo udah jawab telpon gue." seru seseorang menggunakan suara samaran.
Sekarang gue paham,ini orang yang ngasih gue paketnya.
"ini siapa yaa?" tanya Bita pura-pura tidak tahu. Terdengar suara tertawa dari seberang sana,orang yang menyamarkan suaranya itu berdeham pelan.
"Lo nggak perlu tau siapa gue,yang pasti cepat menyingkir dari hidup Alze. Jangan sampai gue yang menemuin Lo!" ancamnya membuat Bita tertawa terbahak-bahak.
"basi,kalau Lo mau nyingkirin gue,kenapa nggak temuin gue langsung? kalau cara Lo kayak gini,sama aja dengan pengecut!" cerca Bita.
"cih, sombong amat Lo. Okee,gue akan temui Lo langsung,gue akan buat Lo nggak bisa lagi bernapas didunia ini."
"silahkan,siapa takut. Tapi dengan satu syarat,Lo nggak boleh bawa pengawal Lo atau apapun sejenis yang membantu Lo nyingkirin gue. Kalau Lo tetap lakuin itu,Lo nggak bakalan dapat Alze."
"fine,gue nggak takut sama Lo." ucapnya singkat langsung menutup teleponnya sepihak. Bita menatap layar ponselnya yang sudah hitam. "bodo amatlah gue."
Bita meletakkan ponselnya diatas meja dan mengambil batagor yang masih ada sisanya tadi. Ia pun duduk santai sambil menonton drakor kesukaannya.
***
"heh,gue kira Lo mau pergi jauh gimana gitu, ternyata masih disini." oceh Hazig mendapati Alze merokok berdiri sambil menyandar didinding luar rumahnya,padahal pria itu tadi terburu-buru keluar untuk mencari orang yang mengirim paket itu. Alze melirik sekilas lalu menghambiskan puntung rokoknya. "ngapain Lo ngikutin gue?" tanya Alze menginjak sisa rokoknya tadi.
"gue takut Lo lakuin macam-macam."
Alze hanya menatapnya tajam,membuat nyali Hazig menciut. "Lo dengar apa yang dibilang Bita tadi?" tanya Alze pelan, tanpa istrinya itu sadari jika Alze dan Hazig mendengar pembicaraan diteleponnya.
Hazig mengangguk ragu,ia tidak terlalu mendengarkan kali apa yang dibicarakan semuanya. "emangnya kenapa?"
Alze tersenyum smirk, "entahlah,gue ingin cepat-cepat liat besok" jawabnya asal lalu berjalan menuju motornya.
Hazig yang dibuat bingung oleh perkataan sahabatnya,Ia pun mengejar Alze, "woi,Lo mau kemana lagi? itu istri lo dirumah."
Alze memasang helmnya,lalu menghidupkan mesin motornya. "gue mau beli jeruk,lagi kepingin jeruk gue." ucapnya menancap gas meninggalkan Hazig yang masih terbengong-bengong ditempat.
"ish,dasar sahabat nggak ada akhlak. Dia ngomong setengah-setengah anjiir!!" kesalnya menggerutu. Ia pun menghela napas masuk kedalam mobilnya. Percuma juga ia masih ada disini,sedangkan sahabatnya berada diluar meninggalkan dirinya disinim
***
"air minum?" Bita mengangguk lagi sambil menunjukkan botol minumnya.
"binder? pena?"
"aman!" seru Bira menutup tasnya.
"Al, cemilannya kok nggak ada yang micin?* protes Bita melihat cemilan didalam tasnya berupa biskuit,kue bolu,jeruk dan coklat.
"nggak bagus untuk anak kita, kamu harus tetap terisi nutrisinya. Bit,jangan buat masalah diluar,jangan membahayakan anak kita." pesan Alze sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya. Melihat Bita tidak menceritakan apapun soal telepon itu membuat Alze sedikit khawatir, sepertinya istrinya itu ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.
Tapi yaa,gue bakalan tetap backup Lo dari belakang Bit, khawatir gue. gumamnya cemas.
"siap pak bos!" cengirnya lagi,Alze gemas dengan tingkah Bita sejak wanita itu hamil,makin hari makin menggemaskan. Rasanya ingin mengurungnya didalam kamar seharian.
"yok ke kelas!" ajaknya sambil menggandeng tangan Alze. Bita sangat senang sekaligus malu dilihatin oleh orang-orang yang berada disana.
"jangan dipikirkan,biarkan ajalah mereka." gumamn Alze mengetahui istrinya kini sedang gugup. Bita tersenyum tipis menoleh kearahnya.
"hm."
"hai Bit,Al!" sapa seisi kelas,mereka pun membalas anggukan sambil tersenyum ramah. Bita tidak menyangka akhir-akhir ini banyak yang mengajaknya mengobrol dan canda tawa,membuat dirinya memiliki teman walaupun baru hanya dikelas saja.
"Al,pinjam dong istri Lo bentar,gue mau ngajak dia ke kantin!" seru Faza,pacarnya Verrel—ketua kelas. Alze menatap ragu,namun melihat istrinya antusias pergi,ia pun akhirnya mengizinkannya. "terserahlah,tapi bawa dia balek lagi!"
"iyaa...iyaa,gue pastiin dia sampai tujuan dengan selamat tanpa luka lecet!" serunya langsung menggandeng tangan Bita keluar kelas.
"Lo malah makin bucin yaa Al." senggol Verrel duduk disamping Alze setelah Bita dan Faza keluar.
Alze mengedik bahu sambil terkekeh pelan,ia pun kembali memainkan ponselnya. Verrel yang melihat game yang dimainkan Alze langsung bersorak heboh.
"woi,gue join dong!!" teriaknya malah membuat Alze terkejut. Alze menatap tajam kearahnya, "kaget gue anjiir."
"hehehehe maap,gue nggak tau so—"
"woi!woi! cepat siniiii!!" teriak seseorang diluar membuat mereka yang berada didalam kelas penasaran. Banyak orang-orang lalu lalang berlari,membuat Alze tiba-tiba menjadi cemas dengan Bita.
"Bita." gumamnya khawatir langsung bergegas keluar,ia pun menanyai salah satu orang yang ada disana.
"eh Al,tungguin!" seru Verrel mengikuti Alze,ia sendiri juga penasaran.
"apa yang terjadi huh?" tanyanya menahan salah satu orang yang ada disana.
"tidak tau,tapi katanya ada yang sedang berkelahi." jawabnya lalu menghilang dari kerumunan.
"hah?" Alze yang masih belum paham dengan ucapannya,ia pun menanyai orang lain lagi. "woi,ada apa?"
"itu ada dua cewek lagi berkelahi disana!" tunjuknya arah gazebo ditaman kampus yang kini dikerumuni banyak orang.
Deg.
Jangan-jangan Bita??