
Baru saja Alze mengetahui siapa yang membantu pria itu,kini orang yang berkedok baik hati itu baru masuk kedalam kelasnya. Sambil tersenyum kikuk menyapa seisi kelas lalu menghampiri Alze.
Tidak tau malu. Alze memandang sinis,namun wanita itu tidak merasa aneh dengan tatapan Alze.
"permisi,Lo Alze kan?" sapanya basa-basi,ia menjerit senang dalam hati,akhirnya ia bisa masuk kedalam kelas yang sama dengan Alze setelah bersusah payah membujuk papinya untuk memindahkan kelasnya.
Alze mengangguk pelan,tanpa memperdulikan gadis itu tersenyum lebar menatapnya. Mezza menghela napas,lalu mengambil tempat disamping Alze,spontan pria itu langsung berdiri.
"jangan dekat gue!" ketusnya tidak suka dengan Mezza,orang yang membuat pria brengsek itu keluar dari penjara.
"a-ah gue minta maaf." ucap Mezza terbata-bata,ia tidak menyangka jika pria itu sangat dingin. Alze merasa risih dengan kedatangan Mezza,apalagi seisi kelas saling menyaut mendukung agar mereka berjodoh layaknya sepasang kekasih.
Mezza diam-diam tersenyum senang,ia akan melakukan apapun termasuk menyingkirkan Bita. Melihat Alze disini, tentu wanita itu tenang karena Brian pasti melakukan sesuatu pada gadis sialan itu.
"kita lihat,bagaimana reaksi Lo saat tau Bita nggak gadis lagi." gumamnya tersenyum licik,tanpa ia sadari jika rencananya itu sudah gagal total berkat Alze sendiri.
Mezza terus mencari perhatian pria pujaan disampingnya itu,berusaha mencari akal agar dirinya terlihat dimata Alze,namun tidak membuahkan hasil. Bagaimana tidak,pria itu sama sekali tidak ada melirik kearahnya, padahal ia sudah bersusah payah berdandan demi Alze.
Tangannya mengepal kuat saat pria itu memegang cincin yang melingkar manis dijarinya,menandakan Alze sudah ada yang punya.
sial,segitu sukanya Lo sama dia?? apa sih hebat anak itu?! gerutunya kesal.
"Alze!" serunya memanggil pria itu,pandangan pria itu tidak lepas dari ponselnya membuat Mezza semakin kesal dibuatnya.
"Alze!" serunya lagi tetapi membuat kegaduhan seisi kelas dengan menatap tidak suka kearahnya. "jangan buat keributan anak pindahan!" cerca salah satu darisana menatap tidak suka kearah Mezza. Entah kenapa aura negatif terus berkeliaran disekitar wanita itu. Tidak hanya dirinya sendiri melainkan teman-teman yang lain merasa terganggu dengan kehadiran Mezza dikelas mereka.
***
Bita menyipit matanya menatap terik matahari yang menyengat menembus jendela kamarnya. Ia meringis pelan saat hendak bergerak dan menyadari saat ini dirinya begitu polos tanpa sehelai apapun.
"astaga." kejutnya namun teringat tadi malam membuatnya tertawa geli,tidak menyangka mahkota yang selama ini ia jaga sudah ia berikan pada suaminya. Tentu Bita tidak menyesal,karena dirinya juga mencintai suaminya. Bita pun memutuskan untuk tetap mempertahankan pernikahan ini,walaupun akan ada lika-liku dalam perjalanan hidupnya.
Tidak ada yang mengetahui jika takdirnya akan seperti ini,takdir sebagai tulang rusuk dari pria yang mungkin tidak pernah terpikir olehnya. Bita berjalan pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"kak Bit,kenapa jalannya seperti itu?" tanya Azza bingung menatap kakak iparnya menuruni anak tangga seperti slow motion.
"hah,nggak ada. Masih sakit nih..." jawabnya pelan fokus menuruni anak tangga didepannya.
Azza yang masih bingung,masih tidak paham apa yang diucapkan kakaknya. Ia pun berinisiatif membantu kakaknya berjalan.
"thanks." ucap Bita tulus saat mereka sudah sampai dimeja makan. Bita memandang lauk dengan lapar,perutnya terus berdemo ingin diisi.
