I'M Your Wife

I'M Your Wife
Salah Paham



Bita terbangun dan terkejut dirinya masih didalam mobil. Padahal ia tadi berharap bisa terbangun dikasur sesuai yang ada di novel-novel. Sayangnya ekpetasi hanyalah ekspektasi. Bita dengan segera keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah mertuanya.


"oh halo maa." sapanya sedikit canggung berpapasan dengan mertuanya yang duduk santai diruang tengah. Haura menyerngit bingung menatap menantunya. "kamu habis darimana? bukannya kamu pergi sama Alze?"


"i-iyaa maa,tapi tadi aku ketiduran didalam mobil hehehe."


"ya ampun,sekarang kamu istirahat aja dulu." ucap Haura lagi. Bita langsung mengangguk pelan dan pamit dengan mertuanya.


"maa aku ke kamar Alze dulu." pamitnya bergegas menuju kamar Alze. Ia bingung,kamar itu tampak gelap dan sepi, Bita berjalan menuju saklar lampu untuk menghidupkan lampu.


"kemana dia?" tanya Bita bingung,ia pun membaringkan dirinya diatas kasur,rasa kantuknya masih terasa sampai sekarang. "fyuuh besok kerja pula." gumamnya sambil melirik ponselnya.


Tidak ada pesan yang masuk. lirihnya pelan,ia cukup kecewa suaminya tidak ada merespon pesannya. Sudah beberapa kali Bita menghubungi suaminya yang tak kunjung mengangkat teleponnya,ia pun langsung mencari adik-adik iparnya.


"yuhuu adik ipar,Lo tau dimana kakak Lo?" tanya Bita saat melihat Sam baru saja pulang. Sam berdecak pelan,dirinya lelah karena tingkah mereka berdua. "sekarang apa lagi??" tanyanya kesal.


"lah,kok Lo kesal sama gue?"


Sam membuang napas kasar,dirinya terlalu lelah untuk berdebat saat ini. "jangan ganggu gue dulu kak,gue lagi capek." ucapnya pelan berjalan menuju kamarnya.


"ish tak asiklah. Tapi kan Lo tinggal ngomong doang Sam,gue nanya kakak Lo kemana sekarang?"


Sam menyerngit bingung, "bukannya tadi kalian berangkat sama huh? Lo tau kak,gue jadi repot gara-gara kakak sialan itu."


"hush,jangan ngatain suami gue sialan yaa!" protes Bita.


"yaaa memang dia gila kak!" seru Sam tak kalah tinggi.


"cih,malas gue berdebat dengan Lo," gerutunya menyambar tasnya. "gue cari Al bentar." pamitnya keluar.


"nggak ngerti lagi gue dengan rumah tangga kalian." ucap Sam berjalan ke kamarnya,baru saja hendak masuk kedalam kamar ia mencium aroma tidak sedap.


"kucing sialan ngapain Lo pup di lantai kamar gue?!"


***


Bita berlari dari halte bus menuju rumah kontrakannya,barang kali suaminya ada disana. Namun,saat hendak masuk,ia tidak menemukan sosok pria itu didalam sana. "Al,Lo kemana sih?" gusarnya terus menelpon suaminya.


"huft,kenapa Lo nggak bilang apa-apa sih? setidaknya angkat telpon gue." lirihnya terduduk diteras rumahnya.


"mbak, ngapain duduk sana?" tanya Lila yang baru saja jajan cemilan dari warung didekat sana. Bita mendongak sambil tersenyum tipis pada gadis cilik itu. "nggak ada,kamu abis darimana?"


"biasa,warung," sahutnya duduk disebelah Bita. "nih buat mbak." serunya sambil menyodorkan sebungkus eskrim pada Bita.


Bita langsung menerima pemberiannya, "makasih."


"sama-sama,mbak besok aku ujian loh."


"trus,kamu nggak belajar?"


"udah tadi,cuma mau nenangin otak."


"ooo,semangat mbak yakin kamu bisaa!" seru Buta menyemangati anak tetangganya itu.


"eh,suami mbak mana?" tanya Lila tidak menemukan pria tinggi milik mbaknya itu.


"mungkin dia lagi pergi keluar sebentar." jawab Bita asal,ia sendiri saja tidak tahu kemana suaminya pergi dan membuatnya kini cemas.


Ponsel Bita bergetar,dengan segera ia mengangkat. Namun bukannya orang yang diharapkan melainkan adik ipar perempuannya.


