
Bita menggerutu kesal,ia terus mengumpat sambil membereskan sampah yang berserakan dikamarnya. Kalau dirinya malu, tentu sudah jelas. Apalagi Bita tidak bisa berkata-kata mengingat barang pribadinya sudah tersentuh oleh pria itu.
"ya Tuhan,barangku ternodai. Sialan tuh anak,kok bisa masuk dia?!" gerutunya sambil berpikir keras. Ia ingat jelas tadi pagi sudah memastikan pintu kamarnya sudah terkunci rapat,lantas pria itu bagaimana bisa masuk ke kamarnya?
Setelah Bita membersihkan semua yang berserakan dikamarnya,ia pun keluar menyerngit bingung tidak menemukan keberadaan suaminya. Ia menghela napas pelan,lalu duduk diteras sambil memejamkan mata. Untuk pertama kalinya,ia bolos masuk kelas karena keresahan hatinya itu.
Kelopak matanya mulai terbuka saat menyadari ada bayangan dihadapan wajahnya,tertegun melihat wajah suaminya menatap intens kearahnya. "Lo-lo udah balik?" tanya Bita menghilangkan kegugupannya. Alze tersenyum tipis lalu menunjukkan dua tiket ditangannya.
"Lo boloskan Bit? daripada buang waktu mending kita nonton bioskop." serunya sambil mengibaskan dua tiket ditangannya.
Bita berdecak pelan, "gue bolos karena Lo bego. Lo sendiri juga bolos." ketusnya membuat Alze tertawa pelan.
"oh,manis sekali bini gue. Rela bolos demi gue,padahal gue lagi nggak mood ke kampus."
"anjiir banget ya Lo. Lo kira biaya kuliah itu murah?! pakai duit bego." ketusnya kesal, bisa-bisanya pria itu santai tanpa beban. "Dan ingat satu hal,gue bolos bukan karena Lo. Tapi,karena perasaan gue nggak enak." sambungnya.
"udah nggak usah mikirin gue,entar Lo baper kan gue yang repot." ucap Alze meletakkan dua tiket itu ditangan Bita. Pria itu langsung mengunci pintu dan memasukkan kunci itu kedalam saku celananya lalu menarik tangan Bita mengikutinya. "eh,kita mau kemana?"
Alze tidak menjawab,ia mendekati motornya yang entah kapan datangnya. Bita sendiri baru tersadar tidak menemukan mobil suaminya itu. "dimana mobil Lo?"
"gue buang." ketusnya lalu memasangkan helm pada Bita,membuat gadis itu tertegun dengan tindakannya.
"cepat naik!" serunya,Bita pun patuh dan menaiki motor besar itu. "pegangan Bit."
"ngapain?" tanya Bita bingung.
"cih,jangan salahkan gue kalau Lo kecampak yaa. Gue laju nih." serunya. Belum sempat Bita protes,pria itu sudah menancapkan gas melaju meninggalkan perkarangan rumahnya. Bita spontan memeluk Alze dari belakang.
Bita terus komat-kamit dalam hatinya merinding melihat suaminya itu terus memotong kendaraan lain. Bahkan bus dan truk besar pun dilewatinya. Akhirnya mereka sampai di parkiran mall, Bita masih betah memejam sambil memeluk pria itu dari belakang.
"enak ya meluk gue dari belakang??" ledek Alze menyadarkan Bita. Gadis itu memukulnya pelan lalu turun dari motor. Ia kesusahan melepaskan pengait helm membuat Alze yang melihat itu gemas lalu mengambil alih membantu gadis itu membuka helm.
click.
"itu aja susah." ketusnya sambil menarik tangan Bita masuk kedalam mall. Pria itu selalu menggandeng tangannya berjalan menaiki eskalator sampai menuju lantai paling atas tempat bioskop mereka berada. Bita lagi-lagi hanya diam membisu melihat tindakan manis pria itu.
"Lo mau beli popcorn nggak?" tanya Alze menoleh kearah Bita,namun istrinya tidak kunjung meresponnya,ia pun menepuk pelan bahu Bita.