"Paket!!" teriak tukang paket diluar,dengan tergopoh-gopoh Azza langsung berlari kencang menuju keluar mengambil paket miliknya.
"makasih pak!" serunya menutup pintu lalu berjalan mendekati Bita.
"paket apa tuh?" tanya Bita penasaran.
"hehehe gue abis beli gantungan kunci kak." ucapnya malu-malu. Paket ditangannya ia genggam kuat seolah-olah tidak membiarkan paket itu jatuh. Bita tergelak pelan,gadis berusia 18 tahun itu menyukai hal yang berbau anime. Berkat hasutan dari teman-temannya membuatnya kini menjadi penggemar anime.
"dasar wibu." ledek Bita membuat Azza cemburut. "heh, suka-suka guelah kak." ucapnya tidak terima,lalu menoleh kearah dapur dan bergegas mengambil teh untuk kakak iparnya. "hampir gue lupa ngasih ini ke Lo kak." ucapnya sambil menyodorkan teh hangat itu pada kakaknya.
Bita terharu dengan perhatian Azza,ia pun tersenyum tipis sambil mengucapkan terimakasih padanya. "hmm,yang lain pada kemana?" tanya Bita bingung melihta pagi-pagi penghuni rumah yang lain tidak terlihat.
"oh,mereka pada runitas masing-masing kak,lagian Lo dibikin libur sama kak Al,kata kak Al Lo sakit. Jadi,dia sendiri yang pergi ke kampus." jelasnya saat mendengar ocehan kakaknya tadi pagi.
Bita tersedak pelan,ia berdeham menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang mulai bersarang dikepalanya.
Alze sialan,otak gue jadi kotor! gerutunya pelan dalam hati.
"kak,mau sarapan apa? gue lagi buat nasgor nih." serunya menunjuk kearah wajan yang ada diatas kompor.
"Lo bisa masak?" tanya Bita terkejut,karena biasanya selama ini yang hanya ia lihat mama mertuanya yang masak itupun hasil makanan yang dibuat beliau rasanya lumayan mengejutkannya.
"sikit,ini gue baru belajar masak." ucapnya pelan,Vita tersenyum tipis. "bagus tuh,gue mau dong nasgor buatan Lo!" serunya.
"okee nyonya, tunggu sebentar!!" cengirnya melenggang semangat ke dapur,Bita tersenyum menggeleng-geleng melihat tingkah kocak adik iparnya.
Ayah,ibu aku disini bahagia. Kalian tidak perlu khawatir tentang diriku lagi,aku sangat senang bisa menjadi keluarga mereka yang unik. Aku juga tidak menyangka bisa berada disini,merasakan kehangatan yang sama seperti keluarga kita dulu. Insyaallah,aku akan berusaha mempertahan pernikahan ini sampai akhir hayatku. Semoga kalian tenang disana. Tanpa sadar Bita menitik air mata bahagia.
"nah,jadiii." seru Azza menyodorkan nasi goreng buatannya pada Bita. Ia sempat melirik kakak iparnya terlihat menangis.
"eh,kak Bit,Lo nangis kak?" tanyanya,Bita menggeleng pelan sambil tersenyum lagi. "ini nangis bahagia Za." jawabnya pelan.
Azza memeluk kakak iparnya dengan erat. "gue juga bahagia kak,punya kakak ipar kayak Lo. Lo tau kan,gue satu-satunya cewek disini,jadi gue bingung kalau curhat sama mereka nggak ada nyambung-nyambungnya. Tapi,sejak Lo nikah sama kak Al,gue jadi punya kakak perempuan,dan gue sayang banget sama Lo." ucapnya tulus.
"makasih udah anggap gue istimewa,gue terharu." lirihnya tak kalah memeluknya erat.
"udah nangis-nangisnya ntar nasi goreng gue dingin lagi. Yok kak,cobain enak nggak?" tanyanya antusias menunggu reaksi Bita saat mencicipi masakannya.
mata Bita melebar, mengangguk semangat, "ini enak banget,Za!!" serunya semangat menghabiskan nasi goreng buatan Azza.