"gue lagi dirumah kontrakan gue,kenapa tuh?"


"kak,gue mau nanya sesuatu boleh nggak?" tanya Azza terdengar ragu.


"kenapa? Lo mau ngomong apa?" tanya Bita penasaran


Azza menceritakan apa yang ia lihat tadi dari awal kakaknya masuk sampai kakaknya keluar dari rumah membuat Bita terkejut mendengarnya.


Deg.


Al,Lo kenapa? ada masalah? gumam Bita pelan,ia harus tahu apa yang terjadi sebenarnya. "Lo tau dimana biasanya kakak Lo berada sekarang?"


"coba Lo telpon kak Al."


"nggak bisa,dia nggak ada angkat telpon gue." lirih Bita lagi.


"oh,gue sekarang tau dimana dia sekarang!" seru Azza.


"dimana??" tanya Bita bingung. "di rumah sahabatnya,Hazig. Kemungkinan dia kesana." ucap Azza lagi, Bita langsung berangkat setelah mengetahui alamat sahabat Alze dari Azza.


Ia pun berjalan menuju halte sambil menunggu busnya datang. Namun siapa sangka,jika ia dipertemukan kembali dengan pria yang ia cintai berjalan kearahnya.


Tanpa disadari jika sebenarnya Brian sudah melihat jauh sebelum dirinya berjalan mendekati Bita. Takdir mempertemukan mereka dengan cepat,membuat Brian mengetahui rumah yang ditempati Bita sekaligus melihat gadis itu kembali.


Brian tersenyum miring mendekati Bita yang tampak melirik kearahnya. "hai." sapanya duduk disamping Bita. Bita hanya tersenyum canggung sambil mengangguk pelan. "hai juga."


"Lo Bita yang kemarin kan?" tanya Brian sekedar basa-basi. Ia fokus menatap tubuh Bita yang terlihat montok dan seksi menurutnya.


Diliat dari dekat,ternyata cantik. gumamnya lagi.


"Lo lagi liat apa?" tanya Bita memecahkan lamunan fantasi Brian,ia pun mendongak menatap wajah gadis itu,lebih tepatnya bibir merah gadis itu. "nggak ada." sahutnya cepat.


Bita hanya mengangguk pelan,memang ia berharap akan ada kejadian hal seperti ini terjadi pada hidupnya. Namun,entah mengapa sekarang ia merasakan firasat buruk bersama dengan Brian.


"Lo tinggal dekat sini?" tanya Bita memecahkan keheningan diantara keduanya. Brian mengangguk pelan, "nggak dekat sini juga sih,gue agak jauhan gitu. Sama seperti hati Lo terasa jauh buat gue,apa gue boleh buat hati Lo semakin dekat dengan gue?" ungkap Brian membuat Bita tertegun.


Ayo,Lo harusnya udah masuk perangkap gue Bit. Lo harus jadi milik gue sekarang. gumamnya tersenyum samar.


Belum Bita menjawab,ia dikejutkan dengan sekantong barang dilempar nyaris mengenainya. Brian mengumpat kesal lalu menoleh kearah orang yang melempar barang itu. "Lo punya mata nggak sih?!"


"iyaa gue punya mata." jawabnya ketus,Bita langsung mendongak kearah orang itu saat mengetahui orang itu tak lain adalah suaminya sendiri.


Deg.


"hebat yaa Lo Bit, Lo sekarang bermesra-mesraan dengan orang yang Lo suka!" Hardik Alze dingin menatap istrinya.


"Al,apa maksud Lo?" tanya Bita sama sekali tidak mengerti,mengapa suaminya marah? kenapa Alze bisa tau orang yang ia sukai?


"gue nggak butuh dengarin penjelasan Lo,apa yang gue liat udah cukup buat gue. Gue memang salah disini karna maksa Lo nikah sama gue,tapi bukan berarti Lo seenaknya jalan sama dia!!" tuduh Alze membuat mata Bita membelalak.


"Al,ini bukan seperti yang Lo liat!" sanggah Bita sambil berdiri lalu berjalan mendekati suaminya. Ia menatap nanar melihat tangan suaminya terbalut perban.


"jangan mendekat!" Larang Alze dingin. Bita terdiam sambil menahan tangis menatap suaminya. Alze tanpa berkata apapun pergi dari hadapan Bita sambil melajukan mobilnya menjauh.


"Al..."