Bita tersentak dari lamunannya lalu menoleh kearah Alze. "Lo bilang apa tadi?"
"nggak usah pedulikan tatapan mereka." ucap Alze asyik memainkan ponselnya,Bita mencebik pelan. "siapa juga yang peduli,gue hanya liat-liat doang. Lagian yaa mereka tuh liatin Lo mulu daritadi." jawabnya ketus.
"itu artinya gue tampan." serunya membusungkan dadanya bangga. Bita berdecak pelan melihat kenarsisan suaminya. Memang jauh dari lubuk hatinya,suaminya itu sungguh tampan. Jadi,sudah jelas jika banyak kaum hawa yang melirik dan terpesona dengan ketampanan Alze.
Mata Bita melirik kearah jari manisnya yang tersemat cincin emas. Cincin itu melingkar manis berkat suami paksaannya itu. Bita terkejut berkas-berkas tentang dirinya sudah ada ditangan Alze dan membuat kartu nikah mereka secepatnya. Bahkan cincin emas langsung disematkan dijari manisnya.
Alze sekilas mendongak kearah Bita yang tengah melamun,lalu ia kembali memainkan game onlinenya. Lalu ia melirik jam tangan sudah menunjukkan waktu untuk mereka masuk. Dengan segera ia memasukkan kembali ponselnya didalam saku dan mengajak gadis itu masuk kedalam ruangan bioskop.
"kita dapat kursi yang mana?"
"tuh." sahut Alze mendongak kearah kursi yang berada di tengah. Sungguh, tempat duduk mereka sangat sempurna untuk semua sisi. Bita bingung,film apa yang akan mereka tonton saat ini?
"Al,kita nonton ap—"
"suut,di dalam bioskop nggak boleh ribut!"
"hei kan gue berbisik!" bisiknya kesal. Padahal filmnya belum dimulai tetapi pria disebelahnya ini selalu membuatnya naik darah
Ia sebenarnya bingung,entah angin apa yang membawa pria itu mengajaknya untuk menonton bioskop. Matanya menyipit saat menyadari seorang yang pernah ia lihat sebelumnya duduk disebelahnya. Pria itu menggandeng seorang wanita cantik disebelahnya. Pria itu tidak sadar jika Bita berada tepat disampingnya.
Alze melirik kearah Bita yang termenung menatap seseorang disebelahnya,penasaran ia pun sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan agar bisa melihat orang itu. Saat menyadari mengenal orang itu ia pun langsung melempar topi kearah pria itu.
"woi nggak tau so—" Mata pria itu membulat sempurna melihat Alze menatapnya tajam. Tampak dari rautnya terkejut menyadari Bita dan Alze disini.
"ka-kak? kalian disini?" tanyanya,sedangkan Alze hanya diam menyorot tajam menatap adiknya yang kini membawa gadis lain. Entah berapa banyak gadis yang pernah Sam jadikan pacar setelah itu putus.
"ini yang keberapa?" ledek Alze menatap Sam yang membuat Bita disebelahnya menyerngit bingung dengan ucapannya.
"hehehehe,ada deh. Rahasia negara." selorohnya.
"Lo nggak ada kapok-kapoknya jadi cowok. Jangan mainin perasaan cewek lagi Sam." ucap Alze memperingati sang adik.
Sam hanya mengangguk pelan,tetapi menghiraukan perkataan kakaknya,masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sam akan tetap dengan kebiasaannya seperti sekarang ini, bergonta-ganti pasangan adalah hobi yang ia tekuni selama dua tahun belakangan ini. Tidak ingin menyia-nyiakan visual tampannya hanya untuk satu wanita,lebih baik ia menebarkan pesona itu sebanyak wanita yang ia mau.
Alze berdecak pelan,ia yakin adiknya itu pasti akan tetap melakukan kebiasaannya,ia tahu adiknya hanya untuk melampiaskan sakit hatinya karena ditinggal nikah oleh orang yang ia cintai,yaitu Maisya.